The Time is Over [Chapter 1]

devieyun-the-time-is-over1

|| Title: The Time is Over || Author: Phiyun || Genre: Romance | Comedy | Friendship | Sad | Hurt  || Main Cast: | Cho Kyuhyun | Choi Soo Young | Kris / Wu Fan| Seohyun || Member suport  : SNSD | Suju | Exo ||  Thema Song : If – Taeyeon||

 

 Poster Credit : kimleehye19 @nicefanfiction.wp.com

 

Halloo… Readers… ketemu lagi sama  Phiyun disini…

 

Cerita di fanfic ini hanyalah fiktif belaka tapi apabila ada kesamaan di dunia kenyataan itu hanya kebetulan semata. Cerita ini adalah pure hasil imajinasi author sendiri . Maaf ya kalau nanti banyak kalimat typon  yang bertebaran saat membacanya,  maklum author juga manusia biasa  ^^. Pemain yang ada didalam cerita real milik penulis ya kalau di dunia kenyataan milik Tuhan, keluarganya , sahabat dan agencynya. Heheee… XD

 

*** Happy  Reading ***

~Summary~

Can we go back as before ?

***

 

“Biibip…biibip… biibip… biibip… biibip… “

 

Terdengar suara jam alaram berbunyi tepat diatas kepala seorang yeoja yang sedang tertidur lelap. Tak berapa lama kemudian yeoja itu pun terjaga. Kedua tangannyapun mencari asal suara yang menggangu tidur nyenyaknya. Akhirnya yeoja itu menemukan yang dari tadi dia cari itu dengan kedua mata yang masih tertutup. Yeoja itu lalu mematikan jam alaramnya dan diapun melanjutkan tidurnya.

 

***

 

~ 2 Jam kemudian ~

 

“Sooyoung… Sooyoung… Choi Sooyoung !!! Pali-ah… ini sudah jam 9 pagi ! Apa kamu tidak masuk kerja hari ini !” Teriak seorang ajumeoni dari bawah tangga.

“Heemmm…” Balasnya dengan nada yang malas sambil tetap menutup matanya dari atas ranjangnya.

 

~ 10 menit kemudian ~

 

“Kenapa dia tidak turun – turun ? Apa dia masih tidur ? dasar anak itu sudah besar masih saja susah dibangunkan !” keluhnya.

 

Karena Sooyoung  tidak turun – turun , akhirnya ajumeoni  itupun naik keatas untuk membangunkan yeoja itu.

 

Yak… ! Sooyoung ! bangun !!! mau sampai kapan kamu tidur ?” Ucap ajumeoni itu dengan nada yang sedikit marah sambil bertolak pinggang.

“Li-lima… lima menit lagi, Jebal  beri aku waktu lima menit saja , hanya lima menit saja.” Sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya kembali.

“Yak !!! Cepat bangun ! ini sudah hampir jam 9,30 pagi , apakah kamu masih mau tidur sekarang ?”

 

Sooyoung langsung membuka kedua matanya.

 

“Apa ? sekarang sudah hampir jam 9.30 ?”

 

Sooyoung lalu mencari jam alaramnya untuk memastikan apakah benar yang dikatakan oelh wanita paruh baya itu kepada dirinya. Akhirnya Sooyoung menemukan jam alaramnya di balik bantalnya.

 

“Ini dia jamnya, sekarang coba aku lihat jam berapa sekarang.”

 

Saat dia melihat jam yang ada di genggamannya dia langsung melempar jam itu diatas tempat tidur.

 

“Hhaaahh !!! aku terlambat … eomma kenapa tidak membangunkan aku dari tadi ? ”

“Yah ? eomma sudah membangunkan mu dari jam yang lalu kamunya saja yang tidak mau bangun- bangun.”

