[OS] Everything has Changed

everything-has-change

Everything has Changed

©kiyomizumizuki, 2014

Oh Sehun (EXO’s Sehun) – Im YoonA (SNSD’s YoonA)

Oneshoot | PG-15 | Romance, AU, Hurt/Comfort, Angst

Poster by : Hyeorili [Thanks!]

Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there’s any same title or characters. Sorry if you find typo(s)

***

Seorang pemuda berparas tampan tampak menatap pria paruh baya yang berada di depannya dengan tajam di sinis, suasana di ruangan ini menjadi panas dan penuh dengan ketegangan. Manik mata pemuda itu sangat terlihat menusuk ke manik mata pria paruh baya itu. Dan sebenarnya pria paruh baya yang berada di depannya adalah Appa-nya sendiri. Pemuda itu mengeratkan genggaman tangannya pada wanita di sampingnya yang menunduk takut.

“Kau tidak usah takut, aku akan terus berada disampingmu. Arata?” ucap pemuda itu dengan nada berbisik. Dia berusaha menenangkan wanita yang berada disampingnya yang takut, tubuh wanita itu tampak banyak mengeluarkan keringat dingin. Wanita itu hanya bisa mengangguk lemah. Pemuda itu mengalihkan pandangannya pada sang Appa yang masih menatapnya.

“Jadi kau masih mau memilih wanita miskin itu, Oh Sehun?” tanya sang Appa dengan sinis. Oh Sehun –nama pemuda itu– Sehun tersenyum sinis meremehkan Appa-nya itu. Dia menarik sudut bibirnya, sangat menolak Appa-nya itu bukan? “Nona Im, sebenarnya alat apa yang kau lakukan untuk membuat Putraku begitu mencintaimu? Ah, salah. Maksudku mengapa putraku bisa bertekuk lutut padamu?” Kini bergantian, Tn. Oh yang menarik sudut bibirnya.

Emosi Sehun pun mulai naik. Nafasnya berburu. Wanita yang berada di sampingnya itu diam-diam mengelus punggung namja itu pelan agar tidak larut dalam emosinya yang terlalu naik. “Jangan Appa menghina begitu, aku mencintainya dengan tulus! Lagipula, aku tidak bisa menerima ‘nya’ karena aku tidak mencintainya! Aku menolak!” kata Sehun.

“Oh, jadi kekuatan cinta yang membuat kalian seperti itu? Aku tidak terlalu percaya pada kekuatan cinta,” Tn. Oh mulai menyungging senyuman sangat meremehkan Sehun. Apa yang ada dipikiran kalian jika seseorang menjadi sebuah pasangan suami-istri jika mereka tidak saling mencintai? Apa yang terjadi pada kehidupan mereka? Pasti sangat tidak teratur bukan dan dilaksanakan dengan penuk ke-ikhlasan.

“Kenapa aku bisa berada didunia ini? Bukankah itu hasil dari buah cinta Appa dan Eomma?” Sehun berkata dengan sadis. Tn. Oh tampak tidak menjawab perkataan Sehun tadi. Yup, skak mat! Pasti pria paruh baya itu akan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan keduanya. Perkataan Sehun sangat benar bukan? Ia tidak mungkin akan berada di dunia ini jika kekuatan cinta Appa dan Eomma nya yang sangat dalam sehingga menghasilkan buah cinta mereka. Oh Sehun.

“Ternyata kau sangat berani Oh Sehun! Kalau begitu namamu sudah ku coreng dalam daftar hak waris keluarga Oh!”

“Oh aku tidak keberatan! Lagipula aku sangat mencintainya dan pasti akan berusaha untuk membiayai hidup kita berdua kedepannya dan bagaimana pun itu caranya! Apa kau sudah puas dengan jawabanku ini?”

“Hahaha! Kau begitu sangat percaya diri Oh Sehun,”

“Kau baru tahu Appa? Tidak kusangka, kau bisa menolak gadis ini hanya karena dia tidak sama derajatnya dengan kita! Aku baru tahu bahwa hatimu busuk sekarang! Semua manusia itu sama, semua sama! Tidak ada yang berbeda, untuk apa kita membeda-bedakan orang lain?!” tanya Sehun balik dengan nada tinggi, menekankan semua kalimat yang diucapkannya tadi hanya karena Appa nya menolak gadis yang berada disampingnya itu.

Tn. Oh berdesis.

“Kau baru tahu diri? Selama ini kau kemana Oh Sehun? Tentu saja wanita itu berbeda dengan kita! Dia miskin dan tidak punya apa-apa dan dia jauh sekali derajatnya dengan kita! Kau harus tahu itu, jika wanita ini menjadi istrimu kelak kau bisa saja menghancurkan nama baik keluarga Oh! Yang sudah Appa bangun sejak dulu dank au mengahancurkannya dengan sekejap karena wanita jalang itu!” cibir Tn. Oh pedas. Dia membalik semua perkataanya pada Sehun dengan menekankan setiap perkataannya. Lagipula, Tn. Oh juga sedikit saja mengalihkan pembicaraannya Sehun tadi.

