I’m Fallin in Love With You [Part 2/3 ]

I’m Fallin in love with you

|| Title: I’m Fallin in love with you || Author: Phiyun || Genre: Romance , Sad , Hurt || Main Cast: Taemin (Shinee) || Boa ||Thema Song : B1A4 – Sunshine (ost wgm global), love is ( ost The heir)

 

Cerita ini hanya fiksi belakang apabila ada kesamaan di dunia nyata itu hanya kebetulan semata. Ini real hasil semata imajinasi sendiri. Pemain yang ada didalam cerita sepenuhnya milik penulis kalau di dunia Realnya kenyataan milik keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Didalam ceritanya aku buat thema songnya biar tambah seru baca ceritanya, biar lebih berasa gitu. Hahaha … ( Maksa banget ya penulisnya) Mian… (di jitakin rame – rame sama reader) langsung aja deh bacanya Cekidot….

Link untuk membaca part sebelum : Part 1/3

 

          *** Happy  Reading ***

 

Sampailah mereka di sekolahan Taemin. Sebenarnya tempat sekolah Taemin adalah bekas sekolah Boa dulu. Jadi Boa mengenal hampir semua guru yang mengajar dan penjaga sekolahnya.

 

“Annyeonghaseo … Agasshi ” Ucap penjaga sekolah di depan gerbang sekolah.

“Annyeong … ajusshi.” Balas Boa.

Agasshi hari ini sedang mengantar Taemin pergi ke sekolah? Tak biasa – biasanya ?”

“Iya nih ajusshi , aku lagi ingin mengantar saja. Oh iya ajushii bagaimana kelakuan adik ku ini disekolah.” Tanya Boa pada penjaga sekolah.

 

“Dia selalu menjadi siswa peringkat pertama dan dia menjadi casanova disini banyak siswi yang patah hati karenanya.” Balas penjaga sekolah dengan nada yang meledek.

“Wah kamu jadi casanova ya disini, sudah berapa banyak siswi yang sudah kamu buat menangis? ” Tanya Boa penasaran sambil bertolak pinggang.

“Sepertinya sudah tidak terhitung deh. Aku tidak membuat mereka menangis kok merekanya saja yang mau menagis karena aku.” Jawab Taemin dengan percaya diri.

Aigoo, aigoo … kamu jangan seperti itu. Kamu tidak boleh memainkan perasaan wanita mengerti !”

Ne.. noona,  mulai sekarang aku tidak akan memainkan perasaan mereka.”

“Bagus.”

 

Tiba – tiba datanglah tiga orang siswi menghampiri Taemin sambil membawa bungkusan coklat yang di ikat dengan pita merah.

 

“Taemin Oppa mohon diterima hadia dari kami.” Ucap tiga orang siswi itu bersamaan.

“ Bagaimana ini noona ?” Bisik Taemin.

“Ya sudah terima saja kasihan mereka sudah susah payah membuatnya untuk mu.”

Gomawoyo , ne…”  Ucap Taemin sambil mengambil hadia yang mereka berikan.

“Hah….hah… hah…!” Teriak mereka kegirangan lalu mereka pergi berlari.

 

“Apakah kamu akan memakan semua coklat dari mereka itu? Bisa – bisa kamu sakit gigi bila kebayakan makan itu?”

“Tenang saja noona, aku bisa menghabiskan semuanya jadi noona  tidak usah khawatir. Apa jangan – jangan noona cemburu? ”

 

A…nii.. !!  untuk apa aku cemburu. Aku hanya khawatir saja kepada mu itu saja ! Ya sudah,  noona pergi kerja dulu!” Dengan kelabakan Boa pergi tanpa mengingat mengembalikan jas almamater Taemin.

 

“Terkadang aku tidak mengerti pada sikap noona, kadang dia sangat imut terkadang dia sangat sok tahu. Apakah sekarang dia akan jadi pergi berkencan? Harusnya aku meminta dia langsung pulang dari kantor.” ucap dalam hati Taemin

 

Dari kejuhan terdengar ada yang memanggil dirinya.

 

“Hei… My brother , tumben kamu datang pagi sekali  biasanya kamu selalu datang saat bel sekolah akan berbunyi? Kenapa kamu mesem – mesem sendirian ? kamu salah minum obat ya pagi ini ” ledek D.o pada Taemin

 

“Eh… maksud mu aku gila gitu ahha…?  ”

“Aku kan tidak bilang begitu kan kamu sendiri yang mengakuinya . heheee !”