 

Eomma harusnya membangunkan akuk lebih keras lagi, eomma kan tahu kalau aku sulit bangun pagi. Ini semua gara – gara jam weker sialan ini, padahala kemarin aku baru saja membelinya tapi sudah rusak saja.” Sambil memengang dan melihat jam wekernya dengan wajah yang kesal.

 

“Yah… jam wekermu itu tidak rusak, jam itu berbunyi dari tadi tapi kamunya saja yang tidur terus.”

Jinjja ?” sambil melirik eomma-nya

Ne… Sudah cepat sana mandi nanti kamu semakin telat pergi kekantor.”

 

 Sooyoungpun  langsung bangun dari tempat tidurnya dan Sooyoung langsung berlari masuk kedalam kamar mandi.

 

***

 

~ Pov  Sooyoung ~

 

Setelah selesai mandi akupun langsung buru – buru berpakaian setelah itu aku lalu duduk di depan meja rias untuk berdandan sebentar. Namun ada satu benda yang ada diatas meja riasku yang  tidak pernah luput dari penglihatanku. Benda itu adalah sebuah kalender meja yang bertengger di samping meja riasku.

“Tak terasa sudah mau akhir tahun lagi ? Sudah berapa lama aku selalu menandai kalender ?”

 

Aku lalu membuka isi kotak yang ada di bawah kaki meja rias. Disana aku melihat sudah ada 5 kalender meja yang sudah ada bekas tanda silangan disetiap tanggal maupun bulan. Aku hanya bisa menatapnya dengan mata yang sedih dan menghela nafas yang panjang.

“Sepertinya tahun ini adalah tahun terakhir aku memberi tanda pada kalender ku ini. Kata mu , kamu akan datang lima tahun lagi tapi mana ini sudah hampir 6 tahun dan sudah satu tahun lebih ini kamu tidak pernah memberiku kabar berita.”

“Banyak yang ingin aku tanyakan padamu. Apakah kamu menerima surat ku selama satu tahun belakangan ini ? Apakah kamu marah padaku sehingga kamu tidak mau membalas suratku ? Apakah kamu baik – baik saja disana ?”

“Apakah disana studymu berjalan lancar ? Apakah kamu sudah melupakan aku karena kamu sekarang sudah memiliki seorang kekasih disampingmu ? Apakah aku tidak…”

Tiba – tiba bibirku keluh aku tidak bisa melanjutkan ucapanku dan tanpa aku sadari kedua pipiku sudah basah oleh airmata ku yang mengalir begitu saja.

“Apakah kamu tahu , aku selalu datang ketempat dimana kita sudah mengikat janji kita berdua. Aku selalu menunggu mu dan terus menunggumu. Sampai – sampai hanya kamu yang selalu ada di depan mataku bahkan aku bisa melihat sosok mu dengan jelas meskipun aku sedang menutup kedua mataku.”

“Apakah aku harus pergi menghampiri mu kesana atau aku harus tetap menunggumu disini dengan harapan yang kosong ? bogoshipoyo Kyuhun-ah…”

Airmata ku-pun mengalir di kedua pipiku lagi begitu saja saat aku menutup kedua mataku untuk seperkian detik. Tiba – tiba terdengar suara yang memanggil nama ku dari bawah.

“Sooyoung-ah ! apa kamu tidak jadi pergi kerja ? Sudah mau jam 10 !”

Omo… aku telat !!!”

“Semoga sajangnim =(Pak direktur) , tidak marah dan mau mendengar alasanku kenapa aku telat datang kekantor pada hari ini.”

 

Akupun langsung berdiri dari depan meja rias  lalu turun kebawah untuk berangkat kerja.

 

~ Pov  Sooyoung [end] ~

 

If I go, if I go closer to you

I wonder what you may think, I can’t drum up the courage

***

 

Setibanya dikantor Sooyoung langsung masuk kedalam ruangannya dan saat Sooyoung hendak duduk dikursi kerjanya tiba – tiba telefon yang ada di atas mejanya berbunyi.

