Freak Family

Freak Family #1

Author | Babyrosse | Tittle | Freak Family

Cast | Im Jessica | Oh Sehun | Kim Minseok | Lee Ji Eun

Genre | Family | Romance | Comedy

Rated | Teens | Length | Oneshoot

Disclaimer

Don’t bash…don’t be copycat …

Keep calm

Read and coment

This FF is sequel of this FF ^^

 

Enjoy your tea~

.

.

.

Lagi-lagi sensasi itu mendatangi Jessica, padahal mereka sudah lama bersama. Dia menatap punggung suaminya penuh kasih, ini sudah larut. Sepulang kerja tadi, suaminya langsung menuju ranjang… dia pasti sangat lelah.

Jessica tersenyum, dia juga harus tidur. Jika tidak dia bisa terlambat bangun. Jika dia terlambat bangun dia bisa kerepotan besok pagi.

“ Selamat ti~ “ …

“ Deg ! “ Jessica tersentak saat tahu-tahu Sehun membalikkan badannya. Sehun mengerjap-ngerjapkan matanya menatap istrinya yang tengah memperhatikannya.

Booya ? Kau belum tidur ? “ tanya Sehun mengusap pelan kening Jessica.

“ Oeh.. ? Aku akan tidur sekarang… “ kata Jessica cepat-cepat, entah kenapa dia cemas melihat Sehun yang lembut padanya.

Sehun melirik jam di nakas, “ …tak biasanya kau belum tidur jam segini ? Apa kau sakit… ? “ tanya Sehun lagi, menempelkan keningnya di kening Jessica.

“ A..aku tidak apa-apa ! “ jawab Jessica menarik selimut menutupi tubuhnya. Tapi terlambat dia sudah melihat Sehun yang tersenyum mesum kepadanya.

“ Yaakk… ?! “ terdengar teriakan protes Jessica saat Sehun menaikkan selimut menutupi mereka berdua. “ Be…besok kau harus kerja…. ! “

Dan malam yang panjang terlewati lagi……

.

.

.

.

“ Ji Eun tolong bangunkan kakakmu… ! “

“ Dia sudah bangun oemma… “

“ Sehun ! kalau kau tak bangun kita bisa telat ! “ teriak Jessica dari dapur, kedua tangannya sibuk membuat susu untuk putrinya. Sebentar kemudian dia melesat lagi ke kamar tidur membangunkan Sehun.

“ Aisshh… ini gara-gara kau, “ rutuk Jessica pada Sehun dia memakai seragamnya dengan asal tanpa sempat menata rambutnya lagi.

Oemma… “ sebuah kepala mungil melongok melalui pintu.

“ Oh..susumu ada di meja_kau ambil dulu sendiri nee… ? “ kata Jessica pada putri kecilnya Ji Eun. Ji Eun mengangguk kecil dan matanya menatap penasaran pada sang Ayah yang masih tidur.

Oemma kenapa kamarnya berantakan sekali ? “

Nee… ? “ Jessica baru sadar pakaiannya berserakan di bawah ranjang. “ Ahahaha…sudah kau minum dulu susu hmm… ? “ kata Jessica, menyambar semua pakaiannya di lantai sebisa mungkin.

Setelah yakin putrinya pergi, Jessica naik keatas ranjang bersiap menghakimi Sehun yang seenaknya menyerang dia.

“ Aisshh… ! Cepat banguuunn… ! “ Jessica mendorong-dorong tubuh Sehun agar dia terbangun.

“ Ngghh… ? “

Palli… kita bisa terlambat dan ini semua gara-gara kau bodooh ! “ umpat Jessica.

Sehun mengucek-ngucek matanya, menatap Jessica yang menatapnya balik dengan wajah kesal. “ … Kenapa pakaianmu rapi sekali ? ini hari minggu bersantailah sedikit… “ gumam Sehun tak jelas karna masih setengah tertidur.

Oh my good… “ desah Jessica, dia tak percaya penyakit lupa Sehun begitu parahnya.

Oemma… ! ! “ Ji Eun sepertinya menangis, Jessica lagi-lagi menggeram kesal.

I’ts monday pabbo… ! “ dengan kesal Jessica mendorong tubuh Sehun membuat Sehun terguling dari ranjang dan tergagap. Rasakan itu ! Dia sudah membuat Jessica terlambat dan kelimpungan seperti pagi ini.

Jessica mendapati Xiumin putranya  bertopang dagu menatap meja makan yang kosong. Dan Ji Eun yang menangis keras-keras, seragam sekolahnya basah oleh susu.

