[ONESHOOT] Not My Turn

not-myturn-by-dyzhetta

a poster by qintazshk @ Art Zone

dyzhetta

Jonghyun and a girl | 1320 words | Romance | PG-15

special for SOLO DEBUT Jonghyun

CONGRATS FOR YOUR WIN!

NOT MY TURN

“Sebentar.” Aku buru-buru meletakkan makananku di meja ketika mendengar ketukan di pintu.

“Kenapa kau kesini? Apa Gyeongshik oppa tahu?” Aku memberondongnya dengan pertanyaan.

Dia hanya menatapku sambil tersenyum tipis. “Kau tidak mau membiarkanku masuk?”

“Tidak. Pulanglah. Aku tidak ingin terjadi hal yang tidak menyenangkan.” Aku mendorongnya pelan.

Dia menghela nafas berat dan menatapku kecewa. “Bahkan kau tidak menerima kehadiranku.”

“Ng, bukan begitu. Apa Gyeongshik oppa tidak akan mencarimu, Jonghyun oppa?” Akhirnya aku menariknya masuk setelah memastikan tidak ada yang melihat keberadaan salah satu member SHINee yang baru saja debut ini.

“Tidak akan. Aku sudah izin pergi keluar dan dia tidak bertanya aku akan pergi kemana.” Dia melepas topi dan jaketnya.

Akhirnya aku bisa memandangi dengan leluasa wajah kekasihku ini tanpa penghalang. “Ada apa? Tak biasanya kau berwajah seperti itu.” Aku memegang wajahnya. “Apa kau sakit?”

Dia menggeleng. “Apa aku terlihat sakit?”

“Bahkan lebih dari itu, oppa.”

Dia hanya tersenyum tipis. “Berikan aku pahamu.”

Sontak aku melotot. “Kau tidak sedang berfikiran mesum kan?”

Dia tertawa kecil. “Pabo! Apa yang ada di fikiranmu, eoh? Mana mungkin aku berfikiran seperti itu.” Dia menepuk-nepuk kepalaku. “Tapi kalau kau mau juga tidak apa-apa.” Bisiknya sambil menyeringai.

“Ya! Keluar dari apartemenku sekarang, Kim Jonghyun!” Aku mendorongnya.

“Ani, ani. Mana mungkin aku berfikiran seperti itu. Otakmu saja yang sudah tidak beres!”

“Lalu?” Aku menaikkan alisku.

“Aku ingin tidur di pangkuanmu, pabo.” Dia langsung menarikku ke sofa dan menyuruhku duduk.

Akupun menuruti perintahnya dan duduk.

Dia tersenyum lalu langsung meletakkan kepalanya di pangkuanku. Setelah itu dia menatapku dan tersenyum manis. “Biarkan aku begini malam ini.” Pintanya.

“As you wish, oppa.” Aku mengelus kepalanya.

Diapun memejamkan matanya dan meletakkan tangannya menutupi matanya.

“Ada apa denganmu, oppa?” Aku mengelus kepalanya. “Wajahmu tampak lelah.”

Dia menekuk bibirnya. “Kau masih saja bertanya. Kukira kau paling tahu diriku.”

“Bukan begitu, oppa. Banyak spekulasi dalam kepalaku.” Aku hanya tertawa kecil.

“Kalau begitu katakan satu spekulasimu.”

“Hmm… kau kecewa.” Kataku ragu.

Dia tersenyum getir. “Kau memang selalu tahu tentang aku.”

“Kenapa?”

Raut wajahnya berubah. “Entahlah.” Dia menarik nafas panjang. “Mungkin karena aku tidak mendapatkan yang aku inginkan.” Dia hanya tersenyum pahit.

“Oppa.” Gerakan tanganku terhenti.

“Mungkin ini karena aku terlalu berlebihan. Kau tahu kan betapa antusiasnya aku dalam menyambut debut solo. Aku juga sering bertingkah konyol dengan promot berkali-kali di twitterku. Aku juga mengirimi pesan ke banyak orang tentang debutku ini. Aku sangat senang ketika melihat albumku dijual di toko sehingga aku menguploadnya ke instagramku. Bukankah itu konyol?” Dia tertawa kecil.