 

“Kriing… kring…kring…”

 

Dengan ragu – ragu Sooyoung mengangkat telefon itu sambil mengatur nafasnya yang masih tersenggal – senggal karena hampir sepanjang perjalanan ke kantor dia berlari.

Y-yeoboseyo…”

“Sekarang kamu datang keruanganku.”

Ne… Sajangnim

 

Sooyoungpun lalu langsung bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke depan pintu ruangan direkturnya. Namun saat dia hendak membuka pintu direkturnya, Sooyoung merasa aneh kenapa dia tidak melihat satupun teman kantornya disini dan lagi suara direkturnya terdengar aneh saat di dalam telefon.

 

Dengan hati – hati Sooyoung mengetuk depan pintu ruangan direkturnya dan tak berapa lama kemudian terdengar suara yang mengijinkan dia untuk masuk kedalam.

“Masuklah…”

 

Sooyoungpun lalu masuk kedalam ruangan tersebut dengan hati yang was – was. Saat Sooyoung masuk dia melihat disana sudah ada direkturnya yang sedang duduk membelakanginya di atas kursi.

 

“Apakah kamu tahu ? Kenapa kamu saya pangil kesini ?”

Coesonghamnida Sajangnim, maafkan saya hari ini datang terlambat ke kantor.”

“Jadi alasanmu sekarang datang terlambat apa ?” Dengan nada yang terdengar dingin.

“Tadi saat aku di…”

 

Belum sempat Sooyoung menyelesaikan ucapannya, direkturnya langsung memotong pembicaraannya.

 

“Jangan bilang kamu saat kesini kendaraan yang kamu tumpangi mogok, atau saat ditengah jalan tiba – tiba bannya pecah, setelah itu kamu sulit mendapatkan pengganti kendaraan untuk pergi ke kantor dan kamu harus menunggu cukup lama untuk mendapatkannya. Benarkan semua ucapanku itu ?”

 

“Ne… ?”

 

“Iya ,benarkan ucapanku barusan itu adalah ucapan yang akan kamu katakan padaku sekarang ? kalimat itu sering aku dengar dari semua karyawan – karyawan disini saat tadi. Alasan mereka sama semua, sehingga aku bisa hafal dengan kalimat itu.”

 

Sooyoungpun sangat kaget dia tidak bisa berkata bohong kepada direkturnya karena semua alasan yang baru saja dikatakan oleh direktunya adalah kalimat yang ingin dia katakan.

 

Sajangnim sebenarnya aku…” Kata Sooyoung sambil menundukan kepalanya.

“Sebenarnya apa ?” Sambil memutar balik bangkunya kearah Sooyoung.

 

Sajangnim , aku benar – benar minta maaf. Aku berjanji kalau aku tidak akan melakukan kesalahan ini untuk yang kedua kalinya. Tolong berikan aku kesempatan kedua.” Ucap Sooyoung sambil membungkukan badannya.

 

“Bisakah aku memegang ucapanmu ? Bagaimana bila kamu melakukan hal yang sama seperti hari ini ?” Balasnya sambil berjalan mendekati Sooyoung.

 

“Sajangnim bisa menghukumku apa saja !” Sooyoungpun berkata sambil melihat kedepan.

“ Benarkah, aku bisa menghukummu apa saja ?” Ucapnya sambil menyunggingkan senyum yang tipis tapi penuh arti.

 

Betapa terkejutnya Sooyoung saat melihat yang ada didepannya ternyata bukanlah direkturnya. Dengan berhati – hati Sooyoungpun bertanya kepada namja yang ada dihadapannya sekarang.

Nu-nugu… ?”

“Aku adalah direkturmu yang baru ?”

“Mwo ?? Kemana Wu sajangnim ! Apakah kamu mengusirnya ?”

“Katamu barusan ada benarnya tapi ada salahnya juga.”

 

“Maksudmu apa , aku tidak mengerti ?”