“Dasar kamu ini !!!”

“Oh iya tadi aku melihat ada seorang noona  yang memakai almamatermu, siapa dia ?” Tanya D.o penasaran.

“Oh iya… almamaterku dia lupa mengembalikannya pada ku.”

“Apa dia ? wah … wah… temanku sudah benar – benar menjadi casanova di luar sana ?”

 

“Tapi siapa nama noona  itu , dia terlihat sangat imut dan manis walaupun wajahnya terlihat sudah dewasa. Boleh dong kamu kenalkan juga kepada ku.” Rayu D.o pada Taemin.

“Jangan mimpi teman, karena hanya dia saja yang hanya boleh menjadi milik ku.”

“Ayolah ceritakan kepada ku , kamu pelit banget deh sama temanmu yang manis ini.” sambil merajuk.

“uhek… ! nih kamu makan saja semua coklat ini biar tambah manis. Taemin langsung memberikan semua coklat yang ada ditanganya.”

“Bagaimana aku tidak manis setiap hari aku harus makan coklat sebanyak ini, lama – lama gigi ku bakalan berlobang ini . ckkkckkk !!!” Sambil mengelengkan kepala.

~~~ ooo ~~~

 

Terdengar suara bel itu bertanda kalau sudah saatnya masuk sekolah, anak murid semuanya bergesa – gesa untuk masuk kelas. Taemin duduk di bangku paling belakang dekat jendela bersama D.o sahabat dekatnya. Karena tubuhnya tinggi jadi wali kelas menempatkannya di paling belakang.

 

Taemin selalu menjadi perhatian setiap  siswi di dalam sekolah. Karena secara postur tubuh dia seperti foto model. Dia tinggi, putih, pintar, cool, selalu mendapat peringkat pertama seantar sekolahan, tampan dan satu lagi poin yang paling penting yaitu dia belum mempuyai pacar. Kurang apa lagi coba Taemin itu termasuk sosok pasangan yang sempurna di mata semua siswi di sekolah.

 

Tanpa terasa sudah terdengar suara bel istirahat waktunya untuk makan siang, setelah guru keluar dari kelas siswi – siswi semuanya pada berkerumun di depan meja Taemin untuk memberikannya bekal makan siang. Tapi Taemin menolaknya dengan halus karena dia sudah membawa bekal sendiri dari rumah tapi para siswi tidak peduli dan meninggalkan semua bekal makannya di atas meja Taemin. Lalu mereka pergi.

 

“Wah… wah… banyak sekali bekal siang mu ? apakah kamu sanggup menghabiskannya semua ?” Tanya D.o pada Taemin.

“Tak mungkin lah aku menghabiskannya sendiri , apakah kamu mau membantu?” lirik Taemin kepada D.o sambil tersenyum.

“Kalau masalah ini mah tenang saja aku akan siap membantu, bolehkah aku membagikan pada anak di kelas ini” Tanya D.o

“Silakan, berbagi saja biar cepat habis.”

 

“ Hei… guys… mau makan siang gratis tidak disini banyak makanan , ayo makan bersama !” ucap Do bersemangat untuk memanggil teman sekelasnya. Tidak perlu beberapa lama para anak kelas semuanya pada berkumpul di meja Taemin dan mereka memakan semuanya dengan hati yang senang.

“Hei.. Taemin-sii.. aku dititipkan surat cinta lagi nih sama pengemarmu, katanya dia akan membunuh ku bila tidak menyerahkannya pada mu.” Kata D.o dengan nada mengejek.

“Baiklah akan aku ambil suratnya aku tidak mau tong sampah ku mati.”

