I Don’t Care! [Chapter 1]

i-dont-care

|| Title: I Dont Care ! || Author: Phiyun || Genre: Romance | In Family | Comedy | Sad || Cast: Kim Taeyeon | Byun Baekhyun | Leeteuk || Member Suport : SNSD | Exo | Suju ||

Poster Credit : Analeeseu@ArtZone (Thank’s ^^)

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

 

*** Happy  Reading ***

 

~Summary~

I Don’t Care, Who You Are

Because I Love You

~~~ooo~~~

 

 

Pov  Taeyeon

 

Sampai kapan aku harus selalu bersabar untuk selalu menuruti permintaan ayah. Sampai kapan aku harus selalu menahan rasa sakit ini. Sampai kapan aku harus memberikan hatiku untuk orang yang tidak aku cintai sama sekali. Sampai kapan penderitaanku selesai.

Aku ini juga manusia biasa yang kadang kala membutuhkan perhatian, kasih sayang yang tulus bahkan kenyamanan saat bersama orang aku sayangi. Apakah keinginanku begitu serakah, sehingga aku mendapatkan hukuman dari Tuhan? Kalau iya, Tuhan aku minta tolong padaMu cabut semua rasa ini. Aku ingin kehidupanku jauh dari ketamakan dan kerakusan karena aku tak ingin diriku ini seperti ayahku.

~ End ~

 

~~~ooo~~~

 

Terlihat ada dua orang yang sedang berargument sangat sengit di dalam ruangan itu dan sesekali laki – laki paru baya tersebut memukul kencang atas meja kerjanya yang tepat berada di sebelahnya. Namun gadis muda itu tak gentar dengan apa yang dilakukan laki – laki paruh baya tersebut. Gadis itu tetap berkata dengan lantang meskipun dengan nada yang agak bergetar.

“Sudah aku bilang kau harus melanjutkan pertunangan ini, mau atau tidak mau! Aku tidak mau mendengar alasanmu seperti ini lagi, mengerti!”

“Tapi  aku tidak mencintainya, Appa! Tidak bisakah aku menikah dengan pilihanku sendiri?”

“Sayangnya kau tidak ada pilihan selain mengikuti semua keinginanku, camkan itu baik – baik.”

Appa,  kau memang jahat pantasan saja Eomma pergi meninggalkanmu!”

“Plakk!!!”

Terdengar suara tamparan yang cukup kencang. Terlihat dengan jelas ada tanda kemerahan di sebelah pipi kanan Taeyeon. Taeyeon pun lalu menyentuh pipinya yang kemerahan itu dengan kedua mata yang berkaca – kaca.

“Jaga ucapanmu itu, kau tidak pantas berkata itu di depan ayah seperti itu!”

“Ayah…?  Hahaha!!!” tawa Taeyeon geli namun ekspresi wajahnya langsung berubah seketika.

“Apakah kau masih pantas di panggil dengan sebutan itu setelah kau melakukan semua ini padaku? Setelah kau hancurkan hatiku bahkan kepercayaanku kepadamu! Kenapa kau tidak sekalian mengirimkan aku bersama dengan Eomma  ke surga sana! Apakah kau tahu apa yang kurasakan selama ini? Dimatamu aku bukanlah lebih dari sebuah boneka yang bisa kau permainkan sesuai dengan keinginanmu! Kau harusnya tahu kalau aku ini masih anakmu bukanlah sebuah boneka. Aku ini masih punya hati dan perasaan!!!”

Setelah mengatakan itu, Taeyeon langsung pergi dari hadapan ayahnya dengan berurai airmata. Taeyeon mulai berlari sekuat tenaganya sampai akhirnya tanpa dia sadari dia menabrak seseorang yang tepat berdiri di hadapannya. Dan tubuh Taeyeon pun jatuh terpental ke lantai.

“Aauw… Apha !!!” rintih Taeyeon sambil mengelus – elus lengannya.

Gwenchana? ” tanya sosok namja tersebut sambil membantu Taeyeon berdiri.

Yak!! Apakah kau tak punya mata, hah!!!” teriak Taeyeon di hadapan Namja tersebut.

Coesonghamnida, Agasshi.” ucap Namja itu sambil membungkukkan rendah – rendah punggungnya dengan bersalah di hadapan Taeyeon.