“Tuan Wu memang sudah tidak bekerja lagi disini dia sudah memberikan kepercayaannya kepadaku, jadi sajangnim mu sekarang adalah aku.”

 

Tiba – tiba ada seorang namja masuk kedalam ruangan.

 

“Yak… Apa yang kau lakukan kepada karyawanku !”

Sajangnim anda baru datang ? Katanya dia anda…” belum sempat Sooyoung menyelesaikan ucapannya ada yang sudah menyela pembicaraannya lagi.

 

“A-abeoji… kenapa anda datang lagi kesini ?” Dengan nada yang sedikit gugup.

“A-abeoji ? jadi kau anaknya Wu sajangnim ?” Sooyoung sempat tidak percaya dengan apa yang dia lihat maupun apa yang sudah dia dengar.

 

“Sooyoung-sii apakah anakku sudah berbuat kurang ajar padamu , saat tadi ?”

A-ani… A-niya sajangnim.

Yak.. abeoji… aku tidak serendah itu ! lagian dia bukan style ku tahu !” Sambil melirik dengan tatapan mengejek.

Mwo ?? Style ? Yak , kamu juga bukan style ku juga kali !” Balas Sooyoung dengan wajah yang ketus.

 

Mianhaeyo  Sooyoung-sii , atas perkataan anakku barusan saja ya. Yak ! minta maaf sama Sooyoung !”

“Minta maaf ? Shireo !!!”

Mwo ! Shireo ? Kamu mau mempermalukan aku didepan karyawanku karena kelakuanmu barusan saja ?”

“Ta-tapi… Abeoji ?”

 

Sajangnim , Sudahlah aku tidak apa – apa kok.”

“Sooyoung-sii maafkan kelakuan anakku ya.”

“Tidak ada yang perlu dimaafkan kok disini. Aku juga salah disini.”

 

“Hahaha… kamu ternyata pintar juga ya cari muka di hadapan atasanmu ?”

“Kris !!! kamu benar – benar membuat aku malu didepan Sooyoung. Kalau seperti ini terus lebih baik kamu kembali lagi kesana. Aku tidak memerlukanmu ada disini !”

“Tapi, Abeoji kan sedang sakit aku tidak mungkin kembali ke China begitu saja. Nanti Omonim akan memarahi aku habis – habisan karena meninggalkan kamu sendiri disini.”

“Kamu tidak usah mengurusi perusahaanku disini , urusi saja perusahaanmu disana !”

“Aku akan tetap mengurusi perusahan Abeoji disini maupun perusahaanku yang di China.”

“Baiklah kamu boleh tetap disini tapi dengan satu syarat.”

“Apa itu, abeoji ?” Tanya Kris dengan nada yang penasaran.

 

“Minta maaflah kepada Sooyoung. Mudahkan ?”

Mwo ! Apa abeoji becanda ?”

A-ni … kamu harus meminta maaf kepada Sooyoung karena Sooyoung dan kamu akan selalu bersama sepanjang hari di kantor ini karena dia adalah sekertaris mu.”

“Hah ? dia yang bakalan menjadi sekertarisku ? Sekertarisku yang di Cina saja lebih cantik dibandingkan dia , baju yang dikenakannya saja sangat kuno tidak mencitrakan bahwa dia seorang sekertaris.” Sambil melirik Sooyoung.

 

“Kalau masalah pakaian tinggal kamu atur saja untuknya tapi masalah pekerjaan dia sangat bagus dan rapi. Jadi sekarang kamu minta maaflah. Atau tidak kamu kembali lagi ke Cina ? itu terserah kamu.”

 

Ara.. Arasoo ini aku lakukan untuk mu abeoji.”

 

Dengan berat hati akhirnya Kris mengucapkan maaf kepada Sooyoung meskipun dengan wajah yang dingin.

 

Sooyoung-sii mian. Mianhaeyo atas perkataanku tadi.

“Ya… maafkan aku juga.”

