[OS] It Already Happened

it-already-happened1

It Already Happened

©kiyomizumizuki, 2014

Kwon Yuri (SNSD’s Yuri) – Huang Zi Tao as Tao (EXO’s Tao)

Oneshot || PG-15+ || Hurt/Comfort, Romance

A/N : Tao pov || Tulisan yang bercetak miring (italic) itu artinya masa lalu

Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. Sorry if you find typo(s)

Poster by : Hyeorili (Thanks!)

***

Air mata ini terus mengalir begitu saja.

Aku menghapusnya perlahan. Biasanya, jika air mata ini mulai mulai berjatuhan, akan ada sebuah tangan berwarna putih bersih yang akan selalu menyekanya dan membersihkannya. Aku memang tak dapat membiarkannya begitu saja.

Tapi, aku tidak dapat menghapus semua kenangan yang sudah tersimpan di memori otak ini. Yang sekarang berputar kembali bagaikan film yang sedang berputar di bioskop.

Seputar kenangan manis dan bahagia mulai terulang. Namun sekarang terjadi kenangan pahit dan memilukan yang membuat hati ini menjadi seperti tersahayat oleh pisau yang ujungnya tajam dan runcing. Ya, tuhan aku tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lagi bagaimana rasa sakit ini mulai menjalar di seluruh tubuhku.

Demi tuhan! Ini sungguh sakit, aku menekan dada kiriku. Air mata ini mulai kembali mengalir dengan derasnya dan tanpa aku hapus begitu saja. Aku menatapnya, namun rasa sakit mulai semakin menjadi-jadi, bagaikan akan pisau yang terus menusuk-nusuk dan mencabik-cabik hatiku kini.

Sekarang aku menangis karena memikirkan aku yang sekarang tanpamu. Tanpa dirimu. Ya, tanpa dirimu. Dirimu yang dulu menemani dan mewarnai hatiku, sekarang hanya sebatas kenangan –yang dulu manis, sekarang menjadi sangat memilukan.

Melihatmu yang sekarang mulai mengikat janji suci dan hingga maut memisahkan, aku ingin menggantikan pria yang sekarang berada sangat persis berada di sampingmu, kalian saling menggegam tangan satu sama lain. Ini begitu pilu.

Mengikat janji suci dan membangun masa depan yang lebih baik. Ya tuhan, apakah ini rasa sakitnya yang kudapat?! Aku seperti ingin mati saja langsung disini, agar mereka tahu, seberapa rasa cintaku yang besar untuknya. Aku mencintainya dengan sangat tulus, seputih burung merpati, seperti bayi yang lahir ke dunia tanpa dosa.

Tapi sepertinya itu hanya berada di benakku saja. Kau menikah dengan pria yang sama sekali tidak kau cintai, kau meninggalkan pria yang mencintaimu dengan sepenuh hati –dan mungkin lebih besar dari pria yang sekarang berada disampingmu, pria yang kau cintai. Aku menghapus (lagi) airmata ini yang semakin keluar, sungai kecil mulai terbentuk.

Aku dapat melihatnya dengan jelas! Aku dapat melihat dengan jelas dari tatapan matamu yang terlihat sayu Kwon Yuri! Yang menyiratkan sebuah kesedihan yang begitu dalam. Lee Donghae, namja yang sekarang berada disampingmu ini dan juga telah resmi menjadi suamimu mengulas sebuah senyum, senyum bahagia, tetapi kau hanya mengulas senyum yang menjadi topeng dibalik kesedihanmu saat ini.

Jika saja aku melakukan apa yang kau suruh, mungkin ini tidak akan pernah terjadi! Aku akan melakukannya, tapi nasi sudah menjadi bubur, penyesalan memang selalu datang paling akhir. Sangat betul!

Cinta kita memang tidak dapat di lupakan begitu saja, aku bahkan sangat cengeng ketika kau meninggalkanku dengan sejuta kenangan bahagia yang kita jalani dulu, itu dulu! Aku namja cengeng dan lemah! Tapi, aku selalu berdoa dalam hatiku Kwon Yuri.