Ommo ?! Apa yang terjadi ? “ tanya Jesscia menghampiri putrinya dan mengelap pakaiannya. Tapi dia sudah tahu jawabannya hanya dengan melihat tumpahan susu di lantai dan gelas susu yang teguling. “ Kenapa kau tidak bantu adikmu mengambil susunya ? “ tanya Jessica menuntut pada putranya Xiumin. Ji Eun baru berusia lima tahun sulit baginya untuk dapat menggapai meja.

“ Aku lapar… “ hanya itu yang keluar dari mulut Xiumin tak peduli pada tangisan adiknya.

“ Ah… “ Jessica belum menyiapkan sarapan…ditambah Ji Eun kini menangis. “ Kau sarapan dengan sereal dulu saja…kau bisa membuatnya sendiri kan ? “ Jessica menggendong Ji Eun membawanya ke kamar untuk mengganti pakaiannya.

“ Haah… “ terdengar desahan pasrah dari mulut bocah 10 tahun itu, kotak sereal di simpan di rak dapur masalahnya dia tak cukup tinggi untuk meraihnya.

Xiumin melihat Ayahnya yang keluar dari kamar dengan terburu-buru rambutnya mencuat kemana-mana tapi dia sudah mengenakan pakaian rapi. Xiumin memperhatikan Ayahnya yang mengambil cangkir kopi di rak dapur dia bisa melihat kotak sereal disana.

“ Kau belum berangkat sekolah ? “ tanya Sehun pada Xiumin, “ Yaa… ampun dimana Ibumu ? “

Sehun memanggil-manggil Jessica, mencarinya menanyakan dimana dia menyimpan kopi. Xiumin mengurungkan niat menyuruh Ayahnya membuat sereal, dia sendiri bisa terlambat, dengan malas dia beranjak dari meja makan.

Appa…aku berangkat, “

“ Hmm…hati-hati ingat jangan berkelahi di sekolah ! Kau boleh berkelahi tapi jangan membuat menangis anak perempuan di sekolah hmm.. ? “ balas Sehun masih mencari-cari dimana kopi disimpan.

Xiumin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, apa dia salah sudah lahir di keluarga ini ?

“ Aissh… dimana dia meletakkannya sih ? “ gerutu Sehun, bagaimanapun dia seorang namja dia tak tahu masalah dapur. Yang dia tahu setiap pagi di meja makan sudah tersedia kopi panas untuknya. Tapi pagi ini sepertinya berbeda…

“ Kau duduk dulu… Oemma akan membuatkan yang baru, “ kata Jessica mendudukkan Ji Eun yang seragamnya terpaksa dikeringkan dengan hairdyrer.

“ Kau kemana saja ? Kau belum membuatkanku kopi… “ protes Sehun, setelah melihat Jessica lagi.

“ Issh…jinjja ! “ Jessica melempar alas kakinya, saat ini dia sudah kesal. Ji Eun sudah terlambat pergi sekolah, seragam yang dipakai Jessica pun sedikit basah karna menggendong Ji Eun tadi, Jessica tak tahu apa Xiumin sudah sarapan atau belum, dan Sehun menanyakan tentang kopi ?  Apa dia tidak sadar… dialah penyebab kekacauan pagi ini ? Dasar suami mesum !

“ Ayo.. Ji Eun~a… kita berangkat sekolah ! “ sahut Jessica menggendong Ji Eun pergi.

“ Eh ? “ Sehun hanya bisa bengong melihat Jesscia menggendong Ji Eun, masuk kek kamar mengambil tas dan kembali keluar dengan kunci mobil ditangan.

“ Kau buat saja kopimu sendiri ! “ bentak Jessica melempar botol susu milik Ji Eun kearah Sehun.

“ Yakk…kau mau kemana ? Kau meninggalkanku ?! “

Jessica tak memperdulikan Sehun yang memanggil-manggil namanya. Dia tetap melenggang keluar menggendong Ji Eun yang samasekali tak mengerti apapun.

“ Nanti Oemma akan membelikanmu sarapan ditengah jalan…tak apa kan ? “ kata Jessica lembut pada Ji Eun sambil memasangkan sealt belt padanya.

“ Aduuh…apa Xiumin sudah sarapan ya ? “ gumam Jessica khawatir. Dia melirik mobil milik Sehun yang terparkir disamping mobilnya.

Jessica keluar dari mobilnya menyingsingkan roknya dan …

“ Kraak… ! “ dengan sekali tendangan spion mobil Sehun berhasil di patahkan.