Nu-guseo? Aku sepertinya baru pertama kali melihatmu di sini?” kata Taeyeon saat melihat wajah namja itu.

“Ah, iya saya sampai lupa memperkenalkan diri kepadamu, Agasshi. Perkenalkan nama saya Baekhyun, Byun Baekhyun. Saya adalah anak laki – laki dari pak Byun supir anda, Agasshi. Saya menggantikan beliau hari ini dan ke depannya sampai beliau pulih dari sakitnya. karena beliau sekang sedang dirawat di rumah sakit.”

“Oh, jadi kau anaknya dari Pak Byun. Tapi apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Aku seperti pernah melihatmu sebelumnya?” sambil memincingkan kedua matanya saat melihat Baekhyun.

Melihat Taeyeon memperhatikannya dirinya seperti itu Baekhyun jadi salah tingkah dan Baekhyun pun tak berani membalas tatapan Taeyeon.  Tak lama kemudian tiba – tiba dari belakang punggung Taeyeon ada  seseorang yang memanggil namanya.

“Taeyeon-ssi…Kim Taeyeon!” panggil seorang Namja dari ke jauhan.

Otomatis Taeyeon pun langsung menengok ke belakangnya. Terlihat dengan jelas ekespresi Taeyeon yang kaget saat melihat sosok orang yang memanggilnya.

“Yah! Kenapa dia datang di saat seperti ini?” ucap Taeyeon pelan sambil menundukan kepala di hadapan Baekhyun.

“Ada apa, Agasshi? Apakah anda merasa sakit, di mana yang sakit?” tanya Baekhyun dengan nada yang khawatir.

Tiba-tiba sebelah tangan Taeyeon mencengkaram lengan milik Baekhyun dengan kencang sambil berbisik pelan terhadapnya.

“Yah, apakah kau bisa menyetir dengan cepat?”

“Aku bisa mengendarai mobil dengan baik, Agasshi. Anda tidak usah khawatir.”

“Yang aku tanya bukannya kamu mengendarai mobil dengan baik tahu! Yang aku tanya kau bisa cepat tidak menyetirnya, sudahlah ayo kita pergi sekarang!”

“Memangnya kita mau ke mana Agasshi ?”

“Jangan banyak bicara, kau ikuti saja aku, oke! Setelah hitungan ketiga kita lari, Arasseo?” sambil menatap lekat – lekat kedua mata Baekhyun.

Ne..? Ehh?? Tapi, Agasshi  kita mau kemana?” tanya Baekhyun dengan wajah yang bingung namun ucapannya tidak dihiraukan oleh Taeyeon.

Taeyeon pun mulai menghitung dengan suara yang pelan namun jelas.

Hanadull…ss..”

Agasshi, katakan dulu padaku kita mau pergi kemana?”

“Yah! Jangan bertanya terus, anggap saja ini perintah dariku dan kau harus menurutinya.”

Sosok Namja itu pun mulai berjalan mendekati Taeyeon dan Baekhyun. Karena panik Taeyeon pun langsung menarik lengan Baekhyun untuk berlari bersama dengannya. Sontak Baekhyun langsung terkaget saat lengannya di tarik oleh nonanya dan mau tidak mau pemuda itu harus berlari keluar rumah bersama Taeyeon.

Setibanya di depan halaman, Taeyeon langsung naik ke dalam mobil dan menyuruh Baekhyun masuk ke dalam bersamanya. Baekhyun pun menuruti perintah Taeyeon dengan wajah yang masih bingung bercampur panik.

“Yah! Cepat nyalahkan mobilnya! PaliPali !!” perintah Taeyeon sambil menepuk – nepuk bahunya Baekhyun dengan cepat dari samping tempat duduknya.

Ne…Agasshi …La—lalu  kita mau pergi ke mana sekarang?” Tanya Baekhyun.

Gadis itu pun lalu membalas perkataan Baekhyun dengan kesal.

“Yak!!! Kau masih saja bertanya ke mana kita akan pergi, hah!!! Aku tak peduli ke mana kita akan pergi yang jelas sekarang aku ingin pergi dari tempat ini sekarang juga, titik!!! Cepat lakukan!!!” teriak Taeyeon dengan nada yang kesal.

Ne…ne…ne… Agasshi.”