 

Lalu berjabat tanganlah mereka berdua setelah mereka berdua saling meminta maaf yang di saksikan oleh ayahnya Kris.

 

***

 

~ Pov  Sooyoung ~

 

Kenapa sih aku harus menjadi bawahan orang seperti dia. Ucapannya sangat kasar dan menyakitkan hati beda sekali dengan ayahnya yang sopan. Sifat dia sangat arrogan dan angkuh. Apakah aku bisa bertahan menghadapinya. Aku sangat – sangat tidak suka, saat dia menatapku dengan kedua matanya yang sangat angkuh itu. Matanya saat menatapku seperti menghinaku.

Memangnya aku salah bila cara berpakaianku seperti ini ? aku merasa nyaman kok. Lagian gaya berpakaianku ini sudah hampir 2 tahun, sajangnim saja tidak pernah mengomentari cara berpakaian ku. Memangnya salah kalau aku kekantor memakai celana panjang bahan hitam dan mengunakan kemeja berwarna putih dengan dipadupadankan dengan blezer berwarna hitam? Apakah salah kalau aku suka memakai flat shoes?

Apakah itu terlihat sangat kuno ? aku memang tidak suka memakai rok bila kemana – mana. Memangnya salah kalau aku tidak bisa bersikap feminim ? Memang aku bekerja menjadi sekertaris tapi memangnya semua yang bekerja sebagai sekertaris itu harus feminim ?

Kenapa semua namja selalu menilai seorang yeoja dari fisiknya dan penampilannya. Apakah kalian fikir yeoja itu sebuah boneka yang bisa kalian atur sesuai dengan keinginan hati kalian ? Apakah kalian fikir yeoja tidak mempunyai hati saat kalian berkata kasar kepada kami ?

Apa aku lebih baik menulis pengajuan pengunduran diri sekarang juga ? Aku tidak yakin apakah aku bisa  menghadapi orang seperti itu. Atau aku mencoba bertahan sedikit lebih lama untuk menghadapi atasan baru aku ini ?

 

~ Pov  Sooyoung [end] ~

***

 

Di dalam ruang direktur terdengar suara perdebatan antara dua orang namja.

 

“Kris, appa ingin kamu sedikit lebih sopan dan baik terhadap Sooyoung. Perkataanmu saat tadi terlalu kasar. appa kan jadi tidak enak sama dia.”

 

“Akan aku coba , appa. Tapi aku tidak bisa janji.”

Appa benar – benar minta tolong padamu Kris. Anggap saja ini bukan perintah appa  tapi ini permintaan appa pada mu.” Pinta ayahnya sambil menepuk pelan sebelah bahu  anaknya.

“Baiklah appa, aku akan melakukannya untukmu. Aku tidak mungkin bisa menolak permintaanmu abeoji . Tapi tolong berikan aku waktu untuk bisa melakukan semua yang appa minta itu.”

 

“Oh, iya bagaimana hubunganmu dengan gadis itu ? sepertinya sudah hampir dua tahun appa  tidak melihat dia bersama dengan dirimu ?”

 

Kris hanya diam membisu untuk beberapa saat dengan tatapn kosong. Ayahnya Kris mulai menyadari kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh anaknya. Lalu Ayahnya Krispun mengalihkan pembicaraannya.

 

“Kris… bagaimana keadaan perusahaanmu disana ?”

 

Namun tidak ada jawaban lagi dari Kris. Dia masih tetap diam terpaku. Ayahnya mulai sedikit khawatir dengan keadaan anaknya.

 

“Kris… Kris-ah , gwenchana ?”

“Eeh ?? Ada apa , abeoji ?”

“Apakah kamu baik – baik saja ? sepertinya kamu terlihat kurang enak badan ?” Ucap ayahnya dengan nada yang khawatir.

