[Ficlet] Wedding Nightmare

devieyun-wedding-nightmare-by-klh-art

|| Title: Wedding Nightmare || Author: Phiyun || Genre: Romance | Hurt | Sad | Fantasi || Cast: Park Chanyeol (Exo) | Park Jiyeon (T-ara) | Kim Myungsoo / L (Infinite) || Member suport  : T-ara | Exo  ( Cameo ) || Thame Song : My Destiny (LYn)

 

Poster Credit : kimleehye19 @nicefanfiction.wp.com

 

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

 

Dalam cerita ini aku aku buat kebanyakan Pov Jiyeon ya  ^^

 

*** Happy  Reading ***

~Summary~

Can we always to be together forever ?

~~~ooo~~~

 

 

“ Kring… Kring… Kring… ”

 

Terdengar suara telefon genggam yang berada di atas ranjang. Tangan Yeoja itupun lalu meraba – raba  atas kasur untuk mencari asal dari suara tersebut dengan mata yang masih tertutup.

Yô-bo-se-yo.” Dengan suara yang berat.

 

Lalu terdengar suara balasan dari telefon gengamnya.

 

“Jiyeon-ahh… apa kamu masih tidur ?”

“Hemm… ?”

“Yah… bangun, ada yang mau aku bicarakan padamu. Ini penting.”

 

Jiyeonpun lalu membuka sebelah matanya dengan berat untuk melihat siapa yang menelefonnya saat ini. setelah melihatnya Jiyeon lalu menutup sebelah matanya lagi sambil membalas telefonnya.

 

“Yah… Yeol-ahh apakah kamu tidak tahu sekarang baru jam 3 pagi. Tidurlah bukannya besok kamu harus masuk kerja ?”

“Aku sudah cuti untuk sepekan ini. Ini semua aku lakukan untuk mu sayang.”

“Hah !!” Jiyeonpun langsung membuka kedua matanya

 

“Apa maksudmu ? Apakah kamu di pecat gara – gara aku ?” Tanya Jiyeon dengan suara yang panik.

A-ni… makanya itu cepatlah bangun aku tunggu di bawah sekarang ya ?”

“Apa ? sekarang ? Ini masih gelap , Yeol-ahh.”

“Trus aku harus bagaimana sekarang ? Aku sudah ada di bawah balkon kamarmu , Jiyeon-ahh.”

 

Mendengar itu Jiyeon lalu buru – buru bangun dari tempat tidurnya lalu dia membuka jendela kamarnya sambil melihat sekeliling rumahnya dari atas balkon kamar tidurnya. Ternyata Chanyeol sudah ada tepat dibawah balkon kamarnya sambil menyandarkan tubuhnya yang tinggi di mobil sportnya yang berwarna hitam.

“Jiyeon-ahh… ” Dengan suara yang kecil sambil melambai – lambaikan sebelah tangannya ke Jiyeon dengan tersenyum manis.

 

“Yah ! Apa yang kau lakukan disini , Yeol-ahh. Bagaimana kalau orang tuaku bangun ? Sudah sana pulanglah !” Balas Jiyeon dengan suara yang agak berbisik sambil mengerakkan kedua tangannya yang mengisyaratkan untuk Chanyeol pergi .

Shireo !! aku ingin bertemu denganmu. Bogoshipho-yo , Jiyeon-ahh ” dengan wajah yang memelas sambil merajuk manja ke Jiyeon.

 

Pipi Jiyeon mulai merona merah karena tersipu malu oleh ucapan Chanyeol tadi. Jiyeon lalu menundukan kepalanya agar Chanyeol tidak melihat wajahnya yang bersemu merah karena dirinya. Chanyeolpun kemudian memanggil.

 

“Jiyeon-ahh… cepat turun, nanti waktunya tidak sempat.”

“Tapi , kalau orang tuaku tahu aku pergi saat jam sekarang meraka pasti tidak akan mengijinkan aku , Yeol-ahh… ”

“Ya sudah kamu lompat sekarang dari sana , nanti aku akan menangkapmu dari sini.”

“Tapi ? Akukan ada di lantai 2 apakah kamu bisa menangkap ku ?”

“Sudah pasti dong aku bisa. Menangkap hatimu saja yang tak terlihat oleh mata saja aku bisa apalagi tubuhmu.” Dengan nada yang sedikit mengoda Jiyeon.

“Yah ! Yeol-ahh… jangan mengoda aku lagi dong, akukan jadi malu.”

“Itu yang aku tunggu – tunggu. Karena saat kau malu kamu terlihat tambah manis.” Sambil tersenyum tipis

 

“Ya sudah cepat lompat nanti pas hitungan ketiga kamu lompat ya.”

Ne... ”

Hana … dul…set…

 

Jiyeon langsung lompat saat hitungan ketiga. Dengan sigap Chanyeol langsung menangkap tubuh Jiyeon langsung kedalam dekapannya.

“Benarkan aku bisa menangkapmu, ini mah masalah yang kecil bagi ku.” Sambil berbisik lembut diteliga Jiyeon.

 

“Yeol-ahh… besok – besok kamu jangan begini lagi ya. Jangan membuat aku khawatir.”

Yes, Boss… ” sambil memberikan hormat pada Jiyeon.

 