Lalu Baekhyun langsung menyalahkan mobilnya dan dia langsung mengendarai mobilnya sesuai dengan keinginan Taeyeon. Diperjalanan Taeyeon hanya diam tak bersuara di samping Baekhyun, sambil tatapannya melihat keluar jendela. Tatapan matanya terlihat kosong dan bercampur sedih saat tak sengaja dilihat oleh Baekhyun.

Dengan nada yang berhati – hati Baekhyun berkata kepada Taeyeon.

Agasshi, apakah anda baik – baik saja? Haruskah kita kembali lagi ke sana?”

Taeyeonpun lalu menolehkan wajahnya untuk melihat Baekhyun. Pria itu  langsung gugup saat dilihat oleh Taeyeon dengan tatapan yang sinis.

Sirheo!!! Jangan harap kau boleh balik ke sana, arasseo! dan jangan kau menanyakan itu lagi.”

“Ta-tapi, Agasshi ?”

“Sudah aku bilang jangan mempertanyakan itu lagi. Apakah kau tak mengerti ucapanku?” dengan tatapan yang sama.

Ne..ne… Araseumnida.” balas Baekhyun dengan wajah yang sedikit takut akan kemarahan nonanya.

“Bagus, lakukan apa yang aku perintahkan padamu. Jangan bertanya apa pun kepadaku karena aku tidak suka orang yang suka ikut campur masalah orang lain, paham?”

“Ye… Agasshi,  Araseumnida.” balasnya dengan menganguk – anggukan kepalanya.

~~~ooo~~~

 

Tak berapa lama kemudian terdengarlah suara deringan telefon.

“Kring…kring…kring …”

Ternyata asal suara itu ber-asal dari dalam saku mantel Taeyeon. Gadis berambukal itu lalu mengangkat telepon tersebut.

Yeoboseyo…

“Taeyeon-ah, di mana kau sekarang?” tanya seseorang dari balik telepon itu.

“Entahlah aku juga tidak tahu? Yang jelas aku baik – baik saja, Appa.”

“Kau pergi dengan siapa? Tadi Leeteuk melihatmu sedang bergandengan tangan dengan seorang Namja dan berlari keluar dari rumah, apakah benar?” tanya Tuan Kim dengan dana menuduh.

Ne, Appa.  Aku berlari keluar dan pergi dari rumah dengan Namja-chingu ku.” sSambil melirik ke arah Baekhyun dengan tersenyum.

Seketika mobil yang dikendarai oleh Baekhyun berhenti secara tiba – tiba saat Taeyeon memangil dirinya dengan sebutan Namja-chingu-nya.

 

“Appa, aku tutup teleponnya dulu ya, nanti aku hubungi lagi.

 

Setelah menutup telepon gengamnya Taeyeon lalu melirik ke arah Baekhyun yang masih terlihat kaget.

Yah! Michyeosseo!  Kau bisa membuatku mati mendadak bila kau sering melakukan itu, ara!” ucap Taeyeon dingin.

“Ta-tapi, Agasshi, aku ini bukan kekasihmu, aku ini hanya seorang supir yang menggantikan posisi ayahku yang sedang dirawat di rumah sakit.”

“Lalu, memangnya kenapa? Terserah aku mau berkata apa kepada ayahku? Lagian ini mulut – mulutku jadi itu terserah aku. Memangnya aku sudi menjadi kekasihmu, hahaha !!! Jangan bermimpi kau bisa menjadi kekasihku.”

“La-lalu kenapa, Agasshi  berkata seperti itu di depan sajangnim?”

“Apakah kau lupa kalau aku sudah pernah memberitahumu, jangan pernah bertanya apa pun kepadaku. Apakah kau lupa, hah?”

Coesonghamnida, Agasshi. Coesonghaeyo…” sambil menundukan kepalanya sesaat untuk meminta maaf lalu menatap Taeyeon kembali.

“Kalau begitu, apa yang sedang kau lakukan sekarang ?” sambil balik menatap kedua mata Baekhyun.

“Eh…?”

“Cepat jalankan mobilnya! Kenapa kau selalu melamun di hadapanku? Apakah ada sesuatu di wajahku?” tanya gadis itu sinis.

Taeyeonpun lalu menengokan wajahnya di depan sepion mobil. Baekhyun pun tanpa sadar pandangannya melirik ke arah Taeyeon namun Taeyeon mengetahuinya dan dia pun berkata dengan nada yang dingin tapi dengan sedikit nada mengancam.

“Lihatlah ke depan jalan, jangan menatap diriku terus. Aku tahu kalau aku ini mempesona di matamu tapi kau harus tahu nyawaku sekarang ada di tanganmu. Jadi menyetirlah dengan benar dan hati – hati. Kalau sampai kejadian saat tadi terulang lagi yang kedua kalinya dan terjadi sesuatu kepadaku, Akan kubuat kau menyesal disepanjang hidupmu!”

Mendengar itu, Baekhyun pun lalu membuang tatapannya dari Taeyeon dan dia langsung memfokuskan arah pandangannya ke depan jalan.