 

Gwenchana-yo , abeoji. Mungkin aku terlalu lelah saat ini. kan hari ini hari pertama aku sampai di Korea , aku belum sempat istirahat. Sepertinya aku masih jetlag . mungkin aku masih belum terbiasa dengan perbedaan waktu disini abeoji, jadi abeoji tidak usah mengkhawatirkan aku ya.”

“Kalau begitu lebih baik kamu istirahatlah dulu. Biar hari ini appa minta kepada Sooyoung untuk mengosongkan jadwalmu untuk hari ini.”

A-ani… Abeoji. Aku masih ada urusan dengan dirinya.”

“Urusan apa itu, kamu tidak merencanakan sesuatu yang aneh – anehkan kepada Soyoung ?”

A-ni… Aniyo abeoji ! aku tidak akan sejahat itu kepada dirinya lagian abeoji kan sudah meminta kepadaku untuk bersikap baik kepada dia.”

“Jadi urusan apa yang belum selesai dengan dirinya ?” Tanya ayahnya lagi dengan nada yang lebih penasaran.

“Itu rahasia.”

 

Balas Kris dengan tersenyum simpul kepada ayahnya.

 

***

 

Tak berapa lama kemudian Ayahnya Krispun keluar dari ruangannya. Kris juga mengantar ayahnya sampai ayahnya masuk kedalam mobil dengan selamat, setelah itu Kris kembali lagi ke ruangannya sebelum dia masuk kedalam ruangannya dia memanggil Sooyoung untuk ikut dengannya masuk kedalam ruangan kerjanya karena ada sesuatu yang ingin dia katakan pada Sooyoung.

 

Lalu masuklah mereka berdua kedalam ruangan itu. Kris sudah duduk sofa panjang dekat meja kerjanya. Sedangkan Sooyoung masih berdiri didepan pintu.

 

“Silakan duduk nona Sooyoung ?”

Ne.. kamsahamnida.” Lalu dia duduk berhadapan dengan Kris.

 

“Aku ingin minta maaf kepadamu secara formal atas ucapanku saat tadi. Aku mengaku salah. Tapi kamu harus tahu kalau aku tidak suka karyawan yang tidak bekerja dengan profesional. Aku ingin semua berjalan dengan tertatur.”

 

“Ne… sajangnim.”

 

Krispun mulai memberitahukan kepada Sooyoung kebiasaan apa saja yang akan dia lakukan di kantor karena nanti mereka berdua akan bekerja bersama – sama.

 

“Jadi aku akan memberitahumu cara bagaimana aku kerja. Karena kita akan selalu bersama saat di kantor jadi kamu harus tahu kebiasaan kerjaku kedepannya nanti. Aku biasa datang kekantor satu jam lebih awal dari jam masuk kantor , jadi aku ingin kamu datang kekantor satu jam atau setengah jam lebih awal dari pada aku. Apakah nona Sooyoung bisa menyangupinya ?”

Ne, sajangnim.”

 

“Dan satu lagi bukannya aku mau menghina stylemu saat di depan abonim. Tapi aku lebih suka kamu mengganti cara berpakaainmu mulai besok. Aku ingin kamu saat dikantor atau saat bersama dengan ku untuk bertemu dengan parten kerja kita diluar kantor. Aku ingin kamu mengunakan rok dan high hell tolong berpakaianlah yang agak feminim. Tapi saat kamu pulang itu terserah kamu. Kamu boleh mengunakan lagi celana panjangmu dan memakai sepatu flat shoses mu.”

 

Ne, tapi sajangnim aku mau tanya memangnya kalau aku berpakaian seperti ini memangnya salah ? ”

 

A-ni… Kamu tidak salah, hanya saja cara berpakaiaanmu terlihat sangat santai. Aku tahu kamu tidak pernah terjun langsung bertemu dengan parten kerja abonim sebelumnya. Kamu hanya mengatur jadwalnya saja. Namun kalau aku beda. kau dan aku akan sering bertemu dengan partner pembisnis kita di luar kantor nantinya. Jadi aku ingin kamu terlihat profesional agar tidak diremehkan saat bertemu dengan rekan bisnis kita nantinya.”