“Kalau begitu , silakan masuk My Princess.” Sambil membukakan pintu mobil.

Ne… ” Balas Jiyeon sambil tersenyum manis.

 

Chanyeolpun lalu menyalahkan mobilnya kemudian di membawa Jiyeon kesuatu tempat yang istimewa. Tak berapa lama Chanyeolpun menghentikan mobilnya.

 

“Jiyeon-ahh , ayo kita keluar.”

 

Jiyeon menuruti Chanyeol untuk turun, ternyata Chanyeol mengajaknya ke pantai.

 

“Yeol-ahh… kenapa kita kepantai ? Ini masih terlalu pagi ? Kalau kita kesini sekarang waktunya tidak tepat.”

“Kata siapa tidak , tepat ? Aku mau melihat Sunrise dengan mu , sayang.” sambil mengengam lembut jari jemari Jiyeon.

 

“Entahlah mengapa aku ingin sekali melihatnya bersama mu. Ini adalah yang pertama kalinya aku melakukan ini dan aku tidak ingin ini juga yang terakhir kalinya aku lakukan bersama mu, Jiyeon-ahh. Aku juga tidak mau hanya hari ini saja menggenggam tanganmu.” dengan wajah yang sedikit sedih.

 

“Yeol-ahh… ada apa denganmu. Kenapa kamu sedih ?” Sambil menatap kedua mata Chanyeol yang terlihat sedih.

 

“Seandainyapun kamu melepaskan gengaman tanganmu padaku , aku akan tetap  mengenggam tanganmu dengan erat bahkan lebih erat lagi agar kamu tidak bisa pergi dari sisiku.” Sambil mengangkat sebelah tangannya yang digengam Chanyeol.

 

Gomowo, Jiyeon-ahh. Kamu sudah mau hadir dalam hidupku. Betapa beruntungnya aku sudah mendapatkan dirimu didalam hidupku.”

 

Ne… Gomawoyo… Yeol-ahh, karena kamu sudah mau mencintaiku apa adanya. Betapa beruntungnya aku telah dicintai olehmu.” Sambil memeluk Chanyeol mesra kemudian Chanyeolpun membalas pelukannya Jiyeon.

 

Tak berapa lama kemudian Mataharipun terbit. Chanyeol dan Jiyeonpun memandangi Sunrise sambil bergandengan tangan. Setelah itu tiba – tiba Chanyeol berlutut di depan Jiyeon sambil membuka kotak kecil yang berwarna hitam. Lalu dia mengeluarkannya isi dalam kotak tersebut kepada Jiyeon.

 

“Jiyeon-ahh… Would you marry me ? Maukah kamu menemaniku dan menghabiskan waktu seluruh hidupmu bersama dengan ku?”

 

Jiyeonpun tak mampu berkata apa – apa lagi , dia hanya mengangukkan kepalanya di hadapan Chanyeol sambil meneteskan air mata bahagia. Chanyeolpun lalu menyematkan cincin bertatahkan batu berlian itu di jari manisnya Jiyeon. Kemudian Chanyeolpun mencium lembut kening Jiyeon.

 

“Kalau begitu ayo kita pergi sekarang ke penghulu.” Ucap Chanyeol sambil mengelus ,lembut kedua pipi Jiyeon.

“Ehh ? Apakah hari ini juga kita akan menikah ?”

Ne… ” sambil mengangukan kepalanya pelan.

“Tapi aku belum bilang sama kedua orang ku ?”

 

“Masalah itu tenang saja, aku sudah minta ijin kepada kedua orang tuamu jauh – jauh hari. Lagian dari malam tadi orang tuamu sudah tidak ada di rumah tahu. Mereka sekarang sudah ada di hotel dimana hari ini kita akan melangsungkan pernikahan.”

“Tapi … ”

“Apalagi, Jiyeon-ahh ? Apakah kamu ragu untuk menikah dengan ku ?”

A-ni… aku hanya kanget saja kamu sudah menyiapkan semuanya tanpa sepengetahuanku. Aku merasa sangat terharu, Yeol-ahh.”

“Ya sudah simpan saja dulu rasa harumu itu nanti kamu keluarkan lagi di atas pelaminan kita ya, ayo kita berangkat sekarang.” Sambil mengengam lembut jari jemari Jiyeon.

“Ayo … ” Balas Jiyeon

 

Jiyeonpun dan Chanyeol pergi bersama – sama ke tempat dimana mereka akan melangsungkan pernikahan. Namun tiba – tiba dari arah yang berlawanan ada sebuah mobil truk tronton yang melaju dengan cepat tanpa arah.

 

“ Bbbrrrruuuuuukkkkkkkkkk !!!!!!!!! ”

 

Jiyeonpun langsung terbangun dari mimpi buruknya. Dengan keringat yang mengucur di sela – sela rambut dan dengan nafas yang terengah – engah.

“Mimpi yang sama lagi. Kenapa akhir – akhir ini aku selalu bermimpi yang sama. Dan mimpi itu terasa begitu nyata di ingatanku.” Tiba – tiba kepala Jiyeon merasakan sakit yang amat perih.

Setelah merasa baikan kepalanya , diapun turun dari kamarnya untuk menemui orang tuanya. Namun saat disana dia tidak menemukan satu orangpun.

