My First Kiss!

my-first-kiss

prllnrhmwt’s present

MAIN CAST :

Irene Bae (Red Velvet)

Song Minho (Winner)

SUPPORTING CAST :

Find it by your self

GENRE :

Romance || Fluff || Comedy

LENGTH :

Vignette (900+ words)

RATING :

PG-16

CREDIT POSTER :

Thanks to imjustagirl@dreamlanworld 😀 ^^

DISCLAIMER :

All cast belongs to God, their parents and themselves. But, this story is mine

***

Malam hari di kawasan villa di daerab Jeonju sangat ramai. Ah setiap harinya pun seperti itu. Tetapi, sekarang terlihat sangat ramai karena ada satu sekolah yang sedang berlibur di sana.

 

Seorang perempuan tengah asyik mengotak-atik ponsel berbentuk persegi panjang miliknya itu. Ia sedang memainkan sebuah game yang bernama ‘Angry Birds’. Perempuan itu memang menyukai game itu.

 

Saking asyiknya memainkan game bernama Angry Birds, beberapa orang yang sedari tadi memanggil namanya, ia hiraukan. Ah tidak. Ia hajya menjawab dengan kata, “Hmmm…” namun sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel tersebut. Tentu saja itu membuat geram orang yang memanggilnya. Sekali lagi, ia ti-dak per-du-li.

 

DORRR

 

Seorang laki-laki mengagetkan perempuan itu. Sayangnya, perempuan itu sama sekali tidak kaget. Perempuan itu malah berkata, “Aku tau itu, Mino-ya“.

 

Laki-laki bernama Mino itu mendengus. Setiap malam di villa ini, perempuan yang notabenenya adalah kekasihnya-walaupun mereka berbeda dua tahun-selalu saja seperti ini. Mengabaikannya. Siang harinya? Tergantung mood si perempuan.

 

“Ish, kau tidak pernah membuatku senang sama sekali,” Ucap Mino sambil duduk di sebelah perempuan itu.

 

“Waktu aku menerima cintamu, kau senang bukan?” Balas perempuan itu. Tentu saja dengan pabdangan yang masih fokus ke layar ponselnya.

 

“Irene noona…” Rengek Mino manja.

 

Perempuan bernama Irene mematikan ponselnya dan menaruhnya ke dalam saku jaketnya. Ia menoleh ke arah lelaki bernama Mino itu. Ia menopang dagunya dengan kedua tangannya.

 

Waeyo hum?” Tanya Irene. Lebih tepatnya godaan.

 

Mino mengikuti Irene. Menopang dagunya dan menjadikan tangannya sebagai penopang. Mereka bertatapan dan saling mengulum senyuman manis.

 

Anio. Kau lebih cantik jika seperti ini”. Ujar Mino dengan senyuman yang terus mengembang di bibirnya.

 

“Jadi maksudmu, kemarin-kemarin aku tidak cantik eoh?!”

 

Aniyaaa, bukan itu maksudku. Aish” Ujar Mino.

 

Irene mengalihkan pandangannya. Ia mengambil ponselnya yang tadi ia taruh di dalam saku jaketnya. Kalian pasti sudah tau apa yang ia lakukan, bukan? Memainkan game bernama Angry Birds lagi.

 

“Ish, noona-ya” Rengek Mino.

 

Ugh sungguh. Ia benar-benar kesal jika sifat kekasihnya yang kekanak-kanakkan sudah keluar.

 

Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit ngambek. Jika Mino salah bicara saja, Irene akan marah dan mendiamkam Mino selama beberapa hari. Paling lama satu atau dua minggu.

 

Joesongieyo. Irene-ah, Mino-ya, kita disuruh ke aula yang ada di villa ini. Kyojangnim ingin msngumumkam sesuatu”. Ujar seorang perempuan yang bernama Babysoul itu.

 

Irene bangkit dari duduknya dan menaruh ponselnya ke dalam saku jaketnya lagi. Begitu pula dengan Mino.

 

Jinjja?” Babysoul mengangguk.

 

Langsung saja Irene berlari mengikuti Babysoul dan meninggalkan Mino yang masih berdiri di tempat tadi.

 

Ya! Noona, jamkkanman-yo!

 

Sesampainya di aula yang ada di villa ini, Irene berdiri di sudut kiri ruangan. Bersama Mino tentunya. Mino membungkuk sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan.