“Kau memang konyol, oppa.” Aku ikut tertawa.

“Tapi sayangnya, itu tidak berguna.” Wajahnya kembali murung. “Usahaku mempromosikan albumku ternyata tidak ada hasilnya. Payah sekali.” Dia tertawa hambar.

Aku langsung menggigit bibirku.

“Aku kira aku akan berhasil seperti Taemin. Karena kami satu grup. Ternyata dugaanku salah. Danger Taemin ditonton oleh empat juta viewers dalam dua minggu. Dia meraih semua nominasi. Sedangkan aku?” Kata-katanya terhenti. Kulihat buliran bening mengalir dari balik tangan yang menutupi matanya.

“Oppa.” Aku mengelap airmatanya.

“Aku kecewa. Sangat kecewa. Bahkan di minggu pertamaku aku hanya dapat satu juta empat ratus viewers. Akupun kalah dari Yonghwa. Rasanya seperti melihat saudaramu berhasil tetapi ketika sudah saatnya giliranmu untuk maju dengan semangat ternyata kau tidak mendapatkan seperti yang saudaramu dapatkan. Sebenarnya apa salahku? Apa karena ketika aku debut, ada artis lain yang debut? Atau karena aku terlalu excited untuk debut ini sehingga malah yang dihasilkan sebaliknya? Kemana SHAWOL yang mendukung Taemin? Apa mereka melupakanku?”

Mau tak mau airmataku ikut menetes. “Oppa, bukan begitu.”

“Seharusnya aku tidak terlalu excited sehingga tidak terlalu kecewa seperti ini.” Dia menaikkan ujung bibirnya. Tersenyum pahit.

“Oppa, kau sudah berusaha sekuat tenaga. Lihat, pipimu jadi tirus seperti ini. Apa kau kurang makan?” Aku mengusap pipinya. “Kudengar berat badanmu turun lima kilogram, apa itu benar?”

Dia mengangguk pelan. “Aku stress.”

“Ya! Apa kau mau sakit , huh? Kau itu sedang dalam masa promosi, jaga badanmu!”

Perlahan dia menurunkan tangan yang menutupi matanya. “Suaramu bergetar. Kau menangis?” Dia menatapku.

“Aniyo.” Aku membuang muka.

“Jangan menangis karena aku.”

“Siapa yang tidak menangis karenamu?” Airmataku jatuh lagi. “Aku khawatir padamu! Semua BLINGERS khawatir padamu. Kau bertambah kurus dan pucat. Tapi kau masih sibuk promosi seolah melupakan badanmu. Kau tahu tidak, aku dan juga BLINGERS lainnya masih terus mendukungmu. Kami rela berjam-jam di depan komputer untuk menonton mv mu, oppa. Voting untukmu. Tapi ternyata usaha kami kurang. Tidak melihat tweetmu mampir di timelineku membuatku sadar bahwa kau sedang benar-benar kecewa. Kau sudah promosi dengan tingkah konyolmu itu, tapi ternyata lebih banyak yang tidak peduli padamu. Sehingga kau tetap kalah dalam berbagai hal.” Aku terisak. “Aku bisa merasakan betapa kecewamu, oppa. BLINGERS juga merasakannya.”

Dia menatapku heran. “Kenapa kau malah ikut menangis?” Tangannya terulur mengelap airmataku.

“Bagaimana aku tidak menangis melihat keceriaanmu ketika wawancara, tetapi nyatanya kau kalah juga? Bagaimana bisa aku tidak menangis melihatmu yang antusias sedemikian rupa tidak dipedulikan oleh yang lainnya? Bagaimana aku tidak menangis ketika melihat dirimu yang selalu memberi selamat pada pemenang tetapi malah tidak mendapatkan dukungan dari mereka? Aku kenal dirimu, oppa. Kau pasti menangis mengetahui itu. Dan yang kuprediksikan benar. Kau menangis. Walaupun tidak di muka umum, setidaknya kau menangis di hadapanku. Karena itulah aku menangis, oppa. Juga jutaan BLINGERS lain.” Aku terisak. “Setidaknya BLINGERS lain tidak mendapatkan kesempatan mengusap airmatamu.” Aku mengusap airmatanya yang sudah menganak sungai.