“Apa tong sampah?? Eh… maksudmu aku tong sampah gitu ?? mentang – mentang aku selalu menjadi tempat pembuangan semua makanan mu. Tapi tak apalah selama perutku kenyang dan makannanya enak – enak. Heheeee.”

“Tuh kan kamu mengakuinya juga . Hahaaa.” Mereka berdua tertawa bersama.

 

“Kalau begitu bekal mu yang ini aku ambil  juga ya” D.o langsung menggambil bekal makan yang di buat Boa untuk Taemin.

“Wah … sayangnya yang ini tidak bisa di ganggu gugat.” Taemin langsung mengambil kembali bekal makannya.

Waewaeyo ? kan sama saja ini pasti buatan dari seorang gadis juga kan untuk mu.” ucap D.o sinis

“Memang, tapi ini beda ! Karena aku sudah berjanji pada orang yang membuatnya bahwa  aku akan habiskan semua makanannya tanpa sisa.” Taemin membuka kotak makannya sambil tersenyum.

 

“Dasar aneh… padahal isinya biasa saja tapi kenapa kamu begitu senang ?”

“Sudah habiskan saja makanan mu jangan banyak mengeluh ” celetuk Taemin pada Do.

“Taemin-sii… aku tahu itu bekal buatan noona  mu ya ?” ucap teman sekelasnya yang sedang makan bersama dengannya.

“Bagaimana kamu bisa tahu ? ” Tanya D.o penasaran.

“Iya ini buatan noona  ku.”

“Bukannya kamu bilang kalau kamu anak tunggal pada ku Taemin?” kata Do pada Taemin

“Aku memang anak tunggal , noona  ini adalah noona  yang merawatku dari kecil. Kami sudah tinggal 7 tahun loh ”

“Apa…? kalian berdua sudah tinggal seatap selama  7 tahun ” jawab teman sekelas dengan kaget tak terkecuali D.o .

“Huussst  jangann sampai ketahuan ya sama – sama anak – anak yang lain, bisakah kalian aku percaya ? ” ucap Taemin pada teman sekelasnya.

“Baik Sir… tenang saja kita akan menutup mulut kami rapat – rapat ” mereka kompak mengucapkannya dan itu membuat hati Taemin agak lega.

 

“Tapi Taemin apakah kamu tidak merasakan sesuatu yang aneh bila bersama dengan noona mu ”

“Maksud mu apa? Aku baik – baik saja.”

 

“Ya, seperti hatimu berdegub kencang tanpa sebab, tubuhmu panas dingin kalau dekat dengan noona  mu, atau kamu pernah merasa tidak rela kalau noona  mu akan pergi berkencan dengan laki – laki lain gitu? Kalau kamu merasakannya berarti kau jatuh cinta kepadanya. Apakah kamu tidak pernah merasakan itu sedikitpun? ” tanya D.o dengan penasaran.

 

“Betul itu, aku sering melihat noona  mu saat pembagian raport, noona  mu  lumayan cantik loh. Aku dengar – dengar kalau noona mu dulu adalah primadona di sekolah ini sama seperti mu ” ucap anak sekelas yang lain.

 

“uhk…uhk… !!!” tiba – tiba Taemin tersedak makananya.

“Taemin-sii gwenchana ? ”

“Ya… tidak apa – apa kok sudah habiskan semua makanannya sepertinya bel masuk akan berbunyi ”

 

Beberepa menit kemudian terdegarlah suara bel masuk sudah waktunya jam istirahat berakhir. Tetapi Taemin masih memikirkan apa yang barusan saja teman nya katakan tentang perasan itu, semua yang temannya yang bilang itu sudah dia rasakan akhir – akhir ini. Apakah itu cinta atau hanya kebetulan saja ?

 