“ Huwaa… Oemma hebat ! “ Ji Eun bertepuk tangan kecil dari dalam mobil menyaksikan apa yang dilakukan oleh Ibunya.

“ Hehehe… “ Jessica terkekeh, kejadian seperti ini tak terjadi hanya sekali saja setelah menikah Jessica baru tahu selain pelupa Sehun juga mesum. Apa tiga anak tidak cukup untuk mereka ? . Tiga ? … yaa satu masih dalam rahim Jessica yang belum genap berusia satu bulan.

.

.

.

.

Seika Hospital

“ Perawat Oh ! Kenapa kau datang terlambat ? Pasien yang kau rawat mau kau tinggal begitu saja ? “ omel Kepala perawat.

“ Mohon maafkan saya… “ kata Jessica membungkukkan badan berulang kali.

“ Sebaiknya kau cepat urus dia… dan laporkan kondisinya pada Dokter Oh, “ suruh Kepala perawat.

“ Nee… ? “ Jessica merasa dia pasti salah dengar atau Kepala perawat salah bicara.

“ Ada apa ? Apa kau mendadak lupa dengan tugasmu ? “

“ Ah…anniyeo, tapi pasien yang kurawat adalah pasien gagal jantung bukankah Dokter Park yang menanganinya ? “ kata Jessica takut-takut.

Kepala perawat mengernyitkan keningnya,  “ Dokter Park minta cuti untuk sementara, jadi Dokter Oh yang menggantikannya ada apa ? “ tanya Kepala perawat galak.

“ A..annieyeo… “ Jessica tersenyum miris menggelengkan kepalanya.

“ Kenapa seragammu itu ? Cepat ganti ! Apa kau masih bisa bekerja dengan seragam seperti itu ? “ omel Kepala perawat lagi saat melihat seragam biru Jessica berisi noda.

“ A..a akan segera kuganti… “ kata Jessica cepat-cepat pergi dari lobi agar Kepala perawat tak menemukan kesalahannya lagi.

Setelah mengganti seragamnya di ruang ganti, Jessica bergegas ke ruangan pasien memeriksa keadaannya sebentar.

Jessica tak berhenti mengomel saat mengganti kantung infus untuk pasien. Sampai kejadian detik ini semuanya gara-gara Sehun ! Dia sudah seperti sapi minta kawin, apa dia dikebiri saja ya ? #plak!

 Dia cemas pada Xiumin, dia punya penyakit lambung sama sepertinya. Apa dia sudah sarapan ? Aduuh seharusnya dia tadi menyempatkan diri untuk membuatkan Xiumin sereal.

“ Dasar bodoh…bodoh..bodoh… “ rutuk Jessica pada dirinya sendiri, memukul-mukul kepalanya.

“ Nak..kau bisa sakit jika memukul dirimu begitu, kalau kau sakit siapa yang akan merawat kami ? “ celetuk seorang pasien dari ranjang sebelah yang sedang disuapi oleh rekan perawat lain.

“ Tenang Nyonya…dia pasangan yang baru menikah jadi wajar kalau dia seperti itu, “ kata Tiffany tersenyum, menyuapi pasien tadi. Jessica mendelik protes kearah Tiffany.

Jessica mencatat kondisi pasien untuk diserahkan ke Dokter yang menganinnya, dan keberuntungan sepertinya tidak memihak Jessica hari ini. Dokter Park yang seharusnya menangani pasien ini malah cuti dan semuanya diserahkan kepada Dokter Oh. Benar… Dokter Oh Sehun.

 Jessica sudah menerapkan peraturan bahwa jangan membawa masalah pribadi ke tempat kerja dan mencampur adukkannya. Peraturan ini sudah Jessica tetapkan sejak mereka berpacaran dulu.

“ Selamat pagi Dokter… ini adalah catatan pasien gagal ginjal yang sebelumnya di tangani oleh Dokter Park… “ kata Jessica menghampiri  Sehun yang sedang mengerjakan sesuatu di ruangan Dokter.

“ Hmm…bagaimana kondisinya ? “ tanya Sehun, matanya tak beralih dari komputer di depannya.

“ Suhu tubuhnya normal, tekanan darahnya juga sudah normal…kondisinya baik-baik saja Dokter… “ jawab Jessica tenang memberikan notepad catatan pasien pada Sehun. Seolah mereka tak punya masalah apapun selain hubungan sesama staff rumah sakit.

“ Hmm… “ hanya itu tanggapan Sehun, dia memegang dagunya tampak berpikir keras memperhatikan diagnosa pasien di layar komputer.