Eomma… Appa… dimana kalian ?” Panggil Jiyeon tapi tidak ada balasan.

 

“Apakah mereka sedang pergi joging ? tapi kenapa Eomma dan Appa tidak menunggu ku ?” ucap Jiyeon kesal.

 

Jiyeon lalu menunggu orang tuanya di ruang keluarga sambil menyalahkan televisi. Namun sudah hampir sore hari orang tua Jiyeon sama sekali tidak kunjung pulang. Jiyeonpun mulai panik, dia berusah menelefon orang tuanya tapi tidak ada yang mengangkat pangilannya. Haripun berganti malam. Jiyeon masih menunggu kedatangan Orang tuanya.

Saat Jiyeon hendak bangun dari tempat duduknya . Tiba – tiba dada sebelah kiri Jiyeon terasa sangat sakit seperti tertusuk beribu – ribu sebilah pisau. Jiyeon tak kuat manahannya dan akhirnya diapun tumbang dan tidak sadarkan diri.

***

 

Malampun berganti pagi. Saat dia tersadar , Jiyeon langsung bangun dari bawah lantai. Jiyeon juga mulai berlari ke kamar orang tuanya. Tapi disana tidak ada satu orangpun. Kasur orang tuanyapun masih terlihat rapi seperti belum di tiduri oleh orang lain.

Jiyeon lalu berusaha menghubungi kedua orang tuanya lagi namun hasilnya nihil. Lalu Jiyeon mencoba menghubungi kekasihnya Chanyeol tapi hasilnyapun nihil. Karena merasa aneh akhirnya Jiyeonpun pergi untuk menemui Chanyeol untuk meminta pertolong kepadanya.

“Akhirnya aku sampai juga di kantor Chanyeol. Tapi kenapa kantornya sangat sepi ya ? sebenarnya apa yang sudah terjadi disini ? Aku harus menemui Chanyeol sekarang juga.”

Saat Jiyeon hendak masuk ke kantor Chanyeol ternyata pintu kantor tersebut masih terkunci. Diapun menunggu didalam mobilnya. Hingga Sore hari tapi tidak ada satu orangpun yang datang kesana.

“Yeol-ahh… kamu dimana sekarang ? Kenapa kamu tidak mengangkat telefonku ? Apakah sesuatu terjadi pada dirimu ?”

Tiba – tiba telefon gengam yang sedang Jiyeon pengang berbunyi. Ternyata ada pesan masuk dari telefon gengamnya. Jiyeonpun langsung membuka isi pesan tersebut.

“Oh .. ternyata Chanyeol.” Ucap Jiyeon sambil tersenyum

 

Betapa kagetnya saat dia membaca Isi pesan tersebut. Wajah Jiyeon langsung berubah drastis.

 

“Jiyeon-ahh… ayo kita putus. Aku tidak mau berhubungan lagi dengan mu. Anggap saja kita tidak pernah bertemu bahkan saling mengenal sebelumnya.”

 

Lalu Jiyeon membalas pesan Chanyeol dengan tangan yang bergetar

 

“Yeol-ahh… ada apa denganmu ? Kenapa kamu mau putus denganku ? Apa salahku padamu sehingga kamu ingin mengakhiri hubungan kita begitu saja ? Kalau aku ada salah aku minta maaf , meskipun aku tidak tahu apa salahku padamu. Ayo kita bertemu sekarang ?” Balas Jiyeon

 

Andwe… Kita tidak akan bertemu lagi !”

 

A-ni.. Yeol-ahh. Aku tidak suka becandaanmu kali ini. Ini semuanya hanya bercanda kan ? Pokoknya aku tidak mau kita putus sebelum aku bertemu dengan mu titik.” Balas Jiyeon lagi kepada Chanyeol tapi tidak ada balasan sama sekali.

 

Jiyeon menunggu cukup lama namun Chanyeol tidak kunjung membalasnya. Haripun berganti malam. Jiyeon akhirnya pulang kerumah namun saat dia pulang ternyata kedua orang tuanyapun belum pulang juga.

Saat Jiyeon hendak membuka pintu kamarnya tiba – tiba telefon gengamnya berbunyi. Jiyeon langsung buru – buru membukanya. Ternyata yang mengirim pesan barusan adalah Chanyeol. Dengan seksama Jiyeon membaca isi pesan tersebut.

“Baiklah… kita akan bertemu besok. Akan aku akan datang untuk menjemputmu dirumah.”

 

Pesan yang singkat namun itu sangat membuat hatinya senang meskipun dia merasakan sedikit sedih. Jiyeon sedih karena Chanyeol berkata dengan mudahnya ingin putus dengan dia.

“Yeol-ahh… aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku. Meskipun aku harus merasakan sakit hati saat bersamamu kedepannya nanti. Namun aku akan tetap mempertahankanmu untuk tetap ada disisiku. Karena aku yakin kalau kamu adalah takdirku.”

***

If  I’m allowed once again

If  I Could see you again

Inside my past memories

Inside that pain

I call you