 

“Kenapa kau disini?” Tanya Irene jutek sambil menatap layar ponselnya.

“Tak boleh? Arraseo,

 

Mino berjalan ke arah tempat lain. Tetapi, tangan Irene lebih cepat memegang lengan Mino dan menyebabkan ia harus memberhentikan jalannya. “Aish. Kau ini tidak peka sama sekali,” Gumam Irene sambil mempoutkan bibirnya. Mino berjalan mundur tanpa melepas tangan Irene yang bertengger di lengannya.

 

Annyeong haseyo”. Suara Kyojangnim memecah kebisingan yang ada di aula villa ini.

 

Semua siswa maupun siswi yang tadi asyik mengobrol langsung menatap Kyojangnim–kepala sekolah–

 

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa…”

 

CKKK

 

Tiba-tiba lampu di villa itu mati total. Keheningan yang tadi hadir di dalam aula itu hilang entah kemana. Semua siswa-siswi menjadi berisik. Tentu saja mereka bingung dan juga takut. Hampir semua siswa berlari-larian dan dorong-dorongan. Oh tentu saja itu sangat risih.

 

Sedangkan Irene dan Mino? Mereka hanya diam sambil berpegangan tangan. Irene menggigit bibir bawahnya. Sejujurnya, ia juga takut. “Eottokhae?” Tanya Irene. Mino tak menjawab.

 

Tak jarang Irene dan Mino terdorong dan hampir jatuh karena siswa atau siswi yang berlari-larian takut.

 

CUUPPP~~~

 

Tanpa sadar, Mino tak sengaja mencium bibir Irene. Seperti yang dikatakan tadi, mereka terdorong-dorong dan menyebabkan posisi mereka berhadapan dan tadi, ada seseorang yang mendorong tubuh Mino. Dan, ia pun tak sengaja mencium bibir Irene.

 

Irene membelalakkan matanya kaget. Ia masih belum sepenuhnya sadar sekarang. Mino tentu saja tak ingin menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Ia tekan tengkuk Irene untuk memperdalam ciuman mereka. Mino masih tak berani untuk melumat bibir Irene. Ia hanya membiarkan bibirnya menempel pada bibir Irene.

 

Irene sudah sepenuhnya sadar sekarang. Ia mendorong tubuh Mino agar bibir Mino lepas dari bibirnya.

 

“Apa yang kau lakukan eoh?!!!” Tanya Irene sambil berjalan mundur dan memegang bibirnya yang tadi habis dicium oleh Mino.

 

CKKK

 

Lampu di ruangan itu kembali menyala lagi. Semua orang yang tadi berlari-larian sekarang berhenti dan mengatur nafas mereka lega.

 

Irene memajukan langkahnya dan memberikan Mino pukulan yang bertubi-tubi. “Ya! Apa salahku, eoh?” Tanya Mino polos.

 

“Kau telah mencuri first kissku! Seharusnya bibirku ini masih suci sampai aku menikah nanti! Dan gara-gara kau tadi, bibirku sudah tidak suci lagi!!!” Irene terus memberikan pukulan yang bertubi-tubi pada Mino sehingga membuat beberapa siswa melihat ke arah mereka.

 

Mino tersenyum geli melihat kelakuan kekasihnya yang menurutnya sangat kekanak-kanakkan itu. Padahal, Irene lebih tua daripada Mino. Tetapi sifatnya masih saja seperti anak kecil. “Ya! Mana aku tau, eoh! Lagipula, aku ‘kan memang akan menjadi suamimu nanti,” Irene tak memperdulikan ucapan Mino itu. Ia terus memukul-mukul tubuh Mino.

 

Tak ada jalan lain selain berlari, menurut Mino. Dan akhirnya, ia pun berlari ke luar dari ruangan itu. Irene melepas sepatu yang ia pakai dan melemparkannya ke arah Mino. Setelah itu, Irene berlari ke luar ruangan ini untuk mengejar Mino.

 

 

END

 

Annyeong haseyo!!! 😀 ini fanfic debut saya di wordpress ini :3 Heheehe,, maaf aja kalo jelek + absurd -,- saya emang ga jago pake banget kalo bikin fanfic XD hehehe, udah ya, ditunggu yo RCL nya 😀 heehehe 😀 ThankYou!

Advertisements

One thought on “My First Kiss!

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s