~~~ooo~~~

 

Pov  Baekhyun

 

Mimpi apa aku semalam? Hari pertama aku kembali ke Seoul aku harus menggantikan posisi ayahku menjadi supir pribadinya. Sifatnya sangat bertolak belakang sekali dari cerita, Appa ? Apakah, Appa berbohong padaku agar aku mau menggantikan posisinya? Tapi itu tidak mungkin, mana mungkin ayahku sendiri menjerumuskan anaknya.

Dia pun juga sudah berubah. Tidak seperti 10 tahun yang lalu saat kita bertemu untuk yang pertama kali. Wajahmu terlihat tambah cantik dan manis. Tapi aku merasa lega karena kau sudah tidak secengeng seperti dulu. Kau sudah tampak tegar dan mandiri sekarang, meskipun sifatmu sedikit kasar namun tidak apa – apa selama kau tidak menangis lagi seperti 10 tahun yang lalu.

~ End ~

~~~ooo~~~

 

~ 3 Jam kemudian ~

 

Tak terasa sudah hampir tiga jam mereka berdua berputar putar mengelilingi kota Seoul. Dan juga hampir tiga jam pula Taeyeon hanya diam terduduk sambil melihat pemandangan dari dalam mobilnya. Tak lama Baekhyun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana diantara mereka.

A-agasshi… kita sudah hampir tiga jam berkeliling, apa lebih baik kita…”

Belum sempat Baekhyun menyelesaikan ucapannya Taeyeon langsung memotongnya dengan wajah yang dingin.

“Aku ingin pergi ke pantai. Tolong bawa aku kesana.”

Ye… Araseumnida.”

Lalu Baekhyun pun mengantarkan Taeyeon ke tempat yang ingin dia kunjungi. Setibanya di sana Taeyeon langsung melepaskan high hell’s-nya saat berjalan di atas gundukan pasir yang saat ini menyentuh lembut telapak kakinya.

Baekhyun lalu mengikuti Taeyeon dari belakang. Taeyeon tetap terdiam sambil berjalan menuju deburan ombak yang sekarang membasahi telapak kakinya. Kedua mata Taeyeon menatap jauh ke arah laut. Tak berapa lama gadis itu berkata kepada Baekhyun.

“Byun-ssi… tolong bawakan aku minuman, sepertinya tengerokanku rasanya kering.”

Ne… Agasshi, saya akan membawakan minuman untuk anda.”

Saat Baekhyun hendak beranjak dari sana tiba – tiba Taeyeon memanggilnya lagi. Baekhyun pun lalu menghentikan langkahnya dan tubuhnya menghadap kembali ke arah Taeyeon.

Gomawoyo,  Byun-sii dan Mianhaeyo  sudah membuatmu repot sepanjang hari ini. Mungkin ini hari pertama dan terakhir aku akan merepotkanmu. Sekali lagi aku ucapkan Kamsahamnida.” kata Taeyeon sambil menyungingkan senyuman terbaiknya kepada Baekhyun.

~~~ooo~~~

 

Di tengah perjalanan Baekhyun selalu memikirkan Taeyeon. Dia merasa aneh karena ucapan yang baru saja diucapkan Taeyeon seperti bukan seperti dirinya yang tadi. Terukir jelas di kedua matanya kalau taeyeon itu memendam kesedihan walaupun dia menyungingkan senyuman kepada dirinya tapi Baekhyun tahu kalau sebenarnya dalam hati Taeyeon itu sedang menangis. Tapi dia tidak tahu kenapa Taeyeon bisa begitu sedih.

Seolma? Andweyo! Tidak mungkinkan dia melakukan hal yang sama seperti 10 tahun yang lalu?”

