Kiss Goodbye

kiss-goodbye

Author: seobabywook
Rate: PG 13+
Length: ficlet
Genre: angst, hurt, AU, drama, romance
Cast:
-Lee Donghae (Donghae)
-Im Yoon Ah (Yoona)
And other cast

Disclaimer: Annyeong readers! Kali ini aku bawain FF YoonHae nih 😀 ya, walaupun cuma ficlet tapi ini hasil karya aku sendiri. Ini FF YoonHae pertamaku karna memang ada yang request 😛 alur, cerita, dan jalan FF adalah milik aku! Cast milik Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Aku disini cuma pinjam cast. Setelah baca FF ini, WAJIB COMMENT! Jangan biasakan menjadi SILENT READERS!

———————————————-

Kriiing!

Bel tanda seluruh pelajaran telah usai pun berbunyi. Guru-guru segera mengakhiri pelajaran mereka dan setelah itu mengizinkan anak muridnya untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
“Yoona, kajja!” Ucap Donghae sambil memegang tangan Yoona. Yoona mengangguk sambil tersenyum.
“LEE DONGHAE!!! Dasar tidak bertanggung jawab! Kau belum piket dari pagi tadi!” Teriak Kyuhyun. Donghae membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun sambil cengar-cengir.
“Yoongie, tunggu aku diluar ne. Si berisik ini pasti marah jika aku tidak mau melaksanakan tugas piketku.” Ucap Donghae sambil melirik Kyuhyun.
“Baik oppa,” balas Yoona sambil beranjak keluar kelas. Sementara Donghae sibuk menyapu seisi ruangan kelas.
“Aish.. Pegalnya!” Keluh Donghae, lalu ia melanjutkan pekerjaannya. Donghae terus menyapu dan terakhir ia mendatangi bangku yang diduduki oleh Yoona. Dibawah bangku milik Yoona, Donghae melihat ada banyak sekali rambut yang rontok disana.
‘Mengapa ada banyak sekali rambut disini? Apa ini rambut Yoona yang rontok? Ah, masa rambut Yoona rontok sebanyak ini? Tidak mungkin.’ Batin Donghae.
“Donghae oppa! Palli!” Ucap Yoona dari ambang pintu.
“Ah, ne.” Donghae pun cepat-cepat membereskan pekerjaannya.

[Yoona POV]

Aish, Donghae oppa lama sekali. Aku pun memutuskan untuk memanggilnya. Namun kulihat ia bingung melihat banyak rambut rontok dibawah kursiku. Agar ia tidak berfikir yang macam-macam, aku pun segera menegurnya.
“Donghae oppa! Palli!” Ucapku.
“Ah, ne.” Balasnya. Kulihat ia cepat-cepat membereskan pekerjaannya. Tak kuduga, tiba-tiba aku merasakan kepalaku sakit dan rasa nyeri di perut bagian kananku. Namun aku menahannya. Ya, penyakit sialan ini selalu saja datang pada saat yang tidak tepat.
“Aku sudah siap, chagi! Kajja kita pulang!” Serunya. Aku hanya membalasnya dengan anggukkan. Tanpa permisi, tangan hangatnya langsung saja menggenggam erat tanganku. Aku berharap hubunganku dengan Donghae oppa dapat berjalan dalam waktu yang lama.

[Yoona POV End]

[Donghae POV]

Sesampainya di tempat parkiran, aku pun membukakan pintu mobilku untuk mempersilakan Yoona masuk. Wajahnya tampak pucat dan kulihat ia seperti menahan sakit. Dia kenapa?
“Yoong, gwenchanayo?” Ucapku memastikan keadaannya. Ia hanya mengangguk lemah.
“Kau tampak pucat. Masuklah Yoong, aku akan membawamu ke rumah sakit.” Lanjutku.
“Ti—tidak usah, oppa. Aku tidak sakit, aku baik-baik saja.” Jawab Yoona.
“Jinja?” Ucapku menyelidik.
“Nde.. Aish, oppa bawel sekali.” Balasnya. Tiba-tiba ia memegangi kepalanya. Tubuhnya mulai tumbang. Aku pun cepat-cepat menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Dia pingsan.
“Yoona, ireonayo!” Ucapku sambil menepuk-nepuk pipinya.

***

UGD..