“Seharusnya kau yang tahu diri Appa! Hanya karena Yoona miskin dan tidak punya apa-apa dengan mudahkan kau bisa menginjak-nginjak harga dirinya?! Semua orang pasti punya harga diri yang harus dijaga kehormatannya dengan baik! Kau benar-benar tidak tahu diri! Dia adalah wanita baik-baik, bukan seperti ‘dia’, wanita yang sangat jalang dari Yoona!” ucap Sehun balik dengan emosi yang terpancar dari auranya.

Yoona –wanita yang berada disamping Sehun– hanya bisa menunduk dan menunduk mendengar suara yang keras serta tinggi dan terasa emosiona di telinganya membuatnya terasa ingin kabur dan menangis dengan keras. Dia wanita yang baik, wanita yang selama ini bisa mengubah Sehun. Wanita yang selalu sabar menghadapi sikap Sehun yang kasar dan sangat jalang dulu. Sekarang, mungkin Yoona sudah bisa mengubah Sehun menjadi pria yang baik-baik.

Plak!

Suara tamparan kerasa mendarat di pipi Sehun dan membuat Yoona menggigit bibir bawahnya, rasa tegang sangat terpancar dari dirinya. Tamparan itu, tentu saja berasal dari Tn. Oh yang tidak rela menantu wanitanya –yang sebenarnya ingin dijodohkan dengan Sehun, tapi Sehun menolak keras karena sudah bersama dengan wanita yang selama ini mencuri hatinya– Sehun memegangi pipinya yang memerah karena tamparan dari Appa-nya juga terbilang sangat keras.

“Jaga omonganmu Oh Sehun! Dia wanita yang baik-baik, dia berasal dari keluarga terpercaya dan terhormat. Dia wanita yang sangat baik, dia bukan wanita malam seperti gadis yang berada disampingmu itu. Dia gadis kotor! Dia sudah kotor, aku yakini pasti dia sudah melayani para pria yang berada di club itu,” cibir Tn. Oh pedas, sangat pedas. Perkataan Tn. Oh begitu menusuk hati Yoona, dia merasa bahwa tubuhnya tidak kuat sekarang dan ingin tumbang.

Sehun menahan tangannya yang sebenarnya ingin menampar wajah Appa-nya itu balik, tapi dia menahannya karena masih terkuat dihatinya bahwa yang di depannya kini adalah seorang lelaki paruh baya yang sudah merawatnya dan melindunginya hingga sekarang. Tapi, Sehun juga tahu bahwa kekuatan hati sangat kuat dan cinta tidak bisa dipaksa. Cinta itu berasal dari hati!

“Jaga bicaramu Appa, pekerjaannya baik-baik, walaupun dia tidak punya apa-apa dan tidak berasal dari keluarga terhormat! Dia mencintaiku dengan tulus dan apa adanya, aku tetap akan menolak perjodohan yang Appa ajukan padaku, sesungguh cinta berasal dari hati dan tidak akan pernah putus dan cinta hanya bisa terpisahkan oleh maut, aku percaya dengan kekuatan cinta.” Sehun tetap pada pendirianya, menolak dengan keras perjodohan yang di ajukan sang Appa padanya.

“Oh, kau masih percaya dengan kekuatan cinta suci kalian itu? ah aku salah kata. Namamu sudah ku coret dari daftar hak waris keluarga Oh! Dan namamu sudah ku coret pada anggota keluarga Oh! Jadi, sebagai kesimpulan aku tidak menganggapmu sebagai putraku lagi. Cukup puas dan kau tidak tergiur dengan itu?” Tn. Oh sedikit menggoda, tapi dia berusaha menutupinya.

Sehun kembali menarik sudut bibirnya. “Tidak!” Sehun berkata dengan nada tegas. Yoona yang berada disampingnya hanya bisa menahan air matanya agar tidak keluar dari sarangnya. Sekarang matanya sudah berkaca-kaca, mendengar sebuah lontaran kata yang emosional dan tegas tentang Sehun yang tetap memepertahankan dirinya untuk menjadi pendamping hidup pemuda itu kelak. Dia terharu dengan kata-kata Sehun tadi yang seakan sangat yakin, ah sudahlah pasti kalian juga mengerti..