Tiba – tiba langkah kaki pemuda itu terhenti lalu dia menolehkan kepalanya ke belakang dan dia pun  langsung berlari dengan sepenuh tenanganya untuk kembali lagi menyusul Taeyeon ke tepi pantai.

~~~ooo~~~

 

~ Flash back 10 tahun yang lalu ~

 

Terlihat ada sesosok gadis kecil sedang termenung di tepi jembatan sambil memandang air danau yang tenang dari atas jembatan tersebut. Dan tak berapa lama kemudian sang gadis kecil itu pun mulai menangis terisak – isak tanpa alasan yang jelas.

Dan dari kejauhan tak sengaja ada seorang anak kecil laki – laki yang umurnya tak jauh beda dengan gadis kecil tersebut sedang melihat ke arahnya. Anak kecil laki – laki itu terlihat sedih saat melihat gadis kecil itu sedang menangis terisak – isak di atas jembatan tersebut.

Saat anak laki – laki itu hendak mendekati gadis kecil itu tiba – tiba gadis kecil itu langsung naik ke atas tiang jembatan tersebut. Anak laki – laki itu pun langsung berlari dengan cepat ke arah gadis kecil itu. Dan saat gadis itu siap melompat ke dalam danau tersebut. Lengan gadis kecil itu sudah ada di dalam cengkraman anak laki – laki itu.

Namun keseimbangan anak laki – laki itu pun goyah karena tidak kuat menahan berat badan sang gadis kecil itu dan akhirnya mereka pun jatuh ked alam danau bersama – sama. Untungnya sang anak laki – laki bisa berenang sehingga dia bisa membantu gadis kecil itu sampai ke tepi danau dengan selamat.

Tak berapa lama kemudian gadis kecil itu pun sadar dari pingsannya. Saat gadis kecil itu membuka matanya dia melihat ada sosok laki – laki yang sepantaran dengan dirinya dengan tubuh yang basah kuyub.

“Sekarang, aku ada dimana? Apakah ini surga?” tanya gadis kecil itu dengan wajah polosnya.

“Bodoh!!! Apa yang kau lakukan tadi? Kau bisa saja mati saat itu. Apakah kau tahu?”

“Jadi, aku masih hidup, ya.” balas gadis itu sambil bangun dari berbaringnya.

“Apa? Masih hidup? Harusnya kau bersyukur karena aku sudah menolongmu?” imbuhnya kembali.

Kamsahamnida, karena kau sudah membantuku tapi aku akan lebih bersyukur lagi kalau kau tidak menolongku.”

Mwo ? Mweorago?” balas anak laki – laki itu dengan wajah yang bingung.

Lalu gadis kecil itu pun berdiri di hadapannya dengan kedua mata yang berkaca – kaca.

Ne! Harusnya kau biarkan aku mati saat itu juga! Aku tidak mau hidup lagi didunia ini. Tidak ada yang menginginkanku di sini jadi untuk apalagi aku di sini. Aku ingin menyusul Eomma ku ke surga sana!” sambil berteriak.

Kemudian gadis itu membalikkan tubuhnya dan berlari kembali ke arah danau untuk melompat lagi ke dalam, namun anak laki – laki itu langsung memeluknya dari belakang sebelum dia hendak melompat kembali kedalam danau.

Yak!!! Michyeosseo!!”

Ye…! Naega Michigesseo!!!  Jadi lepaskan aku!” teriaknya.

Gadis kecil itu mulai meronta – rontakan tubuhnya namun anak laki – laki itu melakukan sebaliknya dia malam mempererat pelukannya dan menarik tubuh gadis kecil itu menjauh dari tepi danau.

“Kamu tidak boleh mati did epan mataku.”

“Apa hakmu berkata itu padaku, hah!” jerit gadis kecil itu kembali.

“Karena aku membutuhkanmu ada di dalam dunia ini.”

Gadis kecil itu tercengang saat mendengar pengakuan yang baru saja ia dengar. “Mwo?”

Seketika gadis kecil itu pun berhenti meronta – ronta.

“Apa maksud perkataanmu barusan itu?” tanya gadis kecil itu lagi

“Aku ingin kau tetap hidup. Aku memerlukanmu untuk tetap hidup di dunia ini, jadi kumohon buang jauh – jauh niat burukmu itu.”

“Tapi, tak ada yang menginginkanku di sini?”

“Kata siapa? Aku menginginkanmu. Aku ingin kita bertemu lagi suatu hari nanti. Tapi bukan keadaan yang seperti ini.”

“Apakah kita akan bertemu lagi? Kalau tidak bagaimana?” tanya gadis muda itu ragu.

“Aku akan mencarimu dan mendatangimu saat waktu itu tiba, jadi kau harus tetap hidup sampai hari itu tiba, arasseo?” imbuhnya kembali.

Ne, arayo. Yaksok ?” ucap gadis kecil itu sambil memberikan jari kelingkingnya di hadapan anak laki – laki itu.

Ne, Yaksokhae.” sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking gadis kecil itu.

~ Flash back end ~