Coesonghamnida Sajangnim,  maafkan aku yang sudah berfikir buruk tentang dirimu. Aku sangat menyesal.” Sambil membungkukan tubuhnya di hadapan direkturnya.

Gwenchana , aku sudah biasa di perlakukan seperti itu lagian aku juga sudah melupakannya. Jadi mari kita mulai saat ini bekerja sama dengan baik. Mohon kerja samanya.” Sambil berdiri dari tempat duduknya lalu dia menjulurkan tangan kanannya untuk  bersalaman.

Sooyoungpun langsung berdiri juga dari tempat duduknya setelah itu diapun meraih tangan Kris untuk bersalaman.

 

Ne… mohon bimbingannya juga sajangnim.” Balas Sooyoung.

 

“Kalau begitu ayo kita pergi sekarang ?”

“Eh ?? Kita mau pergi kemana sajangnim ?”

“Ya kemana lagi kita akan pergi ? Kita akan pergi untuk membeli baju untukmu bekerja mulai besok.”

“Ta- tapi sajangnim … a-aku.”

“Sudahlah sekarang ayo ikut aku …”

 

Lalu lengan Sooyoungpun ditarik oleh Kris keluar dari ruanganya tanpa mendengar ucapan Sooyoung sampai akhir. Sooyoung lalu dibawa oleh Kris kesebuah butik tak jauh dari kantornya. Disana Kris mengambil beberapa pakaian yang akan di kenakan oleh Sooyoung.

 

~ Setengah jam kemudian ~

 

“Sajangnim bangaimana dengan ini ?”

“Tidak buruk, pelayan  tolong bungkus baju dan sepatu yang sudah dikenakan oleh nona ini semua.” Pinta Kris kepada pelayan toko tersebut.

“Baik tuan akan kami bungkus.”

 

Pelayanpun mulai membungkus pakaian dan sepatu  yang telah Sooyoung kenakan sebelumnya.

 

“Apa ? semuanya ? apakah ini tidak terlalu banyak ?” Tanya Sooyoung kaget sambil berkata pada Kris.

“ Iya, memangnya kenapa ?”

“Apakah ini tidak berlebihan ?”

 

“Ini tidak seberapa. Kamu kan sekarangg adalah anak buahku jadi sudah sewajarnya aku memberikan fasilitas yang kau butuhkan. Anggap saja ini gajimu untuk bulan depan.” Sambil menatap kedua mata Sooyoung dengan serius.

 

“Eehh… !!! Jinjja ?” Balas Sooyung kaget.

 

“Hahha !! Ada apa dengan ekspresi wajahmu ? Apakah kamu kira ucapanku barusan  itu sungguh – sungguh ? Aku hanya becanda kok.”

 

“Eehh? Benarkahh ?”

“Ya… kalau begitu ayo aku antar kamu pulang. Aku pergi kekasir dulu ya.”

 

Krispun pergi  menuju kekasir, Sooyoungpun kembali ke ruang ganti untuk berganti baju.

 

***

~Pov  Sooyoung ~

 

“Untung semuanya dibayar oleh sajangnim. Kalau aku disuruh bayar semuanya mana cukup gajiku selama satu bulan ini. Inih mah gaji ku selama dua bulanpun tidak bisa menutupinya. Beruntungnya aku mempunyai direktur yang baik hati.”

 

“Sepertinya apa yang aku fikirkan tentang dirinya itu salah. Dia tidak terlalu jahat meskipun ucapan dan tatapanya terkadang membuat aku kesal. Namun dia termasuk atasan yang peduli kepada karyawannya.”

 

~ Pov Sooyoung [end] ~

 

***

 

Setelah selesai berganti baju Sooyoung langsung keluar dari dalam ruang ganti. Sooyoungpun kaget saat dia membuka pintu kamar gantinya itu sudah ada Kris yang berdiri dihadapannya. Sambil melihat kearahnya.