Tanpa berkata apapun, aku mohon agar bukan kau, seseorang yang meninggalkanku. Yeoja yang menjadi milikku dulu, yeoja manis dan cantik yang membuatku terhipnotis dengan segala pesonamu. Aku jatuh cinta padamu, cintaku begitu dalam padamu Kwon Yuri.

Kini kau mulai mendekatiku memakai gaun putih bersih tanpa noda sedikitmu. Yang sekarang telah melilit tubuhmu dengan begitu indah dan rapi. Aku mendongakan kepalaku dan menatapmu lirih, kemudian menyungging sebuah senyuman.

“Oppa, mianhae” suaramu begitu bergetar. Aku bahkan sangat mendengar suaramu itu, sangat bergetar. Suaramu yang dulu terdengar sangat halus dan lembut, menggantikan suaramu yang penuh dengan penyesalan. Air matamu mulai mengalir, semakin deras membasahi gaunmu. Kau tidak pantas menangis ketika sedang berpakaian cantik seperti itu Kwon Yuri, tidak pantas!

Aku mendekapmu kepelukanku. “Yuri, uljima! Seharusnya aku melakukan apa yang kau suruh. Jika aku melakukan hal itu, mungkin kita menikah sekarang!” aku mengeratkan pelukanku, merasakan begitu hangatnya tubuhmu untuk terakhir kali, yang nantinya pelukan itu telah resmi menjadi milik orang lain, bukan milikku.

“Aku bahkan tidak tahu kehidupanku selanjutnya tanpamu Yuri, aku seperti mayat hidup. Aku sangat begitu hancur Yuri, sekarang aku bagaikan telah menjadi es yang hancur berkeping-keping dan bahkan sekarang sudah mencair.” Kataku lirih yang tetap masih memelukmu dengan erat.

Kurasakan kemejaku mulai basah akibat airmata kita berdua mencampur menjadi satu. Yuri! Aku mencintaimu, jeongmal saranghae! Kau tidak tahu bagaimana sebegitu tulusnya aku mencintaimu?? Yuri-ah, aku bingung ingin berkata apalagi. Aku namja bodoh Yuri-ah.

Kurasakan Yuri mulai menghela napasnya. “Oppa, lupakan aku! Buang, aku jauh-jauh dari hatimu! Aku bukan wanita yang pantas untukhttps://smentffindo.wordpress.com/wp-admin/post-new.phpmu, aku wanita yang sangat kejam melebihi apapun yang tega meninggalkan namja yang selama ini mewarnai hari-hariku bahkan telah mencintaiku dengan begitu tulus. Aku sangat kejam oppa!! Oppa,” kau menghentikan suaramu dan menghirup napas. “Oppa, aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku sudah punya jalan kehidupanku yang baru tanpamu. Selamat tinggal oppa,”

Kwon Yuri?! Apa yang kau katakan padaku dengan kata-kata terakhirmu tadi? Kau semakin mencabik-cabik lubuk hatiku yang paling dalam. Kau menyayat hatiku dengan pisaumu yang tajam, kau membunuhku! Aku seakan membuat aku semakin kehilangan jiwa Yuri. Aku bahkan terlalu takut dan lemah untuk kehilanganmu Yuri. Ini mustahil! Aku tidak bisa membuang mu begitu saja.

Sebentar saja kau menjauh dariku.

Tidak ada yang terjadi.

Namun ini sudah terjadi begitu saja.

Jika aku terbangun malam ini, aku berharap yang sekarang berada di sampingku adalah kau! Dan berharap kita bisa bersama lagi.

Di kamar aku hanya menangis dengan sejuta penyesalanku..

Jika saja aku membawamu pergi mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi. Aku berharap ini hanya sebuah mimpi terburuk yang pernah aku alami! Seseorang, aku mohon tolong bangunkan aku dari mimpi menyakitkan ini! Sayup-sayup aku melihat kenangan kita disini. Aku tak bisa melihat senyummu, tingkah lucumu lagi. Tolong aku Tuhan, bangunkan aku dari mimpi ini?!