~~~ooo~~~

 

Pov  Taeyeon

 

Sepertinya ini hari terakhirku dapat melihat matahari bersinar. Seandainya aku pergi sekarang pun tidak ada yang menangisiku. Dan saat ini juga rasa sakit yang ada di dalam hati akan hilang dan aku tidak akan merasakan sakit ini lagi selamanya. Jadi aku tidak akan menyesal untuk melakukan ini. Keputusanku benarkan, Eomma? ucap Taeyeon sambil mengadahkan kepalanya ke atas langit.

Tanpa terasa airmata yang aku tahan sedari tadi akhirnya mengalir begitu saja di kedua pipiku. Aku pun mulai berjalan perlahan – lahan masuk ke dalam derasnya deburan ombak dan sekarang sudah berjalan cukup jauh dari tepi pantai. Deburan ombak pun semakin lama semakin membuatku terombang ambing hingga tak terasa sekarang air laut itu sudah menutupi sampai ke leherku.

Sesekali wajah ku terkena cipratan dari deburan ombak itu tapi aku tidak peduli. Aku malah mempercepat langkah kakiku untuk masuk lebih dalam dan sampai akhirnya air laut itu yang hampir menutupi atas kepalaku dan setelah itu diriku mulai menutup kedua mataku perlahan – lahan dengan tubuh yang terombang – ambing tidak berdaya oleh deburan ombak.

~ End ~

~~~ooo~~~

 

Setibanya di sana Baekhyun terkejut saat melihat tubuh Taeyeon sudah berada di tengah laut. Dia langsung berlari sambil melepaskan jas bajunya dan meleparkannya kesembarang tempat dan Baekhyun mulai menyelam untuk menolong Taeyeon.

Saat Baekhyun sudah berada di tengah – tengah laut, dia sulit untuk menemukan tubuh Taeyeon karena ombak saat itu sangat tinggi. Tapi Baekhyun tidak menyerah dia tetap berusaha menyelam lebih dalam lagi untuk mencari Taeyeon.

Agasshi!!! Agasshi!!! dimana kau!!!” teriak Baekhyun tapi tidak ada jawaban dari Taeyeon.

Baekhyun lalu menyelam kembali ke dalam laut dan akhirnya perjuangan Baekhyun terkabulkan, ia melihat ada sosok Taeyeon yang sedang terombang – ambing tak perdaya di dalam sana. Baekhyun pun lalu menarik lengan Taeyeon lalu membawanya ke atas permukaan untuk bernapas. Setelah itu Taeyeon, di tarik oleh Baekhyun ke tepi pantai.

Agasshii !! Agasshi !!! Yak !!! Taeyeon-ssi!!! Aadarlah!!!” sambil menepuk – nepuk pelan kedua pipi Taeyeon tapi gadis itu tak kunjung siuman.

Tiba – tiba Taeyeon berhenti bernafas. Baekhyun pun langsung panik dan tubuh Taeyeon dibaringkan di atas pasir yang basah karena terkena deburan ombak. Setelah itu Baekhyun tampa berfikir panjang dia langsung melakukan CPR  kepada Taeyeon.

Baekhyun berusaha sekuat kemampuannya untuk menyelematkan Taeyeon dia tidak kenal lelah memompa terus jantung Taeyeon agar bisa berdetak kembali dengan menekan – nekan atas dada Taeyeon dan sesekali dia melakukan juga pernapasan buatan.

10 menit sudah berlalu tapi Taeyeon tak kunjung memperlihatkan respon, tenaga Baekhyun pun mulai melambat dia mulai kehilangan tenanganya sedikit demi sedikit namun dia tak pantang menyerah dia tetap berusaha untuk bisa menyelamatkan Taeyeon.

Tiba – tiba gadis itu sadar sambil batuk mengeluarkan air laut yang sudah dia telan dari dalam laut tadi. Taeyeon mulai membuka kedua matanya perlahan – lahan. Saat ia membuka kedua matanya, Taeyeonlalu melihat sosok samar – samar di hadapannya namun lama – kelamaan sosok itu kemudian terlihat jelas.

“Byun-ssi, apakah itu kau?”

Agassih, kau sudah siuman? Syukurlah.” ucap Baekhyun sambil jatuh terduduk lemas di samping Taeyeon yang masih berbaring.

“Apakah aku sudah berada di surga sekarang?” tanya Taeyeon.

A-ani… aniya…Agasshi, anda masih ada di dunia. Tadi jantungmu sempat berhenti selam 10 menit untung aku terus-menerus melakukan CPR kepadamu.”

Taeyeon lalu bangun dari berbaringnya setelah itu dia duduk sambil kedua matanya memandang deburan ombak yang berada di laut sana.

“Byun-ssi, harusnya kau jangan pernah menolongku. Aku ingin sekali segera bertemu dengan Eomma. Padahal sebentar lagi aku akan sampai ke sana tapi kenapa kau menghancurkan semua rencanaku,hah!” kata Taeyeon dengan beteriak sambil menatap Baekhyun dengan berurai air mata.

Agasshi …

“Harusnya kau jangan pedulikan aku! Anggap saja aku tidak ada! Sudah aku bilang kalau kau jangan pernah mencampuri urusanku! Aku tak butuh belas kasihanmu!!! Harusnya kau biarkan aku mati saat itu juga!!!” sambil menangis terisak – isak.

Agasshi…

Baekhyun pun lalu mendekatkan dirinya ke hadapan Taeyeon lalu tubuh gadis itu di tariknya ke dalam dekapannya.

“Aku menyesal sudah membuat dirimu menangis, Taeyeon-sii. Seharusnya aku datang lebih awal di hadapanmu.” ucap Baekhyun dengan suara yang pelan sambil tetap memeluk Taeyeon yang sedang menangis terisak – isak di dalam pelukannya.