 

Sajangnim ? mianhaeyo , aku terlalu lama ya berganti pakaainnya ?”

“Sooyoung-sii , memangnya gajimu diberi oleh appaku  berapa ?”

“Eh ?”

 

“Aku tanya lagi padamu appaku menggajimu berapa memangnya ?”

“Ti-tiga juta won.” Dengan nada yang gugup.

 

“Oh… tiga juta won.. kalau begitu benar juga ya gajimu tidak bisa menutupi belanjaanmu sekarang ini bahkan 2 atau 3 bulan gajimu tidak bisa menutupinya. Karena itu aku berubah fikiran kalau belanjaanmu kali ini kamu yang bayar semua ya, sepertinya kamu sanggup .” Sambil tersenyum tipis.

 

“Tapi bagaimana aku membayar semuanya sekarang ?”

“Aku bisa memotngnya saat kau menerima gajimu bulan depan sampai tiga bulan kedepan.”

“Hah !! Kalau begitu aku tidak jadi beli.”

“Sayangnya aku sudah membayarnya semua dengan kontan.”

“Kalau begitu aku balikan sekarang ke pelayannya.”

“Itu percuma karena barang yang sudah di beli tidak bisa dikembalikan.”

 

Jinjja ? kamu pasti bohong padaku. Mana buktinya ?” Tantang Sooyoung.

“Bukti ? baiklah ,sini aku kasih tahu padamu.”

 

Sooyoungpun lalu mengikuti Kris dari belakang. langkah kaki Krispun berhenti didepan pintu keluar toko lalu dia mengarahkan jari telunjuknya keatas benner yang terpampang dia atas pintu.

“Bukti ? ini buktinya ? kamu bisa baca kan ?” sambil melirik Sooyoung dengan tatapan dan nada yang sama seperti saat di ruangan kerjanya.

 

“Ba-barang yang su-sudah dibeli tidak bisa di-di kembalikan…Hah !!!”

 

Sooyoung membacanya dengan kedua mata yang melotot dan tampa dia sadari tas yang dia pegangnyapun jatuh dari gengamannya.

 

“Kalau begitu sudah jelaskan , jadi mulai bulan  depan sampai dua bulan kedepannya gajimu aku potong full ya ?”

“Hah! Sajangnim becandakan ?

“Hahaha !!!  Kata siapa aku becanda ? Aku serius.” Sambil memandang Sooyoung dengan  tatapan matanya yang tajam.

Sajangnim apakah aku bisa membayarnya setengah saja setiap bulannya kepada anda ?” Ucap Sooyoung dengan nada yang pelan dan sedikit merajuk.

A-ani … ! kamu harus membayarnya full setiap bulan !” Lalu Kris berjalan menjauhi Sooyoung sambil diam – diam tersenyum dibelakang Soyoung.

 

Yak ! Na,  neomu – neomu anjoa-yo !  aku benar – benar tidak suka dengan tatapan matanya itu. Apalagi suaranya .  Semua yang ada didalam dirinya itu memuatku kesal sampai ke ubun – ubun kepalaku. Kapan dia pergi kembali ke China , huh !!” Teriak batin Sooyoung sambil mengacak – acak rambutnya dengan frustasi.

 

~ TBC ~

 

***

 

Annyeong chingu…

Bagaimana menurut kalian ceritanya fanfic ini di part 1-nya ?

Semoga kalian menyukainya ya ^^

Chapter 2 nya Coming soon  ya …

 

Penasaran sama lanjutan ceritanya ? ayo jangan lupa berikan  komennya ya biar secepatnya aku postingin lanjutannya ya. Komentar dari para readers adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam menulis cerita selanjutnya … 😀

 

See you , Khamsahamida  ( ^-^)v

Advertisements

8 thoughts on “The Time is Over [Chapter 1]

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s