“Oppa, apakah kau sakit?” Yuri datang kearah Tao yang sekarang membenamkan dirinya dalam selimut hangat. Tao tertawa kecil dibalik selimutnya agar tidak ketahuan oleh Yuri bahwa sekarang dia sedang menjahili yeojachingu-nya yang polos nan cantik itu. Kini ia telah menjahili Yuri.

“Oppa,” Yuri duduk disamping Tao yang berbaring –ia sudah membuka selimutnya– seraya menyentuh kening Tao, lalu ia berdecak seraya mengkerucutkan bibirnya lucu. Tao menjadi geli sendiri melihat tingkah yeojachingu-nya itu.

“Hey! Kau telah membohongiku oppa?” Yuri berdiri, dia sedikit kesal dengan namjachingu-nya yang telah menjahilinya. Dia beranjak pergi, namun tangannya sudah ditarik lebih dulu oleh Tao yang lebih cekatan. Hingga kini ia di tindih oleh tubuh Tao.

Mianhae Yuri-ah. Aku hanya ingin menjahili yeojachingu-ku yang manis ini.” semburat merah mulai tercetak di pipi Yuri. Tao menyungging senyuman evil nya.

“Oppa, jangan menggodaku!” mereka pun tertawa bersama.

Aku mendorong semua barang-barang yang ada dihadapanku, dimeja, dikasur, semua aku mendorongnya untuk melampiaskan semua rasa sakit dihatiku yang lebih sakit dari yang lain. Kini kamarku berantakan, penuh dengan pecahan gelas yang ku lempar. Aku sangat hancur, bagaikan seorang manusia yang mempunyai nyawa, tapi sebetulnya dia seakan mati.

Mataku teralih pada gecahan gelas yang ditangkap oleh ekor mataku. Aku menghampir pecahan gelas itu dan mengambilnya satu. “Aku membutuhkan Painkiller Yuri, bagaimanapu caranya!” Perlahan, aku membuat garis lurus dan ditanganku. Aku memejamkan mataku dan menikmati sensasi itu –yang sebenarnya itu sangat sakit, tapi rasanya tidak sesakit yang aku alami.

“YURI KAU TAHU, AKU MEMBUTUHKAN DIRIMU, AKU TAK BISA MELEPASKANMU BEGITU SAJA, KAU KIRA ITU MUDAH?!”

“YURI APA AKU PERLU MEMBUNUH DONGHAE SIALAN ITU AGAR AKU BISA MENDAPATKANMU KEMBALI?! AGAR KAU BISA MENJADI MILIKKU KEMBALI KWON YURI?!”

“KWON YURI !! KAU DENGAR AKU? AKU AKAN MEMBUNUHNYA BAGAIMANAPUN CARANYA!! YOU’RE MINE KWON YURI!! KAU HANYA MILIKKU SEORANG, TIDAK BOLEH ADA SESEORANGPUN YANG BOLEH MENDEKATIMU!!”

Aku terus berteriak pada foto yang ku pegang, foto kami berdua. Aku benar-benar sudah gila sekarang tanpa. Berkali-kali aku meneriakannya dengan hatiku, langsung dengan bibirku. Aku seperti ingin melampiaskan rasa sakit ini pada semuanya. Ini terlalu sakit.

Aku tidak dapat kehilanganmu, aku berulang-ulang mengatakannya. Aku tidak dapat menghapusmu bahkan membuangmu dari lubuk hatiku, kau sudah mengambil satu kunci yang terdapat dalam hatiku lalu kau menguncinya dan menyimpanmu untukmu seorang diri, kau sudah merebut semuanya. Aku tak dapat melupakanmu.

Sekarang, yang kulakukan adalah, menangisi diriku yang sekarang tanpamu. Tanpa dirimu Kwon Yuri.

END

Haiii~ *tebar bunga* Aku hanya minta satu dari para readersdeul, yaitu berikan RCL kalian *buing-buing* #plak!

Advertisements

One thought on “[OS] It Already Happened

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s