Voodoo Doll [Chapter 1]

v4

|| Title: Voodoo  Doll || Author: Phiyun || Genre: Romance, Sad, Fantasi, Songfic, Hurt || Cast: || Leo ( VIXX ) || Krystal  F(X) || Sulli F(X) || Choi Minho ( Shinee ) || Member suport  : VIXX  , Shinee & F(X) ( Cameo ) || Thema Song : Voodoo Doll ( VIXX) & Another Parting (Melody Day)

 

 Chapter sebelumnya : Teaser

*** Happy  Reading ***

~ Summary ~

 

Ketika cinta dihadapi oleh dua pilihan

 

Pilihan pertama

Hanya bisa melihatnya saja tapi tidak bisa berbuat apa – apa

 

Pilihan kedua

Bisa menjaganya, melindunginya, berbicara padanya

Bahkan disisinya walaupun hanya sesaat

Tapi kamu harus membayarnya dengan mahal

 

***

 

Bukan dengan uang dan harta yang kamu punya

Tapi dengan nyawamu

 

Jadi mana yang akan kamu pilih ?

 

~~~ooo~~~

 

 

~ 30 Nopember 2014 ~

 

Dari kejauhan terlihat seorang yeoja yang cantik keluar dari gerbang pintu rumah dan disusul oleh seorang namja  yang tampan yang berpostur tubuh tinggi yang sedang menarik lengan yeoja  tersebut agar yeoja itu tidak pergi darinya.

 

Wajah yeoja itu terlihat tidak bersahabat saat berhadapan dengan namja itu. Tapi sebaliknya ekspresi yang diperlihatkan oleh namja itu terlihat sangat mengkhawatirkannya. Lalu mereka berduapun mulai bertengkar hebat.

 

“Lepaskan!!!”

“Krystal tolong sekali ini saja kamu mendengarkan ucapanku. Ini untuk kebaikanmu juga.”

“Apa ? Kebaikan ku? Kau sudah gila! Aku tidak mau mendengar ucapanmu lagi!”

“Krystal, jebal …”

“Meskipun kau memohon padaku bahkan bersujud dihadapanku. Aku tetap tidak akan melakukan itu!”

 

Namja  itu mulai memegangi kedua bahu Krystal agar dia bisa lebih dekat lagi saat berbicara dengannya. Tapi sekarang nada bicara namja  ini mulai menegaskan ke Krystal.

“Krystal, dia tidak baik dan tidak pantas untukmu. Dia hanya ingin mempermainkan perasaan mu saja. Aku lebih tahu dia dari pada kamu!”

 

“Apa ! Maksudmu itu Minho ? Apa hak mu sehingga kamu berkata kalau dia tidak baik dan tidak pantas untuk ku? Siapa kamu ? Kita berdua ini tidak ada ikatan sama sekali jadi kamu jangan pernah mengatur kehidupanku. Dan satu lagi yang bisa menentukan siapa yang baik dan pantas untuk bersama dengan ku adalah diri ku sendiri, bukan kamu Leo !”

 

“Aku memang bukan siapa – siapa kamu , tapi aku sangat peduli terhadap dirimu.”

 

Sambil menatap kedua mata Krystal lekat – lekat.

 

“Leo apa kamu mencintai aku ?”

 

Tangan Leo mulai perlahan – lahan turun dari kedua bahu Krystal dan dia mulai menjauh dari Krystal tanpa berkata apapun. Dan itu membuat Krystal semakin gusar melihat Leo.

 

“Jadi maksud mu apa terhadapku? Kamu tidak mengijinkan aku dekat dengan Minho sedangkan kamu? Kamu selalu dikelilingi oleh banyak yeoja di sekitarmu. Ini tidak adil untukku !” Teriaknya.

 

“Jadi kamu mau aku melakukan apa agar kamu mendengarkan ucapanku ?” ucap Leo dingin sambil menundukan kepalanya lalu menatap Krystal kembali.

 

“Apa yang aku inginkan? Aku ingin kamu menghilang dari hidupku. Semenjak kamu hadir dalam kehidupku,  hidupku mulai berubah drastis aku tidak suka dengan keadaan ku sekarang. Jadi kumohon menghilanglah dari kehidupanku bahkan untuk selamanya!!!”

Saat Krystal berkata seperti itu terhadapnya. Leo langsung menatap kearah Krystal dengan serius.

 

“Apakah kamu serius ingin aku menghilang dalam kehidupanmu?”

“Iya. Apakah kamu mampu mengabulkan permintaan ku ?” Tantang Krystal.

“Baiklah kalau itu keinginanmu akan aku lakukan, semoga kamu bahagia dan jaga kesehatan mu saat aku tidak ada bersama mu.” Dengan nada yang dingin.

 

Lalu pergilah Leo dari hadapan Krystal. Krystal hanya dapat terpaku saat punggung Leo semakin lama semakin jauh dan menghilang dari jangkauan penglihatannya.

 

“Leo ! Babo-yah !!!” Teriak Krystal.

 

“Kenapa kamu semudah itu melakukan apa yang aku ucapkan. Apakah kamu tidak tahu kalau aku cemburu saat aku melihat kamu bersama wanita lain. Aku mencitaimu Leo bukan Minho. Apakah kamu tidak tahu ? Atau memang benar kata orang – orang tentang dirimu kalau hatimu itu terbuat dari batu ?”

 

Tanpa  terasa air mata yang dia bendung pun menetes di kedua pipinya. Krystal tidak dapat  mengontrol dirinya lagi dan dia mulai menangis terisak – isak dan dia pun jatuh terduduk lemas di jalan beraspal sambil tetap menangisi ke pergian Leo.

 

 

It’s getting farther away

 It’s getting hotter

 It’s tears

 It’s a farewell

I fall down and tears start to fall, goodbye

 

