[Ficlet] Please Be Mind

please be mind

|| Title: Please Be Mind || Author: Phiyun || Genre: Romance | Comedy| Fluff || Cast: Park Jiyeon (T-ara) | Kim Jong-in a.k.a. Kai (Exo) ||

 

31 Desember 2014

 

 

~ 10.00 Am ~

 

 

“Tok…tok..tok…”

 

Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tak berapa lama kemudian keluarlah seorang yeoja yang membukakan pintu.

 

“Permisih apakah ini kediamannya nona Jiyeon.” Kata pengirim paket.

Ne… kebetulan saya orangnya, ada apa ya ?”

“Saya pengirim paket untuk nona Jiyeon, tolong tanda tangani surat tanda terima ini.”

 

Lalu Jiyeon menandatangani suarat tanda terima yang diberikan oleh petugas pengirim paket. Setelah itu petugas itupun pamit pergi. Jiyeonpun membawa bingkisan itu kedalam kamarnya lalu dia membukanya.

 

Saat dibuka ternyata isi dalam bingkisan itu adalah sepasang high heel  yang di taksir Jiyeon saat jalan – jalan bersama dengan Jongin kemarin. Betapa senangnya hati Jiyeon saat mendapatkan hadia itu.

 

Jiyeon seperti memenangkan sebuah lotre didalam hidupnya. Sebenarnya bukan karena isi hadianya tapi dia sengat senangn karena yang memberikannya adalah Kai. Sahabat karibnya dan juga namja yang dia sukai sedari mereka sekolah dasar sampai tamat kuliah. Tapi dia tidak berani mengutarakan isi hatinya kepada sahabatnya itu.

 

Ternyata didalam bingkisan itu ada sepucuk amplop yang berwarna merah muda. Jiyeon lalu membuka amplop tersebut dengan hati – hati kemudian Jiyeon membaca isi surat tersebut.

~ Dear Jiyeon ~

 

“Jiyeon-ah… bisakah kita bertemu sekarang ? Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan padamu. Aku tunggu kamu di bangku taman yang biasa kita datangi. Sampai ketemu jam 4 pm.”

Ps: Jangan lupa pakai hadia yang kuberikan ya, aku ingin melihat kamu memakainya.

 

~ Kai ~

 

***

 

~ 6 jam kemudian ~

 

Jiyeon sudah datang ketempat yang diminta bertemu dengan Kai. Hampir seharian dia berdandan secantik mungkin untuk membuat sahabat karibnya Kai terpesona kepadanya. Dia sengaja datang lebih awal ketempat mereka bertemu.

 

Jiyeon mulai harap – harap cemas karena saat dia hendak menghubungi telefon Kai, namun telefon itu tidak diangkat – angkat olehnya. Jiyeon mulai sering melihat jam yang menempel di pergelangan tangannya.

 

“Kemana ya Kai itu ? Iini sudah jam 5 lewat ? apakah ada sesuatu yang terjadi dengan dia ?”

 

Jiyeon mulai mundar – mandir di depan bangku taman itu dan tak berapa lama kemudian ada seorang yeoja yang manis menghampiri dia , kemudian yeoja itu memberikan sebuah amplop yang sama seperti amplop yang Kai berikan di dalam bingkisan untuknya.

“Apa anda nona Jiyeon ?” Tanya gadis itu.

“Iya…”

“Ini ada pesan dari tuan Kai untuk anda.”

 

Sambil memberikan amplop itu kepada Jiyeon.

 

“Lalu dimana Kai.”

 

Saat Jiyeon hendak bertanya ternyata gadis pengantar amplop itu sudah hilang. Jiyeonpun kemudian membuka isi dalam amplop itu. Dan dia menemukan selembar foto yang bergambar sebuah cafe yang biasa dia datangi berdua. Jiyeonpun langsung berjalan ke cafe tersebut.

Setibanya disana Jiyeon lalu dipersilakan duduk oleh pelayan disana. Tak berapa lama datanglah seorang pelayan membawa sepotong cake beserta minuman di atas meja makan Jiyeon.

“Selamat menikmati nona.”

“Tapi aku belum memesan ini sebelumnya ?”

“Ini sudah dipesan oleh tuan Kai untuk nona Jiyeon dan tuan Kai juga menitipkan ini untuk nona Jiyeon.”

 

Jiyeon mendapatkan amplop yang sama dari Kai. Diapun lalu membukanya dan disana ada secarik kertas dan kertas itu bertulis.