~~~ooo~~~

 

Tak berapa lama kemudian Taeyeon melepaskan pelukannya Baekhyun. Kemudian dia mulai berlari dengan cepat ke arah deburan ombak. Baekhyun  langsung mengejarnya dan menarik lengan Taeyeon untuk berhenti.

“Lepaskan… lepaskan… tanganku!!!” teriaknya

Sirheo!!!”

Mwo?! Mweorago?”

Maldo Andwae! Aku tidak akan pernah melepaskan gengaman tanganku terhadapmu.” balasnya lantang.

“Yah! Kau sudah berani kurang ajar kepadaku ya?”

Namun sayangnya gertakan Nonanya tak membuat gentar dirinya. “Aku tidak peduli dengan perkataanmu, yang jelas aku tidak akan membiarkanmu mati di depan kedua mataku! Ka u bisa menceritakan semuanya kepadaku apa yang kau rasakan. Aku akan setia mendengarkannya.”

“Yah, kau jangan sok jadi pahlawan di hadapanku. Aku tidak butuh belas kasihan darimu, camkan itu! Lagian tidak ada yang ingin mendengarkan apa yang aku rasakan. Aku sudah biasa dengan itu. Seandainya aku mati pun mungkin tidak ada juga yang menangisiku.”

Tanpa terasa kedua mata gadis muda itu merasa panas dan perih yang amat sangat dan mengalirlah setitik buliran air mata dari sudut kedua matanya yang sekarang buliran airmata itu sudah membasahi kedua mata Taeyeon.

Melihat Taeyeon menangis Baekhyun lalu menaruhkan kedua telapak tangannya dan kemudian kedua jari jemari Baekhyun menghapus dengan lembut airmata yang telah menetes di kedua pipi Taeyeon.

“Keluarkanlah semua keluh kesahmu kepadaku. Aku akan setia mendengarkannya.”

Igeo mwoyeyo? Museun soriya? Apakah kau sadar apa yang baru saja kamu katakan padaku?” sengen suara yang bergetar sambil memandang lekat – lekat kedua mata lawan bicaranya.

“Aku sadar dengan apa yang baru saja aku katakan padamu. Jadi ceritakanlah semuanya kepadaku, aku akan mendengarkannya. Arasseo?” balas Baekhyun sambil tersenyum.