~~~ ooo ~~~

 

Tanpa terasa jam pelajaran sudah selesai, Teamin langsung memasukkan semua alat tulisnya dan bersiap – siap untuk pulang kerumah. D.o mengajak Taemin untuk berkumpul di cafe tapi Taemin tidak ikut karena dia merasa tidak enak badan sehingga dia di perbolehkan oleh D.o untuk pulang. Setibanya di rumah Taemin berganti baju dan langsung beristirahat karena sepertinya dia memang demam.

 

Saat Taemin tidur berderinglah hp nya tapi dia tidak mengakatnya karena dia tidur dengan pulas. Ternyata yang menelefon tadi adalah Boa. Dia mau minta tolong untuk dibawakan payung ke halte bus dekat rumah. Boa juga mengirim pesan singkat kepada Taemin tapi tidak ada balasan darinya.

 

“Sepertinya terjadi sesuatu pada Taemin dia tidak mengankat telefon dan tidak membalas pesan ku, apakah sakitnya parah? ” Hati Boa Khawatir pada keadaan Taemin.

“Kenapa hujan tidak berhenti – henti sih , haruskah aku menerobos hujan saja ? ”

saat dia akan siap menerobos hujan terdengar ada yang memanggil dirinya.

 

“Boa agasshi ” panggil seorang pria yang baru turun dari mobil sedan hitam.

“oh… Yunho Seonbae-nim.” Boa langsung membungkuk kan tubuhnya.

 

Karena Yunho itu adalah anak direktur di perusahaannya yang kepbetulan dulu mereka adalah senior dan junior di kampusnya dulu.

 

“Apa yang sedang kamu lakukan? Aku ingin membicarakan masalah kita berrdua apakah kamu mempunyai waktu? ”

 

Mian Seonbae-nim  aku harus pulang sekarang karena dongseng ku sedang sakit. Aku minta maaf kalau aku sepertinya tidak bisa pergi kencan dengan Seonbae-nim. Nanti apa yang akan dibicarakan oleh orang kantor tentang hubungan kita nantinya? ”

“Jadi kamu menolak ku karena tidak enak dengan teman kantor yang lain? ” Yunho tersenyum geli.

“Masalahnya bukan itu saja Seonbae-nim, masalahnya… ” belum sempat Boa menyelesaikan ucapannya Yunho langsung memotong pembicaraannya.

 

“Baiklah aku mengerti , okelah kamu tidak mau pergi kencan dengan ku sekarang sebagai gantinya bolehkah aku mengantar mu pulang? Sepertinya hujannya makin lebat. Kalau kamu mengijinkan aku mengantarkan mu sekarang maka aku akan memaafkanmu karena menolak ku, bagaimana ?”

 

“Apakah Seonbae-nim tidak apa – apa ?”

Gwenchana , mari aku antar kamu.”

 

          Jalanlah mereka berdua dengan mengunakan satu payung. Hujannya saat itu cukup kencang sehingga meskipun mereka sudah menggunakan payung tetap saja mereka berdua basah kuyup. Karena Yunho tidak tega melihat Boa kebasahan dia melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Boa. Tapi Boa langsung menolaknya dan mengeluarkan jas almamater milik Taemin dari tasnya dan memakainya.

 

“Jas siapa itu Boa ?”

“Oh.. ini almamater dongseng ku.”

“Kok bisa ada pada mu ?”

“Tadi tak sengaja aku membawanya saat mengantar dia pergi kesekolah.”

“Sepertinya saingan ku sekarang adalah dongseng mu? ” kata Yunho dengan becanda

“Eh…? Seonbae-nim bisa saja, haha.. ” Boa tertawa.

“Sebenarnya memang benar saingan mu mungkin saja Taemin” ucapnya dalam hatinya.

 

          Beberapa menit kemudian Taemin terbagun dari tidurnya dia langsung melihat ponselnya untuk melihat jam berapa sekarang. Saat dia membuaka ponselnya dia melihat banyak pangilan yang tidak terjawab. Ternyata yang menelefon dia adalah Boa noona, dia juga membaca pesan yang Boa kirimkan padanya.

Taemin langsung buru – buru bagun dari tempat tidurnya dan langsung menjemput noona nya, meskipun kepalanya masih sedikit pusing. Tak sengaja dia melihat Boa berjalan bersama dengan seorang pria. Mereka terlihat sangat serasi dan itu membuat dada Taemin sakit.

“Siapa namja yang bersama Boa noona ?”

“Apakah dia pria yang menganjak kencan noona ?”

“Kenapa aku merasakan sesak didalam sini?” Taemin sambil memukul pelan dadanya.

 

Tiba – tiba terdengar suara telefon miliknya berbunyi. Yang ternyata yang menelefon adalah D.o.

 

“Hei… Taemin apa kamu sudah mengerjakan tugas kimia, kalau sudah bisakah aku melihatnya nanti pagi ? ” pinta Do manja pada Taemin.

“D.o… aku mau bertanya pada mu tentang yang waktu saat kita istirahat tentang perasaan orang jatuh cinta itu seperti apa?”

“Oh yang itu.. memangnya ada apa?”

“Cepat katakan sekarang ! aku penasaran ?”

 

“Baiklah … Apakah hatimu berdegub kencang tanpa sebab saat melihat dia. Lalu hatimu merasa sakit bila melihat dia berdekatan dengan orang lain dan tubuhmu panas dingin kalau dekat dengan dia, atau kamu pernah merasa tidak rela kalau dia akan pergi berkencan dengan laki – laki lain ?”