~~~ooo~~~

 

 

Pov  Jiyeon

 

Haripun berganti pagi aku sudah bersiap – siap untuk bertemu dengan Chanyeol. Aku sudah bangun dari pagi buta  untuk berdandan secantik mungkin saat bertemu dengan dirinya. Aku tidak mau mengecewakannya saat dia melihat diriku. Aku juga sudah menyiapkan sarapan bahkan makan siang untuk Chanyeol.

 

Setelah menunggu lama akhirnya terdengar suara bel pintu. Akupun langsung berlari dengan cepat dan membuka pintu. Ternyata yang datang adalah Chanyeol. Wajahnya  terlihat tampak sangat pucat.

 

“Yeol-ahh… apakah kamu sakit.” Tanya ku khawatir

 

Akupun lalu mengangkat sebelah tangan ku untuk menyentuh keningnya. Namun tanganku langsung ditepisnya dengan kasar.

 

“Aauuww… kenapa kamu menjadi kasar padaku Yeol-ahh ?” Rintihku.

“Sudahlah, aku tunggu kamu di mobil.” Ucapnya dengan nada yang dingin.

 

Sesampainya didalam mobilpun , Chanyeol hanya berdiam diri. Itu membuat suasana saat itu semakin canggung. Saat aku mengajak Chanyeol berbicarapun. Chanyeol hanya diam membisu. Aku hanya bisa menatap wajah Chanyeol yang pucat pasih yang sedang fokus mengendarai mobilnya.

 

Anehnya mengapa aku merasa tatapan Chanyeol saat menatapku tadi dirumah. Aku melihat tatapnnya itu sangat hangat namun tak lama kemudian berganti dengan tatapan kesedihan. Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada dirinya?