~~~ooo~~~

 

 

Hari semakin lama semakin malam. Krystal masih tetap duduk termenung di depan pintu gerbangnya. Entah apa yang ada di fikirannya sekarang? semuanya tercampur aduk disana. Dia masih tetap menatap kosong jalan yang dilalui oleh Leo.

 

Apabila dia mengingat itu air matanya yang awalnya sudah mengering di kedua pipinya, Air matanya itu mulai mengalir lagi di kedua pipinya dan membasahi pipinya lagi. Dia merasa menyesal karena sudah berkata kasar pada Leo saat itu.

 

Tiba – tiba keluarlah wanita paru baya dari dalam rumah Krystal dan wanita paru baya itu langsung menghampirinya.

 

Agashii , ada apa denganmu ? Mari saya bantu agashii  berdiri.”

 

Lalu Krystal dibantu oleh pembantu rumah tangganya masuk kedalam rumah. Krystalpun di bawa oleh wanita paru baya itu ke ruang tamu dan Krystalpun dibantu juga duduk disana, dengan cekatan wanita paru baya itu mengambilkan gelas berisi air mineral untuk diberikan oleh Krystal.

 

Krystal masih tetap diam membisu, itu membuat wanita paru baya itu tambah khawatir. Dia ingin bertanya lagi pada Krystal tapi dia tidak enak bila menanyakan pertanyaan yang sama padanya. Wanita paru baya itu hanya dapat berdiri disamping Krystal untuk menemaninya.

Beberapa saat kemudian Krystal berkata pada wanita paru baya itu. Dengan suara yang masih agak bergetar.

 

Ajumma , maaf bila membuatmu khawatir. Aku tidak apa – apa kok, ajumma bisa pulang sekarang.”

“Apakah agashii  yakin , tidak apa – apa bila saya tinggalkan? ”

NeAjumma, gwenchana.”

Agashii , makan malamnya sudah saya siapkan di meja makan nanti kalau agashii  memerlukan sesuatu agashii  bisa menghubungi saya kapan saja.”

Ajumma ,gomawo.” Sambil tersenyum tipis.

***

 

Pergilah wanita paru baya itu dan tinggal Krystal saja sendiri di dalam rumah. Di dalam hatinya Krystal mulai merasa ada sesuatu yang hilang. Dia baru menyadarinya bahwa kehidupannya kembali seperti dahulu.

 

Kehidupan yang sepi, tidak ada seorangpun yang ada disisinya sekarang. Biasanya dia selalu ditemani oleh Leo disini. Dirumah yang besar ini yang hanya di huni oleh satu orang saja yaitu dirinya sendiri.

 

Tapi saat Leo datang di kehidupannya, Krystal merasakan sesuatu yang berbeda di kehidupannya. Hidupnya terasa lebih berwarna dan dia tidak merasakan kesepian lagi. Leo adalah anak teman dari pembisnis ayahnya. Ayahnya Krystal adalah pembisnis yang sukses tapi dia selalu tidak ada waktu untuk menemani dirinya.

Sekarang Krystal hanya sendirian di dalam rumah yang mewah dan megah dan apapun ada disini tapi satu yang tidak ada disini adalah cinta dan kasih sayang.

Krystal seperti kembali ke dalam sangkar emasnya. Dan dia merasa dia tidak akan bisa kembali lagi seperti saat itu. Karena orang yang membuatnya bisa keluar dalam sangkar emasnya itu sudah pergi meninggalkannya karena ucapan bodohnya sendiri.

Dan sekarang dia hanya bisa menyesali atas ucapannya saat itu pada Leo. Krystal mulai menyalahi dirinya sendiri mengapa ucapan dan keinginannya tidak sama pada saat itu.

Mungkin rasa cemburunya membutakan hatinya sehingga dia berkata begitu kasar pada Leo. Krystal hanya bisa menangis dalam penyesalannya.