 

~ Dear Jiyeon ~

 

Aku sudah memesankan kue dan minuman kesukaanmu , cheesecake  dan orange juice. Mianhae  Jiyeon-ah, aku tidak bisa menemani kamu makan. Kita bertemu ditempat yang lain ya. Aku tunggu kamu di tempat biasa kita datangi kalau hati kita sedang tidak mood.

 

~ Kai ~

Setelah membaca surat dari Kai , Jiyeon hanya tertawa kecil sambil melipat kembali surat itu dan memasukkan lagi kedalam amplop.

 

“Kai-ah, kamu bersikap seperti anak kecil saja. Padahal kamukan bisa bilang sebenarnya sama aku kalau kamu mau kesana kenapa kamu membuatku berputar – putar dari tadi ? Apakah kamu mau mengerjai aku ? Karena kamu sudah memberikan aku hadia dan sudah memesankan makanan dan minuman kesukaanku, kali ini aku akan memaafkan kamu .” Ucap Jiyeon sambil tersenyum tipis.

 

***

 

Saat Jiyeon sudah selesai menghabiskan makanannya. Diapun lalu langsung berdiri untuk pergi dari sana namun tiba – tiba datanglah segerombol orang yang berpakaian jas rapi dengan membawa alat – alat musik datang menghampiri Jiyeon sambil memainkan alat musik tersebut.

Jiyeon sempat kaget diapun akhirnya duduk kembali kekursinya dan mau tak mau diapun mulai mendengarkan alunan musik yang sedang dimainkan oleh para musisi – musisi itu. Awalnya Jiyeon agak risih saat segerombolan musisi – musisi itu memainkan musik untuknya namun saat Jiyeon mendengarkan alunan musik itu secara seksama. Dia baru sadar kalau semua lagu yang sedang dimainkan itu adalah lagu kesukaan mereka berdu. Iya lagu instrument yang di alunkan itu adalah lagu yang sering Kai putar saat mereka berdua sedang bersama.

Tak berapa lama kemudian datanglah seorang laki – laki paruh baya menghampiri Jiyeon.

 

“Maaf nona Jiyeon, mari saya antarkan anda bertemu dengan tuan muda Kai.”

Ajusshi ? Bagaimana anda tahu kalau aku ada disini ?”

“Tuan muda Kai yang memberi tahukan kepada saya untuk mengantarkan nona Jiyeon ke tempat tuan muda Kai berada.” Kata Laki – laki paruh baya itu.

“Benarkah ? Baiklah ayo kita jalan sekarang ?” Balas Jiyeon dengan tersenyum senang.

 

***

 

~ Pukul 10.00 Pm ~

 

Sampailah Jiyeon ditempat yang sudah dijanjikan oleh Kai. Namun saat Jiyeon sudah tiba disana tapi disana Kai belum kunjung datang. Jiyeon mulai khawatir kepada Kai , kenapa dia tak kunjung datang ditempat yang sudah direncanakannya. Apakah Jiyeon terlalu lama datangnya kesini sehingga Kai marah lalu dia meninggalkannya.

 

Malampun semakin larut. Jiyeonpun hanya bisa terdiam terpaku sambil sesekali dia menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri untuk melihat apakah Kai datang atau tidak. Namun yang dia lihat hanyalah pasangan kekasih yang sedang bergandengan tangan dan berpelukan di sepanjang pinggir pantai tersebut.

 

Jiyeon merasa seperti orang bodoh yang menunggu Kai tanpa ada kepastian yang jelas. Tanpa terasa kedua mata Jiyeon mulai berkaca – kaca dan airmatanyapun menetes dikedua pipinya namun Jiyeon cepat – cepat menghapus airmata itu sebelum ada seseorang yang melihatnya.

“Kai-ah, kamu sangat menyebalkan ! Seharusnya aku tahu dari awal kalau kamu hanya ingin mempermainkan aku seharian ini. Tapi apakah aku salah kalau aku mengharapkan lebih dari sekedar teman kepadamu ?” sambil menghela nafas yang panjang.

 

Tak berapa lama kemudia datanglah seorang laki – laki paruh baya menghampiri  dirinya sambil membawa sepucuk surat yang sama.

 

“Apakah anda nona Jiyeon ?”

“Iya benar. Anda siapa ya ?”

“Saya adalah utusan dari tuan muda Kai untuk mengantar anda kesuatu tempat. Ini pesan yang tuan muda Kai titipkan kepada saya untuk anda nona Jiyeon.”

Ne… kamsahamnida.” Sambil mengambil surat itu dari tangan laki – laki paruh baya itu.

 

Setelah itu Jiyeonpun lalu mengikuti laki – laki paruh baya itu menaiki kapal laut tersebut. Sambil menunggu waktu dia tiba ditempat yang akan didatanginya Jiyeonpun membuka isi surat tersebut.

