Lithium

Lithium

Title : Lithium
Author : Desy M.
Cast :
Kai EXO
Ahn Ji Eun (OC)
Genre : Sad, Hurt
Rating : Teen
Length : Ficlet
Disclaimer :
All casts belong to God. But this story is mine and pure of my mind. And this my first story in SYKFF. Thank’s to the admin who already publish. Enjoy and happy reading.

 

Inspired : Evanescence – Lithium

 

 

Apa yang bisa aku lakukan jika aku memang harus melepaskannya?
Aku melepaskannya tapi rasa ini sulit untuk hilang.
Sakit di awal yang kini semakin terasa sakit bagaikan tertusuk sembilah pisau.
Masih terbayang di pikiran ku wajah cantiknya yang terus menghantui.
Bibirnya yang merah, matanya yang bulat, tubuh mungilnya yang selalu aku rengkuh.
Memeluk dan menyesap kuat aroma wangi rambutnya yang sudah cukup membuatku takut untuk kehilangan dirinya.

Tapi sekarang apa?
Aku melepaskannya begitu saja.

Lithium, don’t wanna lock me up inside
Lithium, don’t wanna forget how it feels without
Lithium, I wanna stay in love with my sorrow
Oh, but God I wanna let it go

 

Terpaan cahaya bulan tak bisa menghangatkan apapun. Termasuk tubuh dan jiwaku. Seakan-akan membeku dalam rasa dingin yang amat. Jemari lentik itu tidak bisa ku rasakan lagi. Pelukan hangat yang menyelimutiku, tidak dapat ku rasakan lagi. Sosoknya benar-benar menghilang karena diriku. Aku lah penyebabnya dan kini aku yang harus menanggung semuanya.

Tidak bisa kah kau kembali berbaring di sisiku? Dalam gelap dan dinginnya malam aku tidak ingin sendiri. Menikmati dan membiarkan angin malam yang menembus kulit dan pori-pori tubuhku.

Bahkan 100 cahaya lilin tidak ada efek apapun bagiku. Semuanya terasa begitu hampa tanpamu. Aku bagaikan mati rasa karena tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Bibir kelu untuk bicara. Tubuhku kaku dan enggan bergerak. Aku hanya bisa berteriak dalam hati dengan kuat.

Aku mencintaimu.

Dan kau masih mencintaiku. Aku tahu itu, Ahn Ji Eun.

Kau sama sepertiku. Memikirkan satu sama lain. Merasakan sakit satu sama lain. Hati kita sama-sama membeku dan enggan untuk menyalurkan perasaan ini. Dalam hidupku, aku tidak ingin pernah melepasmu. Namun, kali ini aku tidak bisa mempertahankannya.

Come to bed, don’t make me sleep alone
Couldn’t hide the emptiness, you let it show
Never wanted it to be so cold
Just didn’t drink enough to say you love me

 

Kau sudah bagaikan hantu. Yang selalu muncul dan menghilang di depan mataku. Tersenyum dan menangis, itulah yang kau tunjukkan. Entah rasa sesal aku pun tidak tahu. Aku sudah terlalu rapuh karena kehilanganmu. Tapi, aku juga tidak dapat membuatmu kembali padaku.

Melupakanmu adalah perjuanganku saat ini. Namun, hal itu harus tergoyah karena wajahmu yang selalu menghantui pikiranku. Dimana pun aku menatap, kau selalu ada. Menutup dan memejamkan mata semuanya begitu sama bagiku. Aku selalu melihatmu. Kali ini aku benar-benar tidak bisa menghapusmu.

Walaupun aku harus mengalami amnesia, bayang dirimu selalu datang dan membuatku mengingat semuanya kembali. Harus bagaimana lagi aku merasakannya? Apakah penderitaan ini kurang memuaskan bagimu?

Lepaskan tali yang kau lilitkan erat padaku. Agar aku bisa merasa lega. Agar aku tidak terus terpenjara dalam kerapuhan ini.

I can’t hold on to me
Wonder what’s wrong with me?
Don’t wanna let it lay me down this time
Drown my will to fly
Here in the darkness I know myself
Can’t break free until I let it go, let me go

 

Memang kesalahanku adalah merelakanmu. Tapi, aku tidak mau kau terus menumpukkan jarum yang kau buat untukku. Rasanya terlalu sakit buat ku. Hatiku memang tidak bisa berbohong jika aku memang masih mencintaimu. Tapi apa yang bisa ku lakukan lagi? Mempercayaimu lagi pun hatiku enggan melakukannya.

Aku tidak bisa membencimu karena rasa cinta yang terlalu besar. Air mata ini hanya mampu mengalir meratapi kepergianmu. Menghilang dari kehidupanku bersama memori kenangan kita berdua.

Aku tidak akan pernah melupakanmu. Dan ku harap kau pun begitu. Berharap kau masih ingin melihatku. Menuntun kakimu ke tempat ku berada walaupun diriku sudah menjadi abu.

Darling, I forgive you after all
Anything is better than to be alone
And in the end I guess I had to fall
Always find my place among the ashes

 

Dan di sini lah aku. Di dalam kegelapan yang dingin menusuk kulit. Bersama bayanganmu yang kini mungkin tidak akan pernah bisa ku gapai lagi. Rambut yang tidak bisa ku elus lagi. Bibir yang tidak bisa aku cium lagi. Dan juga tubuhmu yang tidak bisa ku peluk lagi.

Aku sadar sekarang aku benar-benar telah kehilangan. Hanya kehampaan yang mampu menutupi semuanya. Namun, hatiku tidak akan pernah berubah walaupun kau sudah menyakitinya.

Terima kasih, kau sudah mengajariku untuk mencintai.

I’m gonna let it go

 

END

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Lithium

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s