 

 

It’s getting faint

 It’s all breaking down

 It’s falling down

 It’s love

You were my everything

 Now I have nothing

 

~~~ooo~~~

 

 

Di tempat lain ada seorang namja sedang berdiri didepan pintu gerbang Krystal. namja itu nampak bingung. Sesekali dia berjalan meninggalkan pintu gerbang Krystal namun tak berapa lama dia kembali lagi sambil tetap menatap jendela kamar Krystal dari luar pagar.

Tiba – tiba lamunan namja  itu buyar saat ada sesorang dari belakang yang menepuk bahunya dan memangil namanya.

 

“Hei… Leo sepertinya waktumu habis dan terbuang sia – sia demi dirinya ya ?”

“Tidak kamu salah Ravi, sedetikpun aku tidak pernah merasa waktu ku terbuang sia – sia demi untuk dirinya.”

“Tapi sayangnya sisa waktumu yang aku berikan terbuang begitu saja saat ini. Baiklah, ayo kita pergi sekarang. Kamu tidak lupakan?”

“Aku tidak pernah lupa dengan janji yang sudah aku sepakati kepada dirimu. Tapi kenapa dadaku terasa sesak dan sakit saat aku akan pergi meninggalkan dirinya saat ini?”

Langkah kaki Ravi seketika berhenti lalu dia menghampiri Leo dengan wajah yang serius.

 

“Apa ? Apa yang kamu rasakan ? Coba ulangi perkataanmu barusan ?”

“Dadaku terasa sakit dan perih seperti ada yang memukulnya dengan keras disini.”

“Semenjak kapan kamu merasakan itu?” Tanya Ravi lagi.

“Hampir seminggu yang lalu , memangnya apa yang sudah terjadi pada diriku ?”

A-ani… A-aniya… itu tidak mungkin ? Kamu tidak mungkin bisa merasakan itu?”

 

Ravi berkata sambil mengeleng – gelengkan kepalanya dengan tidak percaya.

 

“Sepertinya ada cara untuk mengatasi rasa sakit di hatimu itu.”

“Apa itu ? kalau itu bisa meredakan sakit ini akan aku lakukan.”

“Hanya ada satu cara, apakah kamu siap dengan semua yang akan terjadi nantinya?”

“Aku siap. Kalau terlalu lama aku merasakan ini , nampaknya aku akan semakin berat untuk meninggalkan Krystal. Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang ?”

Kemudian Ravi membalas perkataan Leo dengan menyunggingkan senyuman ciri khasnya kepada Leo.

 

“Aku akan menghapus semua memori mu bersama Krystal selama hidup mu.”

“Apa ? itu tidak mungkin ?”

“Hanya itu cara yang terbaik untuk bisa menyembuhkan rasa perih di dadamu itu!”

“Itu tidak mungkin karena aku melakukan sampai sejauh ini semuanya demi dirinya mana mungkin aku begitu saja melupakan Krystal dari ingatanku.”

 

“Untuk apa kamu mengingat dirinya , pada akhirnya juga lambat laun ingatanmu akan memudar dan kamu akan pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya  jadi kamu tidak akan merasa dirugikan bila melakukan keputusan ini saat ini juga.”

 

Leo langsung terdiam saat mendengar ucapan Ravi barusan saja. Dia merasa ucapan Ravi ada benarnya juga. Tapi apakah tidak ada jalan lain untuk dirinya. Haruskah dia membiarkan kenangannya bersama Krystal hilang begitu saja dari ingatannya. Hanya untuk menghilangkan rasa perih yang sangat menyiksa hatinya ini. apakah ini jalan terbaik ?

 

“Jadi apa keputusanmu sekarang ? Aku tidak bisa menunggu mu lebih lama lagi.”

 

Dengan ragu – ragu Leo berkata dan akhirnya Leo membulatkan keputusannya.

 

“Ke-keputusan y-yang k-k-ku pilih adalah…”

 

~ TBC ~

~~~ooo~~~

 

 

 

Haloo… Readers… ketemu lagi sama Phiyun disini . Semoga Readers tidak bosen ya dengan ff buatan ku ini 🙂

 

Kali ini aku buat cerita yang berbau fantasi gitu deh terinspirasi dari buku komik lama yang  judulnya min – min . tapi tenang alur ceritanya beda kok dari komiknya.  Hehehee XD

 

Oh iya Bagaimana cerita chapter 1 menurut kalian? Alur cerita kali ini aku buat saat sekarang tapi nanti di chapter selanjutnya aku buat cerita Flash Back Semoga readers tidak bingung ya saat membacanya  🙂

Fanfic ini pernah aku publish di blog pribadiku disini

 

Jangan lupa tinggalkan jejak ya untuk review-an penulis nantinya ya . Penasaran sama lanjutan ceritanya ? ayo jangan lupa berikan  komennya  biar secepatnya aku postingin kelanjutannya…

Khamsamida  ( ^-^)/

Advertisements

2 thoughts on “Voodoo Doll [Chapter 1]

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s