 

~ Dear Jiyeon ~

 

Mianhae Jiyeon-ah, jeomal mianhaeyo. Aku tidak bermaksud mempermainkan kamu tapi aku benar – benar minta maaf kepadamu, aku tidak bisa menemui disana karena aku harus pergi kesuatu tempat yang sangat penting dan keadaan ini sangat mendesak. Semoga kamu dapat memahaminya ya. Tapi aku sudah menyiapkan suatu hadia permintaaan maafku disana semoga kamu menyukainya ya.

~ Kai ~

 

***

 

“Yak ! harusnya kamu memberitahu ku sedari awal Kalau kamu tidak bisa !!!” Teriak Jiyeon dengan kesal sambil meremas surat dari Kai.

“Saya bisa kok mengantar nona tepat pada waktunya. Mianhaeyo agashi.” Balas laki – laki paruh baya tersebut dengan nada yang bersalah kepada Jiyeon.

A-ani… a-niya… ajusshi !!!” Sambil mengerakkan tangannya kekanan dan kekiri  dengan cepat.

 

“Maksud perkataan tadi bukan ajusshi, tapi Kai. Maaf membua ajusshi salah paham.” Balas Jiyeon sambil membungkungkan pungungnya untuk meminta maaf.

“Saya juga minta maaf nona. Saya janji akan mengantar anda tepat pada waktunya.” Laki – laki paru baya itu membalas  sambil tersenyum.

 

***

 

Beberapa menit kemudian kapal yang dinaiki oleh Jiyeon berhenti didepan kapal persiar. Kapal itu sudah dihiasi dengan lampu – lampu yang berwarna warni. Dan didalam kapal persiar itu ada sesosok laki – laki yang berpakaian formal yang memunggunginya.

Jiyeon lalu dibantu oleh laki – laki paru baya itu untuk pindah ke kapal yang lebih besar itu. Jiyeon semakin bingung dengan maksud surat terakhir pemberian Kai.

 

“Apakah ini maksud mu Kai ? Kamu ingin menjodohkan aku dengan seorang namja=(laki-laki) ? Inikah kado yang kau maksud ? Kai-ah, sebenarnya bukan kado ini yang aku inginkan ? aku menginginkan kamu ada disini bersama-ku, Iya disini bersama-ku menghabiskan malam diakhir tahun 2014 ini bersama mu , bukan bersama namja lain.”

Jiyeon hanya bisa bertanya dalam hatinya sambil melangkahkan langkah kakinya dengan berat hati menuju sosok laki – laki didepannya. Ketika tinggal sedikit lagi Jiyeon hendak sampai disana. Jiyeon langsung menghentikan langkah kakinya dan dia mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan laki – laki itu.

Jiyeonpun lalu berjalan berbalik untuk kembali lagi ke kapal yang dia naiki saat pertama tapi saat dia hendak pindah tiba – tiba dari belakang punggungnya ada yang memanggil namanya.

“Jiyeon-ah ! Park Jiyeon !!”

 

Suara itu sangat familiar ditelinga Jiyeon. Dengan perlahan – lahan Jiyeon menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggil dirinya tadi.

“Kai ? Bagaimana bisa kamu ada disini ?” Dengan nada tidak percaya dan kaget.

 

“Aku dari tadi ada disini menunggu mu. Lalu kenapa kamu pergi begitu saja ?”

 

Kaipun lalu menghampiri Jiyeon yang masih terdiam kaget saat melihat dirinya.

 

“Kenapa kamu pergi begitu saja ? Apakah kamu marah sama aku ?”

A-ni, aku kira yang berdiri tadi disana bukan kamu jadi aku lebih baik pergi.”

“Memangnya kenapa kalau itu bukan aku ?”

“I-itu… A-apa urusannya de-denganmu , i-tukan terserah aku !” Dengan terbata – bata.

 

“Itu jelas urusanku, karena aku ingin kamu ada disini bersama ku untuk menghabiskan akhir waktu tahun 2014. Masa sih kamu belum sadar juga dari awal pagi hari aku berikan kamu hadia sampai detik ini ? dasar tel-mi .”

“Ehh? Mwo !!! Tel-mi ? Jadi maksudmu aku ini bodoh ? Lebih baik aku pergi saja dari sini !”

 

Jiyeonpun langsung membalikan tubuhnya untuk turun kekapal namun Kai dengan cepat memeluk tubuh Jiyeon dari belakang sebelum Jiyeon turun dari kapal yang dipinjangnya.

“Tolong tetaplah disini Jiyeon-ah…”

“Kai-ah, apa yang sedang kamu lakukan ?”