***

Oh Sehun, putra dari keluarga Oh. Keluarga konglomerat yang berada di Korea Selatan. Siapapun warga penghuninya pasti mengenal keluarga ini. Appa-nya seorang menteri dan sang eomma seorang pengusaha yang sekarang sedang merintisnya di perusahaan mereka. Oh Corp. Kesibukan keluarga ini membuat Sehun menjadi seseorang yang kekurangan kasih sayang orang-tua, sejak kecil Sehun hanya berada di rumah dengan bermain game. Dan saat kelas ia duduk di bangku kelas enam sekolah dasar, dia mulai sering keluar rumah –pergi bersama teman-temannya, hal ini membuat Sehun semakin terhibur. Tapi, bukannya karena dia kekurangan kasih sayang orang-tua dia bisa seenaknya menjadi anak bebas dan bergelayut di dunia malam, dia bukan tipe anak yang seperti itu dia masih bisa mengontrol dirinya walaupun orang-tuanya jarang di rumah. Dia memang anak tunggal.

Yah, walaupun Sehun memang juga tidak pernah bergelayut di dunia malam. Tapi, sesuatu menimpanya, saat dia duduk dibangku kuliah, dia pernah mencoba untuk melangkah ke dunia malam, hal ini membuatnya juga terasa melayang. Yah, seperti mencoba meminum alcohol yang berlebihan atau mencoba menghisap rokok. Sehun pernah mencobanya, dia menjadi anak yang bebas dan juga berperilaku seenaknya. Tapi, suatu hari sesuatu menimpanya. Dia bertemu dengan gadis yang merupakan juniornya di kampus, gadis itu cantik dan merebut perhatian Sehun. Sehun selalu mendekatinya, tapi gadis itu malah menjauh –mungkin dia tahu kelakuan berandal Sehun– Ahh, tidak-tidak. Gadis itu memang juga mendekati Sehun, anehnya juga ikut menjauh. Ya, dia Im YoonA seorang gadis yang mendapat beasiswa bisa berlanjutkan pendidikannya di universitas ternama di Seoul dan di Korea, orang-tuanya memang berekonomi rendah, tapi dengan begitu membuat Yoona menjadi anak mandiri dan tidak mau menyusahkan orang-tuanya, dia mati-matian untuk meraih prestasi setinggi langit untuk membahagiakan orang-tuanya.

Yoona selalu ingin membuat Sehun kembali ke sifat aslinya. Bahkan dia pernah menjadi playboy kelas kakap! Intinya, kelakuan berandalnya sangat sudah keluar dari jalur. Tapi, Yoona tidak pernah mau menyerah untuk mengembalikan sifat asli Sehun. Suatu hari, Sehun menatap Yoona. Dia menyatakan perasaannya pada gadis itu, mereka berpacaran. Beberapa bulan kemudian mereka berpacaran, Yoona sudah bisa mengembalikan sifat asli Sehun.

Mereka ingin melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan. Ayolah, apakah ini karma karena Sehun sudah pernah mempermainkan wanita sebanyak itu? Orang-tua Sehun tidak merestui hubungan keduanya karena dengan alasan yang sebenarnya sangat sepele, Yoona tidak sederajat dengan keluarga Oh yang sangat kaya raya dan terhormat. Sehun, sudah dijodohkan oleh orang-tuanya, tapi menolak dengan kerasa, dia ingin tetap mempertahankan hubungannya dengan Yoona.

Walaupun mereka tidak direstui oleh orang-tau Sehun, mereka akan tetap nekat melanjutkan pernikahan mereka. Yup, hari ini adalah hari ini yang paling bersejarah dalam hidup YoonA dan Sehun, hari ini mereka melasungkan pernikahan. Yang diundang hanya orang-tua Yoona dan teman-teman mereka. Senyum merekah diwajah mereka. Sekarang mereka sudah berada di depan pendeta untuk mengucapkan janji suci itu.

“Tn Oh Sehun apakah kau berjanji untuk menjadi suami yang baik bagi nona Im YoonA dan akan tetap menemaninya dalam suka maupun duka sampai mau memisahkan kalian?” tanya sang pendeta.

“Ya, saya bersedia!” Sehun berkata dengan tegas.

“Nona Im YoonA apakah kau berjanji untuk menjadi istri yang baik bagi Tn. Oh Sehun dan akan tetap menemaninya dalam suka maupun duka sampai maut memisahkan kalian?”

“Ya, saya bersedia!”

Sehun berbalik dan menatap YoonA dalam. Kemudian pemuda itu mengulas senyum tulusnya. Perlahan, wajah Sehun mendekat. Bibir Sehun bertemu dengan bibir Yoona. Sehun menciumnya dengan lembut. Tentu saja langsung terdengar tepukan yang sangat meriah disana.

***

Sudah sepuluh bulan mereka melangsungkan kehidupan sebagai pasangan suami-istri. Kehidupan mereka berjalan dengan baik. Tampaknya, Yoona sedang mencuci piring bekas makan malam mereka. Sekarang Sehun belum pulang juga dan entah apa yang namja itu kerjakan di luar sana, hal ini membuatnya sangat cemas dan takut sesuatu terjadi pada Sehun. Ia sangat cemas dan bahkan mondar-mandir di ruang keluarga.