 

***

You’re my destiny, you are

You’re my destiny, you are

You’re my everything

I only loot at you as

I call out to you silently

~~~ooo~~~

 

 

Tak berapa lama kemudian mobilnya Chanyeolpun berhenti. Diapun langsung keluar dari dalam mobil. Akupun langsung menyusulnya keluar dari dalam mobil. Chanyeol terlihat berjalan sempoyongan dengan tatapan yang kosong.

 

Aku langsung mengengam tangannya , namun saat aku mengengam Chanyeol. Aku merasakan tangan Chanyeol sangatlah dingin tidak seperti biasanya. Saat Chanyeol hendak berusaha melepaskan jemarinya dari tanganku. Aku langsung mengengam lebih erat lagi  tangan Chanyeol.

 

Kamipun lalu berjalan berdampingan di tepi pantai. Sesekali deburan ombak menerpa kakiku dengan lembut. Lalu aku mencoba mulai bertanya dengan Chanyeol dengan suara yang pelan.

“Yeol-ahh… Kenapa kita datang kesini ?”

“Karena aku mau kembali mengingat kenangan kita untuk yang terakhir kalinya.” Balasnya.

“Kenapa kamu berkata sepeti itu ? Ucapanmu itu membuatku sedih, Yeol-ahh. Aku tidak mau ini sebagai kenangan terakhir kita.” Ucapku sambil memeluk tubuh Chanyeol

Namun saat aku memeluknya. Aku merasakan tubuh Chanyeol sangat dingin seperti genggaman tangannya. Akupun langsung melepaskan pelukannya. Lalu kemudian tanganku , aku tempelkan di keningnya.

“Yeol-ahh… apakah kamu sakit ? Tubuhmu sangat dingin , ayo kita ke rumah sakit sekarang.”

 

Ucapku sambil menarik lengan Chanyeol untuk kembali ke mobil. Namun Chanyeol langsung menghentikan langkahnya. Lalu dia menarik lenganku kemudian dia memelukku dengan erat. Tapi pelukannya ini terasa aneh bagiku. Bukan karena tubuh Chanyeol yang dingin, namun aku merasa pelukan kali ini seperti pelukan perpisahan.

“ Yeol-ahh… SaranghaeyoSaranghae … aku tidak mau putus dengan mu.” Ucapku dengan nada yang bergetar.

 

***

You’re the one my love, you are

You’re the one my love, you are

You’re my delight of all

You’re my love forever

~~~ooo~~~

 

 

Tak berapa lama kemudian Chanyeol melepaskan pelukannya kepadaku. Lalu dia mulai menatap kedua mataku dengan tatapan yang tajam sambil memegang kedua bahuku.

“Jiyeon-ahh… pergilah kepelukan Myungsoo. Kamu lebih baik bersama dirinya dari pada aku. Aku juga sudah menitipkan kamu kepadanya.”

Shireo !!! Aku tidak mau ! apa maksud ucapanmu itu ?”

“Akukan sudah bilang sama kamu kalau aku mau hubungan kita berakhir saat ini juga.”

“A-ani… aku tidak mau ! ” Teriakku.

 

“Aku tahu kalau Myungsoo pernah mengatakan cinta padamu. Namun kamu tolak karena kamu sudah menjadi milikku. Sekarang kamu bukan lagi milik ku jadi kamu bisa pergi kepelukannya.”

“Jadi itu alasannya kamu memutuskan aku ?”

 

Ne… aku merasa dia lebih baik dari pada aku. Dan kita memang tidak di takdirkan bersama meskipun dalam hatiku yang terdalam aku sangat mencintaimu.” Balas Chanyeol dengan suara yang pelan.

 

“Kalau begitu peluklah aku dan gengam erat tanganku agar aku tetap berada disisimu ! Nado saranghae , Yeol-ahh.”

 