 

Mendengarkan itu Taemin hanya diam membisu sambil menatap kosong kearah Boa

 

Yeoboseo , Taemin-sii kamu masih ada disana ? Bagaimana kamu sudah mengerjakan tugas Kimia belum ?”

 

“D.o kamu benar sepertinya aku jatuh cinta kepada dia ” ucap Taemin pelan dan lalu Taemin mematikan telefonnya.

 

“ Ya…! kenapa kamu mematikan telefonmu . kamu belum memberi tahu aku . kamu sudah belum mengerjakan tugas Kimia. Dasar mematikan semaunya saja telefon dari ku . tapi tadi dia berkata apa ya padaku terakhir kalinya? Tau ahh!!  emangnya aku pikirin yang aku pikirin sekarang bagaimana nasip tugas kimia ku sekarang ini ? ” D.o menggaruk – garuk  kepalanya yang tidak terasa gatal.

 

~~~ ooo ~~~

 

Sampailah Boa di depan rumahnya dan Taemiin juga mengikuti dari belakang Boa secara diam – diam.

 

Gomawoyo , Seonbae-nim sudah mau mengantarkan aku pulang sepertinya hujannya sudah berhenti ”

“Apakah kamu tidak menawarkan aku secangkir teh atau kopi gitu? ”

“Sepertinya lain waktu saja ya Seonbae-nim . karena sudah malam tidak enak dengan tetangga. Semoga Seonbae-nim dapat mengerti.”

“Baiklah sampai bertemu besok agasii, selamat malam.”

“Selamat malam juga Seonbae-nim, hati – hati dijalan.” Balas Boa.

 

          Setelah Yunho pergi, Boa langsung masuk kedalam rumah dan dia memangil Taemin tapi tidak ada jawaban. Karena penasaran Boa datang kekamar Taemin ternyata dia tidak ada dikamarnya. Itu membuat Boa khawatir. Dia langsung berlari untuk mencari Taemin diluar tapi saat dia akan membuka pintu Taemin sudah ada dengan tubuh yang basah kuyup sambil menggengam payung. Lalu dia jatuh di bahu Boa.

 

Mianhae.. noona, aku telat menjemput mu.” ucap Taemin dengan suara yang berat.

“Apa yang terjadi pada mu Taemin-sii. Badan mu sangat panas , apakah kamu hujan – hujanan saat menyusul ku ke halte bus? Ayo sekarang kita masuk.”

          Karena Boa tidak kuat menompang tubuh Taemin ke kamarnya diatas sehingga dia menaruh Taemin di dalam kamarnya karena kamar Boa ada dilantai bawah. Boa dengan cekatan dia menggantikan baju Taemin yang basah dengan pakaian yang kering dan dia juga tidak lupa mengompres kepala Taemin agar menurunkan demamnya.

 

Minaheyo  Taemin-sii karena aku kamu jadi seperti ini.” Boa berkata sambil menagis.

 

Lalu mata Taemin terbuka perlahan – lahan.

 

Noona  jangan menagis ini bukan salah noona  sepenuhnya kok memang aku sudah tidak enak badan dari pagi hari.” Taemin berkata sambil menghapus air mata yang menetes di pipi Boa.

A-ni… aniya ! ini salah aku seandainya aku tidak menghubungimu mungkin kamu tidak akan demam tinggi seperti ini. Akan aku buatkan bubur untuk mu ya”

“Tidak usah noona , aku masih kenyang. Noona  disini saja bersama aku temani aku sebentar.” Pinta Taemin sambil memegang tangan Boa sehingga dia duduk disamping Taemin.

“Tapi kamu harus makan walaupun sedikit , aku akan buatkan bubur sebentar.”

“Aish..!!! noona  bisakah kamu diam sebentar.” Taemin menarik tangan Boa ketika dia hendak bangun lagi dari sampingnya.

 

Karena kurang keseimbangan kepala Boa jatuh tepat di atas dada Taemin yang sedang berbaring. Boa dengan cepat bangun tapi punggung belakangnya di peluk oleh Taemin sehingga Boa tidak dapat bangun.

 

“Ada apa dengan mu Taemin-sii ?”

Noona  bisakah kita begini sebentar aku ingin begini sesaat . kepalaku terasa berputar – putar sekarang ”

“Baiklah tapi sebentar saja ya ”

Ne ,noona  … gomawo…”

 

          Setelah beberapa jam Boa terbangun dari tidurnya, ternyata dia tertidur cukup lama. Dia memegang kening Taemin dan syukurlah panas tubuhnya sudah turun. Maksud hatinya ingin bangun dari lengan Taemin tapi di dalam hatinya yang terdalam dia tidak rela kalau harus menyiakan kesempatan langkah ini. Jadi dia melanjutkan tidur disamping Taemin.

 

          Ternyata Taemin tidak lah tidur saat itu. Dia sudah terbangun tapi dia berpura – pura tertidur saat itu. Dia sangat senang dapat melihat noona  nya tidur disampingnya. Seandainya dia bisa selalu tidur disamping noona nya selamanya pasti dia akan menjadi orang yang paling bahagia didunia.

 

          Sinar matahari masuk disela – sela hordeng kamar Boa . Itu membuat Boa terbangun dalam tidurnya. Lalu dia melihat jam diatas dinding ternyata sudah jam 6 pagi. Untungnya hari ini libur kantor sehingga dia tidak usah bangun pagi – pagi. Lalu bagunlah Boa untuk membuat sarapan pagi.

 

“Apa ya sarapan yang harus aku buat hari ini ? Karena Taemin sedang sakit akan aku  buatkan  sop ayam gingseng saja agar tubuhnya cepat pulih.”

 