Brak!

Pintu terbuka lebar dan terdengar dengan sangat keras membuat Yoona sedikit tersentak akibat suara pintu itu. Yoona memutar tubuhnya menatap si pelaku yang membuka pintu. Matanya melebar sempurna, siapalagi kalau dia bukan Oh Sehun yang sekarang dalam keadaan kacau balau. Dia berjalan dengan terhuyung-huyung, kemejanya berantakan dan rambutnya. Yoona mendekat untuk memastikan keadaan Sehun. Dia mencium bau soju yang sangat mengental dalam diri Sehun.

Apakah sifatnya yang dulu kembali terulang seperti sekarang??

“Oppa, apa yang terjadi padamu?” tanya Yoona cemas. Sehun menepis tangan Yoona dan berjalan menuju kamar tamu. Oh ada apa dengan namja ini? Dan kelakuan Sehun membuat Yoona semakin heran.

***

Suara ketukan pintu kembali menyadarkan Yoona. Dia membuka pintu tersebut dan melihat seorang pemuda bermata panda datang kerumahnya. Yoona menelan ludahnya karena tatapan namja itu sangat menyeramkan dan bahkan hampir menusuk ke manik mata Yoona. Dia sedikit gugup untuk membawa pemuda itu masuk. Pemuda itu hanya menaikan sudut bibirnya dan membuat Yoona kembali bergidik.

“Nuguseyo? Ada keperluan apa kau kemari?”

“Tao imnida,”

“Sebenarnya ada hal apa yang ingin kau bicarakan?”

“Aku hanya ingin menceritakan suatu cerita padamu Yoona-ssi.”

~Flashback on~

Sehun mengangkat telepon miliknya. Dia melihat siapa pelaku itu. Tertera nama Tao disana. Sehun tersentak, ada apa orang ini menelponnya? Apakah ada sesuatu yang penting yang harus dibicarakan olehnya? Dengan ragu Sehun memencet tombol hijau itu. Kemudian mendekatkan benda persegi panjang itu ke telinga kirinya.

“Oh Sehun, kau sudah menyentuh tubuh istriku! Maka dengan begitu aku ingin menukar sesuatu denganmu.”

Sehun kembali menunjukan senyuman evil-nya. “Haha, kalau ya memang kenapa Tao-ssi? Bahkan desahan istrimu itu sangat sexy dan membuatku tergiur untuk mencicipi tubuh istrimu lagi! Kwon Yuri,”

Sehun tersentak. “Gadis miskin itu? Kau bahkan boleh mencicipi tubuhnya semau dan sepuas mu Huang Zi Tao! Silahkan, aku mengizinkanmu.”

~Flashback off~

“Mwoya?! Kau pasti bercanda,” Yoona memundurkan tubuhnya dari Tao, menjauh dari namja itu. Rasa takut mulai menggelayutinya, takut Tao akan melakukan sesuatu padanya. “Aku tidak akan melakukan hal itu padamu Yoona-ssi, bagaimana kalau kita berteman?”

***

Yoona kembali tersentak ketika melihat Sehun mengepak isi semua perlengkapannya di koper. “Oppa, kau mau kemana?” tanyanya lembut. Sehun menatapnya sinis. “Aku ingin meninggalkanmu, hubungan kita berakhir arraseo? Aku lelah Yoona-ssi menjadi suamimu dan hidup serba kekurangan seperti ini! Aku lelah, makanya aku memilih untuk meninggalkanmu dan melanjutkan tawaran Appa-ku saat itu.” Sehun mendorong tubuh Yoona paksa, tubuh Yoona terasa kaku di gerakan. Perlahan tubuh Sehun menghilang dibawa mobil yang sudah menjemputnya. Yoona terduduk di depan pintu, dia menangis. Mengapa dia begitu mudah mempercayai omongan Sehun yang kosong itu dan ujungnya dia meninggalkan Yoona dengan sejuta luka di hatinya.

“Aku tidak percaya kau seperti ini oppa, dimana janji manismu itu padaku? Dan kemana kau akhirnya memilih bersama pilihan orang-tuamu? Dengan mudah kau mengucapkan janji manismu itu padaku dan pada akhirnya kau meninggalkanku? Kemana selama ini hati nuranimu Oh Sehun? Aku sudah menyerahkan semua kepercayaanku padamu..”

END

Mian, kalo GJ 😀. Tapi, leave your comment please 😀 *buing-buing* #plak! 😀

Advertisements

2 thoughts on “[OS] Everything has Changed

  1. Knpa end. . Gak ada sequel ya bikin sehun menyesal d0ng. . .liat perjuangannya buat nikah ama yo0na kayaknya kuat tpi ternya segtu d0ang. . Hwaaa mewek. . .

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s