“Tolong jangan tinggalkan aku sendiri disini.”

 

Kai berkata sambil tetap mempererat pelukannya. Diperlakukan seperti itu Jiyeon lalu membalas pelukan Kai dengan mengenggam kedua tangannya Kai yang merangkul di pinggangnya.

“Ya… aku akan tetap disini menemanimu, Kai-ah…”

Jinjja ?”

 

Sambil melepaskan pelukannya dari Jiyeon dengan wajah yang senang. Melihat itu Jiyeon hanya bisa tertawa kecil sambil menganguk – angukan kepalanya. Lalu Kai kemudian merongo kantung dalam jasnya dihadapan Jiyeon.

 

Ternyata Kai mengeluarkan dua tangkai bunga mawar yang berbeda di hadapan Jiyeon. setelah mengeluarkan dua tangkai bunga mawar itu , Kai langsung berlutut dihadapan Jiyeon sambil memberikan dua buah bunga mawar itu dihadapan Jiyeon.

 

“Jiyeon-ah. Sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak dulu tapi aku takut mengutarakan kepadamu. Jadi maukah kamu menjadi kekasihku ?”

 

“Kai-ah, apakah kamu serius ?”

“Ya aku serius, apakah aku terlihat becanda didepanmu saat ini ? Apakah kamu tidak percaya padaku ?”

A-ni… A-niya, aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Kalau begitu aku ingin mendengarkan jawaban darimu saat ini juga, Jiyeon-ah.”

 

“Apa ? Saat ini juga !?”

 

“Iya… Kalau kamu menerima aku maka kamu ambil bunga mawar merah ini dari tangan kananku namun kalau kamu menolakku kamu ambil bunga mawar biru ini dari tangan kiriku. Aku akan siap menerima hasil jawaban yang kamu berikan padaku.”

“Apakah tak apa – apa? Kalau seandainya menjawabanku tidak sesuai keinginanmu apakah hubungan kita tetap seperti dahulu ?”

 

“Iya…hubungan kita tidak akan ada yang berubah. Percaya kepadaku. Jadi jawablah dengan kejujuran hatimu.” Kaipun lalu menundukan kepalanya menunggu jawaban dari Jiyeon.

Lalu Jiyeon mengambil bunga mawar yang digengam di tangan kanan Kai wajah Kai lalu terlihat senang namun ekspresi itu langsung hilang saat Jiyeon mengambil juga bunga yang ada di tangan kiri Kai. Setelah kedua bunga itu ada digengamannya Jiyeon. Jiyeonpun berjalan menuju pinggir kapal lalu kedua bunga itu di buangnya ke laut. Wajah kai berubah sangat sedih dan bercampur bingung. Setelah membuang bunga itu Jiyeon lalu menghampiri Kai lagi. Lalu berkata.

 

“Itu pilihanku. Jadi tak apa – apakan ?” Sambil tersenyum.

“Jiyeon-ah , apakah kamu sangat tidak menyukainya ?”

“Iya…Aku sangat tidak menyukainya. Bahkan kedua – duanya aku tidak suka.”

“Jadi kamu tidak suka berteman denganku bahkan  kau membenciku ? Maafkan aku bila selama ini aku meyusahkanmu.”

“Betul sekali kamu selalu membuatku susah. Apakah kamu belum sadar kamu hampir seharian ini kamu menyusahkan aku ! Kamu bahkan membuat aku menagis.”

“Jiyeon-ah… jeomal mianhaeyo. Aku tidak bermaksud membuat kamu menangis. Aku benar – benar tak pantas menjadi sahabat yang baik untuk mu.”

“Benar aku tidak mau kamu menjadi sahabat yang baik untuk ku karena aku ingin kamu menjadi kekasih terbaikku.”

“Benar, aku tak pantas menjadi sahabat terbaikmu. Ehh ?? tadi kamu berkata apa ?”

 

“Memangnya aku berkata apa ?”

“Perkataan terakhirmu itu apa ??”

“Memangnya perkataan terakhirku apa ?”

“Yak ! jangan mengulang perkataanku !” Kata kai dengan kesal.

“Yak ! adanya kamu jangan mengulangi perkataanku !” Balas Jiyeon sambil menahan tawanya.

 

Kaipun lalu mendekati Jiyeon dengan ekspresi yang marah. Melihat itu Jiyeon menjadi sedikit takut diapun tanpa sadar memundurkan langkah kakinya kebelakang.

 

“Kai-ah… apa yang kau lakukan ??”

“Memangnya apa yang aku lakukan ?”

“Itu kamu sedang apa sekarang ?”

“Memangnya sekarang aku sedang apa ?”