          Aroma masakan yang dibuat oleh Boa membuat Taemin terbangun dan dia menghampiri noona  nya didapur. Ketika Boa sudah selesai memasak terdengar suara bel pintu rumahnya. Boa langsung mematikan kompornya dan kedepan untuk membukakan pintu. Betapa kagetnya ternyata yang datang sepagi ini adalah Seonbae-nim nya dan sekarang dia datang kesini bersama ayahnya.

 

“Maaf menggangu anda pagi – pagi ini.” ucap ayahnya Yunho.

“oh.. tidak apa – apa pak , silakan masuk.” Boa mempersilakankan tamunya masuk

“Sebenarnya ada yang mau saya bicarakan pada mu Boa ”

Sajangnim, jangan salah paham aku dan Seonbae-nim tidak ada hubungan apa – apa.”

“Saya tahu , Yunho memang orangnya seperti itu , tapi sayangnya bukan itu yang membuat aku datang kesini.”

“Jadi sajangnim kesini ada maksud apa ? ”

“Apakah kamu mengenal Taemin-sii?”

“Iya, dia adalah dongseng ku , memangnya ada apa sajangnim ? ”

“Sebenarnya Taemin adalah anak kandung saya yang sedang saya cari selama ini ”

 

Boa tidak dapat percaya dengan apa yang sudah dia dengar. Tiba – tiba terdengar suara gelas pecah dari belakang. Ternyata Taemin sudah ada disana sedari tadi dan dia juga mendengar semuanya dengan jelas.

 

“ Apa – apaan maksud ajusshi  ini noona  ?”

“ Tenang dulu Taemin-sii. aku juga masih bingung tentang semua ini ”

“Memang ini tidak maksud akal nak, tapi kamu memang anak ku , aku sudah mencari mu bertahun- tahun ” ucap aeboji nya dengan nada yang parau karena menahan tangisannya.

“Nak?? Apa – apaan ajusshi ini aku gak mengerti ? Yang aku tahu adalah Eomma ku sudah meninggal dan aeboji ku juga” Teriak Taemin dengan suara bergetar pada laki – laki paruh baya itu.

 

“Apakah kamu tidak pernah didik oleh orang tua ? hah…!!! membentak orang tua seperti itu ” Balas Yunho dengan nada yang membentak kepada Taemin.

“Kamu jangan pernah menghina Eomma ku seperti itu, kamu jangan sok tahu. Aku juga tidak sudi memiliki seorang aeboji yang tidak bertanggung jawab dengan keluarganya ”

 

“ Dasar anak ini gak tahu diri masih bagus dianggap sama Appa nya. Dasar anak tak tahu diuntung kamu itu sama kaya Eomma mu. Dasar anak haram !!!” Ucap Yunho pada Taemin. Tiba – tiba Boa menghampiri Yunho dan langsung menamparnya.

“ Apa – apaan kamu, apakah kamu sadar apa yang kamu lakukan sekarang !” Sambil menatap kearah Boa.

 

“ Iya aku sadar dengan apa yang aku perbuat sekarang. Aku tidak peduli apakah kamu atasan ku atau bukan. Aku juga tidak peduli kalau aku harus keluar dari pekerjaan ku saat ini. Tapi aku peduli pada Taemin, aku tidak rela ada yang mengatainya , aku yang mengurusinya dari kecil jadi kamu yang baru melihatnya jangan lah langsung menjudge dirinya seperti itu. Jadi Kamu jangan merasa dirimu yang paling suci disini ” bentak Boa pada Yunho itu membuat Yunho tidak dapat berkata apa – apa dan Taemin langsung terdiam melihat sikap Boa tadi.

 

noona , gomawoyo noona sudah membela ku.”

 

“ Aku tidak membela mu kok . aku hanya tidak suka ada orang yang sok tahu di dalam rumah ku. Lagian ini bukanlah salahmu melainkan salah kedua orang tua mu, kamu hanya sebagai korban disini ” Boa langsung melirik ke direkturnya.

 

“ Aku minta maaf Boa sudah menggangu ketenangan dalam rumah mu. Tapi apakah kita bisa berbicara berdua ” pinta ayah Taemin.

 

          Setelah beberapa lama Boa datang ke Taemin dan meminta Taemin melakukan tes DNA. karena itu adalah salah satunya cara apakah dia adalah anaknya atau tidak. Awalnya Taemin tidak setuju tetapi setelah di bujuk oleh Boa akhirnya dia luluh juga. Pergilah mereka kerumah sakit untuk melakukan tes DNA.

 

          Sesampainya disana Taemin dan Pak direktur langsung melakukan tes. Pada saat mereka pergi berdua tinggallah Boa dan Yunho di ruang tunggu. Keadaan ini sangatlah mencanggung kan karena Boa telah menampar wajah bosnya sehingga dia merasa tidak enak hati.

 

“Boa agashii aku minta maaf atas kejadian didalam rumahmu tadi ” Yunho mengulurkan tangannya untuk meminta maaf dan Boa langsung menjabat tangannya.

“Aku juga minta maaf sudah menamparmu , apakah kamu baik – baik saja ?”

“Aku baik – baik saja Agasii, kenapa kamu sangat marah tadi , aku jadi sedikit takut pada mu”

“Yah karena kamu berbicara sangat kasar tentang Taemin, aku tidak suka orang seperti itu”

“Jadi kamu menyukai Taemin?”

“Eh… apa – apaan sih kok kamu bicaranya seperti itu? ”

“Ya sudah jawab saja kamu suka tidak sama Taemin? ”

 

Boa sama sekali tidak menjawab pertanyaan Yun ho dia hanya dapat memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan Yunho.

 

“Ooh… jadi kamu mencintai Taemin, aku bisa liat dari tatapan matamu saat melihat dia ” ucap batin Yunho.

 