Tak lama gadis itu menganguk – angguk kepala memberi tanda kalau dia setuju dengan ucapan Baekhyun.Taeyeon pun lalu mulai bercerita tentang masalahnya dengan ayahnya dan tunanganya yang sama sekali tidak dia cintai dan lebih parahnya lagi dia akan menikah bulan depan dengan orang tersebut.

“Lalu apa yang akan, Agasshi  lakukan sekarang? Lebih baik kita kembali dan setelah itu anda mencoba memberitahukan kenapa Agasshi tidak bisa meneruskan perkawinan ini.”

“Aku sudah mencobanya namun hasilnya nihil, aku tidak bisa meluluhkan hati ayahku sendiri.” taeyeon hanya bisa menghelakan napas yang panjang.

“Seandainya aku bisa membantumu aku akan melakukan apa pun untuk itu.” kata Baekhyun sambil menatap Taeyeon.

Taeyeon lalu membalas tatapan Baekhyun sambil mengenggam kedua tangan Baekhyun dengan wajah yang serius.

“Kau bisa membantuku dan hanya satu cara agar rencanaku berhasil. Apakah kau mau melakukannya untukku?”

“Kalau aku bisa, aku bersedia melakukannya, Agasshi.” Sahutnya.

Jinjja ?”

Ne…” seraya mengangguk

“Jalan keluarnya hanya ada satu.”

Apa itu, Agasshi ?” tanya Baekhyun dengan nada yang penasaran.

Taeyeon pun lalu membalas pertanyaan Baekhyun dengan tersenyum simpul.

Jeorang gyeolnunhae julaeyo. Ayo kita menikah. Menikahlah denganku. Hanya itu satu – satunya cara agar aku bisa membatalkan pernikahanku dengannya.”

Ne… Eeh.. !!!” teriak Baekhyun kaget dengan kedua matanya yang terbelalak sambil menatap wajah Taeyeon tidak percaya.

~ TBC ~

~~~ooo~~~

Aloha… ketemu lagi sama Phiyun disini , hehehe 😀

Aku bawa fanfic baru lagi nih. Mudah – mudahan kalian gak bosen ya sama ff yang ku buat kali ini, hiihhii ^^

Rencananya fanfic kali ini aku mau buat dua seri atau gak tiga seri. Oh iya bagaimana menurut kalian ceritanya ? maaf ya kalau ceritanya aga gaje gini, maklum mimin-nya lagi galau buat  nulis ulang cerita ini…

{curhat sedikit ya ^^}

awalnya aku mau remake lagi cerita ff yang dulu pernah aku publish disini yang judulnya i don’t care , who u are. Tapi entah kenapa aku gak dapet feelnya saat mengedit cast didalamnya jadi terciptalah cerita baru dengan judul yang sedikit aku rubah… 😀

Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya buat bahan priviewan penulis nantinya. Semakin banyak para reader’s yang meminta kelanjutannya maka aku akan secepatnya juga mengupdate cerita selanjutnya.

Gomawo ^^

Advertisements

27 thoughts on “I Don’t Care! [Chapter 1]

  1. Annyeong thorr, aku orang yg td komen di ff ini chap 2 hehe. Aku bacanya mundur -,-” miaan karna aku lg liat2 web buat baca ff yg baru trus muncul blog ini, pas aku klik yg muncul yg chapter 2 dulu jd bacanya mundur -_-” miaan. Yg jls aku suka ff authorr, feel baek jd org yg tulus dapet aku suka.. Lanjut yaa authorr, figthing ^^~~

    Liked by 1 person

  2. Feel nya dapet deh sedih bisa terbawa suasana, kesian deh Baek, *ckckck* aku tunggu part selanjutnya ya . Penasaran,greget abisnyansama sikap Taeng disini:3

    Liked by 1 person

    • Taeyeonnya baru inget dikit sama sama byun, hehhe 😀
      makasih loh dah mampir kesini n komennya, di tunggu aja ya part 2nya coming soon
      selamat datang ya di sm fanfictions indo ^^

      Like

    • iya juga ya sifatnya taeyeon rada mirip sama pemeran my fair lady, aku juga baru engeh, hehehe 😀
      pastinya lanjut dong,,, Makasih ya udah mempir kesini n komennya ^^

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s