Dia tersenyum. “Sudah ya, jangan menangis lagi.” Dia mengelap airmataku lembut.

“Kau juga jangan menangis.” Kataku.

Diapun mengangguk. “Mungkin ini memang bukan giliranku untuk menang. Masih ada kesempatan lain di depan sana. Dan aku akan berusaha lebih keras lagi untuk mencapai apa yang aku inginkan.”

“Aku bukan fans yang baik ya?”

“Siapa bilang? Kalau kau bukan fans yang baik, mana mungkin kau voting untukku, menonton mvku, hm?”

“Berjanjilah oppa, jangan membuat khawatir BLINGERS di luar sana. Tetaplah mengtweet hal-hal konyol yang akan membuat kami tenang.”

Dia hanya tertawa kecil. “Ne.” Tangannya terulur memegang pipiku. “Terima kasih masih setia mendukungku. Aku merasa bersemangat kembali mendengar ceritamu.”

“Kau harus tetap rajin makan, oppa. Usaha yang keras harus diiringi dengan makan yang banyak.”

Dia mengangguk.

“Yaksok?” Aku mengulurkan kelingkingku.

Diapun menautkan kelingkingnya. “Yaksok!”

“Sudah malam. Pulanglah, oppa.”

Dia memamerkan gigi serinya. “Tidak mau. Aku mau bermalam di sini.”

“Ya! Apa kau mau terkena skandal? Kau itu artis solo baru. Tidak bagus jika langsung tersandung skandal.”

“Kau cerewet sekali!” Dia memejamkan mata lagi.

“Pulang atau kau tidak boleh berkunjung kesini lagi.”

Matanya langsung terbuka. “Aniyo! Aku masih ingin berkunjung.”

“Kalau begitu pulang sekarang!”

“Ne.” Diapun bangkit dan segera menuju pintu diikuti olehku.

“Hwaithing, oppa! Aku tahu kau bisa!” aku menepuk pundaknya.

“Doakan aku!” Dia mengelus kepalaku.

Aku mengangguk cepat.

“Aku pulang dulu.”

“Kau tahu kan suaramu sangat bagus?”

Dia tersenyum sambil mengelus kepalaku. “Karena itulah kau tergila-gila padaku.”

“Kau benar.”

“Aku pulang dulu ya.” Diapun berbalik dan menghilang di balik pintu.

Aku menghela nafas lega. Setidaknya Jonghyun sudah kembali seperti dulu. Penuh semangat. Semoga saja kali ini hasilnya tidak mengecewakan. Dia sudah berusaha sangat keras sehingga lupa pada dirinya sendiri. Tapi aku sadar usahanya saja tidak cukup. Sebagai fansnya aku juga akan berusaha lebih keras lagi membantunya mendapatkan yang dia inginkan. Karena aku dan juga BLINGERS lainnya tidak ingin dia kecewa.

Dan akhirnya Jonghyun menang untuk pertama kalinya. Lagu DEJA BOO nya meraih tempat pertama di SHOW MUSIC CORE. #Jonghyun1stWIN menjadi trending topic di seluruh dunia. Betapa terharunya aku ketika dia mengirim foto yang sedang tersenyum bangga memegang tropinya. Dia tidak menangis. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ketika meraih tropi dia tidak menangis. Bahkan aku yang malah banjir airmata menyaksikan kemenangannya. Usaha kerasnya terbalas sudah. Dia sudah kembali ceria membuatku sangat ingin berteriak bahwa aku sangat bahagia melihatnya seperti itu. Apalagi melihat tweet konyolnya yang membuatku terbahak di sela tangis. Dia voting untuk dirinya sendiri. Bukankah itu konyol? Setelah itu aku yakin bahwa usaha yang keras pasti membuahkan hasil. Aku hanya bisa berharap kemenangannya terus berlanjut. Semangat Jonghyun oppa!

Kkeut~

NOTE:

Just a litlte story from fangirl.

Sekedar curhatan tentang debut bang Jamong yang keliatan sangat mengecewakan di awal.

Tapi akhirnya dia menang juga.

also published on my private wordpress

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s