~~~ ooo ~~~

 

Setelah menunggu beberapa lama keluarlah Taemin dan ayahnya dari lab, mereka harus menunggu beberapa jam untuk melihat hasilnya. Mereka menunggu hasilnya dengan harap- harap cemas. Teamin ingin kalau dirinya bukanlah anak dari ayahnya Yunho tapi sebaliknya Ayahnya Yunho mengharapkan kalau dia adalah anaknya.

 

Setelah menunggu dua jam keluarlah dokter yang sudah memeriksa mereka. Dia memberikan selembar amplop. Dengan hati yang berdebar – debar Taemin membuka isi dalam amplop itu dan dengan hati – hati Taemin juga membuka isi dalam amplop dan dia membacanya dan ternyata ???

 

_TBC_

 

~~~ ooo ~~~

 

Bagaimana Ceritanya ? Semoga para reader menyukainya ya, mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dari penulisannya. Tolong jangan lupa tinggalkan jejak  ya buat riview an penulis, agar penulis bisa lebih baik lagi untuk membuat cerita selanjutnya.

Cerita ini pernah aku publis di blog ku

 

Makasih ya udah baca ceritanya sampai part 2 di tunggu ya part terakhirnya besok di part 3 .

Ps: Kemungkinan di part terakhir akan aku protect, jadi jangan lupa tinggalkan jejaknyanya. Tapi bagi reader’s yang sudah berbaik hati meninggalkan komennya di part 1 sampai 2 akan aku kirimkan  passwordnya ke email kalian, jadi kalian tidak usah khawatir 🙂

Khamsamida    (^-^)V

 

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s