“ Baiklah… saya permisi, “ kata Jessica beranjak pergi.

“ Hnn… “ balas Sehun.

Lihat…lihat ! Wajah serius seperti itu sebenarnya menipu ! Di dalamnya dia hanyalah sapi mesum ingin kawin… pintar sekali dia menjaga image. Omel Jessica dalam hati keluar dari ruangan suaminya.

“ Perawat Oh ? “ panggil Sehun, Jessica yang baru mencapai gagang pintu berbalik lagi. Jessica tersenyum smirk, dia yakin Sehun pasti minta maaf padanya ehehe.

“ Nee.. ? “ Jessica memasang wajah datarnya.

“ Tolong kau siapkan peralatan oprasi untuk pasien di kamar 204… juga segera hubungi Dokter Jang__kita akan melakukan oprasi pengangkatan kanker sebentar lagi, “ kata Sehun.

Hikkss jika saja ini adalah anime, mungkin Jessica saat ini sedang terkubur dalam berkarung-karung beras. Mendengar apa yang dikatakan suaminya, bagaimana mungkin suaminya begitu tidak peka ? Baiklah…memang dia yang membuat peraturan agar bersikap profesional di Rumah Sakit tapi…tapi…

“ Baiklah akan segera saya siapkan… “ kata Jessica membungkuk pelan dan berlalu pergi.

Sehun menatap punggung Jessica yang pergi menjauh, padahal dia ingin minta maaf tadi padanya gara-gara kejadian tadi. Tapi heei..itu bukan salah dia sepenuhnya kan ? Jessica juga tak menolaknya semalam.

“ Ckk…ckk…benar-benar membingungkan, “ gumam Sehun.

.

.

.

.

“ Apa kau sudah makan siang ? Kau jangan langsung makan nasi dulu hmm… ? “

Jessica menelpon ke sekolah Xiumin karna dia khawatir dengan Xiumin, Xiumin anak pertamanya mirip dengan Sehun yang cuek pada lingkungan dan pada dirinya sendiri. Jessica takut jika Xiumin sampai tidak makan apalagi dia punya penyakit lambung.

“ Aku tahu Oemma… “ desis Xiumin, “ Sudah yaa…jangan menelpon ke sekolah lagi, “

“ Aiishh…lalu Oemma harus menelpon kemana ? Kau tidak tahu kalau Oemma sangat khawatir padamu ? “

“ Iya tapi aku malu karna aku dipanggil Bu guru hanya karna Oemma menelpon menanyakan aku sudah makan atau tidak.. itu memalukan, aku bukan anak kecil lagi dan Oemma sebaiknya jangan bertengkar lagi dengan Appa.. “ kata Xiumin, ini adalah kalimat yang paling panjang yang pernah Jessica dengar dari Xiumin.

“ A…a..a.. “ Jessica terkadang merasa kalau Xiumin yang baru kelas 6 SD  jauh lebih dewasa dibandingkan dia dan Sehun. “ Kau tak perlu memikirkan itu… belajar dengan baik dan jangan lupa menjemput Ji Eun hmm… ? “

“ Haah…nee  arraseo, “

“ Baiklah…Oemma akan tutup telponnya__ I love you.. “

“ Hnn… “  nah~ kalau yang ini dia pasti menuruninya dari Sehun.

“ Fuuuhh… “ Jessica sedikit lega setelah menelpon putranya, dia memasukkan kembali handphonenya ke saku dan fokus pada deretan makanan di depannya menunggu untuk diambil.

“ Waah…Perawat Oh kau sepertinya sangat peduli dengan keluargamu ya… “ sindir Tiffany ternyata dia berbaris tepat dibelakang Jessica.

“ Kau sedang meledekku ? “ Jessica mengisi nampannya dengan salad banyak-banyak.

“ Hii…hii… “ Tiffany terkikik pelan.

Tanpa sepengetahuan Jessica, Sehun ternyata berada dibelakang Tiffany dan Sehun minta agar dia bisa mendahului Tiffany. Paham akan keinginan Sehun, Tiffany mundur sedikit membiarkan Sehun disamping Jessica.

“ Makanlah yang banyak… “ kata Sehun setelah meletakkan potongan daging ke nampan Jessica.

“ Oh ? … te-ri-ma-ka-sih ! “ balas Jessica menekan setiap katanya dia tak mungkin menolak dengan kasar karna dia tahu ini kantin Rumah Sakit. Tanpa mengambil yang lain Jessica langsung mencari mejanya sendiri.