“Yak ! Jangan membalas pertanyaanku seperti itu !” Kata Jiyeon dengan nada yang sedikit berteriak.

 

Melihat sikap Jiyeon  yang kelabakan itu, Kaipun langsung mempercepat langkah kakinya kearah Jiyeon dan tiba – tiba dia langsung berlari ke hadapan Jiyeon, Jiyeon langsung kaget dan dia hampir terjatuh saat tubuhnya mendekati pinggir kapal tapi dengan sigap Kai langsung menarik tubuh Jiyeon kedalam dekapannya.

 

“Yak !!! kamu bisa saja terjatuh ke laut tahu ! Kamu itu membuat aku takut.”

“Adanya kamu yang membuat aku takut, Kai-ah…” Balas Jiyeon sambil memukul – mukul pelan tubuh Kai.

“Maafkan aku ya sudah membuat kamu takut Jiyeon-ah. Aku mau mendengar lagi ucapan terakhirmu saat tadi. Bisakah kamu mengulanginya lagi ?”

 

Dengan Malu – malu Jiyeonpun mengucapkan perkataannya kembali kepada Kai dengan wajah yang merah merona.

 

“Iya, aku menerimamu menjadi kekasih ku”

 

Tiba – tiba terdengar suara dentuman yang cukup keras.

 

“Duuuarr… !!!! ”

 

Ternyata itu suara dentuman kembang api yang sedang dinyalakan karena sekarang tepat jam 12 pagi. Mereka berduapun saling berpelukan sambil menatap kemang api bersama – sama dari atas kapal persiar.

 

“Happy new year Jiyeon-ah…”

“Happy new year Kai-ah…” Balas Jiyeon dengan tersenyum manis.

 

Lalu Kaipun berbisik pelan di telinga kekasihnya itu yang disusul oleh dentuman suara kembang api, Jiyeonpun tanpa sadar membelalakan kedua matanya saat yang diucapkan Kai barusan terdengar samar – samar ditelinganya.

 

Kai hanya tersenyum tipis saat melihat wajah Jiyeon yang merah merona. Kemudian Kai memeluk kembali Jiyeon kedalam dekapannya sambil berkata dengan lembut.

“Jiyeon-ah saranghae…”

Nado… saranghaeyo Kai-ah…”

“Jiyeon-ah… mungkin di tahun ini namamu panggilanmu akan berubah.”

“Kenapa bisa berubah ?”

 

“Karena saat kita pulang dari sini aku ingin meminta ijin kepada kedua orangtuamu untuk  bisa segera meminangmu. Jadi bersiaplah kamu menjadi nyonya Kim…”

 

“Eh.. ?? Apakah saat ini kamu  sedang melamarku ?” Dengan wajah tak percaya.

 

“Menurutmu ??”

 

 

~The end ~

 

~~~ooo~~~

 

 

Haloo… Readers… ketemu lagi bersama Phiyun disini 🙂

 

Bagaimana menurut kalian ceritanya (?o?) ??

 

Semoga para reader’s menyukainyanya, mian kalau ceritanya agak gaje, hehehe 😀

 

Kebetulan cerita ini aku buat untuk peramai awal tahun baru 2015, fanfic ini juga pernah aku publish di blogku sendiri disini 

 

Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya setelah membacanya ^^ . Karena komentar dari para readers adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam menulis cerita selanjutnya … 😀

 

See you next time di  fanficku selanjutnya,

 

Khamsahamida  ( ^-^)v

Advertisements

14 thoughts on “[Ficlet] Please Be Mind

  1. aku reader baru disini, dan gak sengaja(?) nemu nih ff, wah daebak so sweet banget ^^
    tapi aku mau kasih saran sma author, kalo bisa dialognya jangan pake “kamu” karena radha gmna gitu, lebih umum pake “kau” aja, sma alurnya juga radha brantakn tapi bagus kok, q cma mau kasih saran aja sma author… *maaf sebelumnya*
    udah itu aja yg mau aku omongin, untuk keseluruhan critanya udah bagus…
    keep writing n fighting thor ^^

    Like

    • welcome dear ^^
      Hehhe maaf ya kalau tulisannya ada typonnya n ceritanya rada banyak yang aku skip , soalnya aku awalnya mau buat ff ini chapter 😀
      Thank’s ya atas sarannya 🙂

      Like

  2. Sweet bgt….. lucky jiyi d lamar lgsg tnp ad proses pcrn.. itu lbi mnguntgkan… g prlu capek2 sdih2 pcrn… oia hai author phiyun bs kah km lain x psangin jiyi dg sehun ??? I love them both togther

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s