“Permisi, apakah anda keluarga dari Im Yoon Ah?” Ucap Uisa pada Donghae.
“Saya namjachingunya. Apa yang terjadi dengan Yoona?” Ujar Donghae.
“Ia menderita kanker liver stadium akhir.” Jawab Uisa yang seketika itu membuat Donghae menjadi lemas.
“A—apa? Yoona baik-baik saja! Ia tidak pernah menderita kanker! Anda pasti salah vonis!” Seru Donghae.
“Saya tidak salah memvonisnya. Memang itulah penyakit yang di idapnya. Saya permisi.” Ujar Uisa sambil berjalan meninggalkan tempat itu.
Donghae tertunduk lesu. Pipinya telah basah karena dibasahi oleh air matanya. Ia pun berjalan masuk ke dalam ruang UGD. Selang-selang dan alat-alat medis lainnya tampak menghiasi tubuh Yoona. Donghae menatap Yoona iba.
“Yoong..” Lirih Donghae sambil menggenggam erat tangan Yoona. Tak ada respon dari Yoona. Yoona hanya tertidur dan tidak bisa melakukan apapun.
“Aku benar-benar tidak mengerti, Yoong. Mengapa saat aku bisa mencintai orang sepertimu, saat itu juga rasanya aku akan kehilanganmu?” Bisik Donghae.
“Permisi, Tuan. Kami akan memindahkan nona Im ke ruang ICU.” Ujar salah seorang perawat. Donghae pun mempersilahkan perawat-perawat tersebut memindahkan Yoona. Setelah Yoona dipindahkan ke ruang ICU, Donghae kembali duduk di samping tempat tidur Yoona sambil memegangi tangan Yoona dengan erat.

3 jam kemudian..

Dengan perlahan, Yoona membuka kedua matanya. Dilihatnya Donghae yang tertidur sambil memegangi tangannya. Wajah Donghae tampak kelelahan. Yoona membelai kepala Donghae dengan lembut. Donghae pun akhirnya bangun dari tidurnya.
“Yoong, kau sudah sadar?” Ucap Donghae. Yoona hanya tersenyum lemah.
“Yoongie, mengapa kau tidak pernah menceritakan soal penyakitmu? Mengapa kau menyembunyikannya dariku?” Ujar Donghae.
“Mianhae.. Aku hanya tidak ingin semua orang khawatir padaku,” balas Yoona.
“Kau harus berjanji padaku, kau harus berusaha untuk sembuh. Kau juga harus berjanji kalau kau akan selalu ada disampingku selamanya, kau harus ada untukku.” Ucap Donghae.
“Eum, yang mana yang harus kutepati?” Ujar Yoona.
“Semuanya,” balas Donghae.
“Aku tidak janji.” Ucap Yoona. Terlihat rasa kekecewaan yang tergambar di wajah Donghae.
“Oppa, apa kau mau membawaku ke taman rumah sakit ini? Aku merasa jenuh disini.” Pinta Yoona.
“Baiklah, demi kamu chagi.” Ucap Donghae sambil menarik kursi roda yang berada di pojok kamar tersebut. Lalu, Donghae pun membantu Yoona berdiri dan menuntunnya untuk duduk di kursi roda tersebut.

[Yoona POV]

Donghae oppa membantuku untuk duduk di kursi roda tersebut. Lalu, ia pun mendorongku ke taman rumah sakit. Tiba-tiba dadaku terasa sakit. Aku memegang dadaku yang sakit itu. Donghae oppa terlihat cemas padaku.
“Chagi, kamu tidak apa-apa? Dadamu sakit?” Ucapnya.
“Anni, dadaku hanya sedikit sakit.” Balasku. Aku menarik nafas dalam, setidaknya itu membuat rasa sakit yang kurasakan sedikit berkurang.
“Oppa, neomu saranghaeyo.” Ucapku

[Yoona POV End]

[Normal POV]

“Oppa, neomu saranghaeyo.” Ucap Yoona.
“Nado saranghaeyo.” Balas Donghae. Donghae pun memeluk Yoona erat.
“Donghae oppa, bolehkah aku meminta poppo darimu?” Pinta Yoona.
“Tentu chagi.” Ucap Donghae yang langsung menyambar bibir Yoona. Yoona memeluk Donghae sambil merasakan ciuman hangat dari Donghae.
‘Selamat tinggal, oppa’ batin Yoona. Yoona pun menutup matanya. Donghae merasakan tubuh Yoona melemas di pelukannya. Donghae pun segera melihat keadaan Yoona.
“Yoona, bangun” ucap Donghae.
“Yoona, bangunlah!” Donghae agak meninggikan suaranya. Perasaan Donghae tidak enak, Donghae pun mengecek denyut nadi Yoona. Denyut nadinya sudah tidak ada lagi. Air mata Donghae pun jatuh begitu saja.
“YOONA!!!”

“Saranghae oppa, aku akan menunggumu disini. Jaga dirimu baik-baik”

-END-

Advertisements

2 thoughts on “Kiss Goodbye

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s