Seperti bisa ditebak Sehun mengikutinya dan duduk di meja yang sama berhadapan dengan Jessica. Jessica tersenyum sebentar padanya dan memalingkan wajah sambil menyuap saladnya.

“ Kau habis menelpon siapa tadi ? “ tanya Sehun.

Huh ! Jessica berpikir kalau Sehun tadi akan minta maaf padanya.

“ Xiumin, “ jawab Jessica.

“ Oh…ada apa dengannya ? Apa dia membuat masalah ? “ berondong Sehun.

“ Anni… “ kata Jessica dengan nada sengit, “ Apa kau tahu dia belum sarapan dan dia punya penyakit lambung, aku takut kalau dia langsung makan begitu saja kau tahu kan apa yang terjadi kalau dia langsung makan-makanan berat__kau masih bisa menyebut dirimu Dokter ? “ saking semangatnya Jessica bicara dia tak sadar kalau dia sampai mengacungkan sendoknya dan mencodongkan badannya ke Sehun.

Sehun mengerjap-ngerjapkan matanya. Beberapa orang yang lewat terkikik geli melihat tingkah Jessica.

“ Eheem… “ Jessica berdehem kecil, kembali ke posisinya dan menyuap makanannya dengan agak canggung.

Mianne  aku lupa… “

“ Ah benar ! Kau LUPA… ! “ potong Jessica menekan kata terakhirnya.

 “ Jadi kau marah padaku ? “ tanya Sehun takut-takut.

“ Menurutmu bagaimana … ? Dasar Sapi mesum ! “ umpat Jessica dengan volume suara kecil.

“ Neee.. ? kau bilang apa ? “ tanya Sehun tak yakin, karna Jessica seolah berbisik padanya.

“ Sudahlah…lupakan saja ! “ Jessica mengibaskan tangannya membahas hal itu disini rasanya sangat tidak etis.

Sehun mengulum senyum melihat Jessica yang memalingkan wajahnya pura-pura memandang kearah lain. Sehun melirik nampan Jessica yang hanya berisi salad.

“ Kau mau membuat anak kita sakit ? “ kata Sehun dengan nada menggoda meletakkan sepotong daging lagi di nampan Jessica.

“ Apa maksudmu ? “

“ Sekarang ini kau sedang dalam fase makan untuk dua porsi tahu… “ Sehun menggerakkan alisnya mengerling ke perut Jessica. Sungguh ekspresi Sehun saat itu benar-benar membuat Jessica ingin tertawa, lebih mesum daripada sapi sehabis dikebiri #plak!

Daripada itu, bagaimana Sehun tahu kalau dia hamil ? dia belum bilang karna niatnya adalah memberi kejutan tapi berhubung moodnya sedang tak bagus dia malas mengatakannya tadi pagi.

“ Kau bertanya darimana aku bisa tahu ? “ tebak Sehun dengan pikiran Jessica, “ … aku ini dokter mana mungkin aku tak tahu kalau kau sedang hamil.. “

“ Cih… sejak kapan kau punya mata rongent he ? “ gurau Jessica.

“ Hee… Dokter Kim yang memberitahuku…haah padahal aku ingin tahu darimu sendiri.. “ kata Sehun terdengar kecewa.

Jessica memang memeriksakan diri pada Dokter Kim spesialis kandungan di Rumah Sakit. Ahh~ harusnya dia periksa di Rumah Sakit lain saja…

Wajah Jessica sedikit bersemu merah, “ Kuharap kali ini dia perempuan lagi.. “

Sehun mengacak rambut Jessica, “ Terserah tuhan memberikannya apa, “

“ Aku mau anak perempuan…agar Ji Eun punya teman bermain,  “ kata Jessica, sepertinya dia sudah lupa dengan rasa kesalnya tadi.

“ Ayo kita ke karaoke … Ji Eun pasti senang, “ ajak Sehun.

“ Waah… dia pasti sangat senang ! Dia pintar sekali menyanyi apa kita carikan dia guru khusus ? “ Jessica tampak antusias.

“ Kurasa itu ide yang bagus… “

“ Aku agak heran dengan Xiumin… “

Dan…satu hari lagi dilewati oleh Keluarga kecil ini dengan bahagia (?).

.

.

.

The end ?

Baby note

Akkkss… bunuh aja Baby masukin ke rated Dewasa aja dah *biaraman*

Duuh masih mentah banget ya ?

Typo everywhere -__-

Miann…I’am still newbie  here #alesan!

Coment kalian akan ngebuat Baby semangat nulis lagi *loveyou*

Ahooi… I need your response ehe 😀

Cupps  :*

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s