***

Come to my side

If  you still love me

The tears in my eyes want you

I love you

~~~ooo~~~

 

 

“Tapi aku tidak bisa bersama denganmu , Jiyeon-ahh.”

“Wae ? Waeyo…???”

“Karena kita … sudahlah. Kamu harus bisa bangun dari mimpimu ini. Kembalilah ke dunia nyata !”

 

Setelah itu Chanyeol langsung berlari meninggalkan Jiyeon begitu saja.

 

“Yeol-ahh… sebenarnya apa maksud pembicaraanmu tadi ? Bukankan kita saling mencintai? Kamupun mencintaiku juga. Jadi, alasan apa lagi yang membuat kita harus berpisah. Aku selalu memimpikan kamu melamarku disini Kau juga mengecup keningku dengan lembut, dan menggenggam jari jemariku dengan erat.”

“Tapi kenapa kenyataan tidak seindah mimpi. Kalau akhirnya seperti ini , aku lebih baik berada terus di dalam mimpiku itu. Memang tidak ada yang bisa mengubah mimpi itu menjadi kenyataan. Begitu juga hatiku kepadamu Yeol-ahh. Hatiku tidak mungkin bisa kuberikan begitu saja ke orang lain karena yang aku cinta hanyalah dirimu.” Sambil meneteskan air mata.

Tiba – tiba terdengar suara  dentuman yang amat keras. Aku langsung berlari menghampiri asal suara itu. Betapa kagetnya saat aku tiba disana. Aku melihat sesuatu yang sering muncul di dalam mimpi burukku.

 

Kejadian ini seperti kelanjutan dari mimpiku sebelumnya. Tiba- tiba keluarlah Chanyeol dari dalam mobil dengan kepala dan tubuh yang berdarah – darah sambil berjalan tertatih – tatih. Chanyeol lalu masuk kembali kedalam mobil dan saat dia keluar ternyata dia sedang menggendong seorang gadis muda yang tidak jauh beda keadaanya dengan dirinya. Aku langsung berteriak. Karena saat rambut gadis itu di kebelakangi oleh Chanyeol ternyata gadis itu adalah aku.

 

“Aaaahhhhhhhkkkkk !!!” teriak ku sambil menutup kedua mataku berharap aku bangun dari mimipi burukku ini sekarang. Namun saat aku membuka kedua mataku kembali aku sudah melihat sosok Chanyeol sedang berdiri  di hadapanku.

 

“Yeol-ahh… tadi aku melihat kejadian yang buruk yang telah menimpa kita. Itu pasti hanyalah mimpi burukkan, Yeol-ahh.”

 

A-ni… ini kenyataannya Jiyeon-ahh… Apakah sekarang kamu sudah ingat semuanya. Apa yang kamu lihat sebelumnya itu adalah kenyataannya. Dan sekarang kamu ada di dalam mimipi. Jadi sekarang bangunlah. Dan pergilah dari sini !”

 

“Tapi… aku tidak mau pergi bila tanpa dirimu, Yeol-ahh.” Sambil menggandeng lengan Chanyeol.

“Aku tidak bisa bersama denganmu Jiyeon-ahh… ”

Wae… Wae-yo ??” Ucapku bergetar sambil meneteskan air mata.

 

“Kamu pasti akan tahu jawabannya setelah kamu bangun dari mimpi burukmu ini. dan raihlah cinta barumu dengan Myungsoo. Aku akan selalu mendoakanmu disini . Saranghae… Jiyeon-ahh.” Ucap Chanyeol lembut sambil menyunggingkan senyuman manisnya kepadaku lalu dia mengecup bibir ku dengan lembut. Setelah itu aku tidak dapat melihat apapun semua terlihat putih di mataku.

 

***

You’re my destiny, you are

You’re my destiny, you are

You’re my everything

The thing that hasn’t changed is my love for you

~~~ooo~~~

 

 

“Jiyeon-ahh… Jiyeon-ahh… Jiyeon-ahh.”

 

Terdengar suara yang sangat familiar yang sedang memanggil namaku. Akupun mulai membuka kedua mataku. Ternyata saat aku membuka mata sudah ada Eomma. Akupun berusaha bangun dari tempat tidur. Lalu aku dibantu duduk oleh Eomma.

Aku kaget dengan apa yang sudah terjadi pada diriku. Kenapa aku sekarang ada disini dan kenapa kedua tanganku diinfus dan aku harus memakai selang oksigen untuk bernafas.

Eomma , dimana kita sekarang ?” Ucapku dengan nada yang bingung.

“Kamu baru bangun dari komamu sayang.” Balas Eomma sambil menangis.

“Sudahlah Chagia… jangan menangis lagi.” Ucap Appa  sambil menepuk – nepuk pelan bahu Eomma.

“Apa aku koma ?”

Ne… ”

 

Saat aku menengok ternyata ada Myungsoo sedang  berdiri disampingku

 

“Myungsoo-ahh… sedang apa kamu disini ?”

“Aku disini untuk menepati janjiku kepada Chanyeol.” Dengan wajah yang sedih

“Apa , janji ? kalau begitu dimana Chanyeol. Aku mau bertemu dengannya !”

“Kamu tidak bisa menemuinya sekarang.” Balas Myungsoo padaku.

A-ni… aku mau ketemu dia sekarang , panggil dia kesini sekarang!” Teriakku

 

“Jiyeon-ahh… nak Yeol sudah meninggal dua hari yang lalu.” Kata Eomma kepadaku

Eomma-ahh… tolong jangan bohong padaku. Ini Cuma bercanda sajakan ?”

Ani…  Jiyeon-ahh. Ini kenyataannya Chanyeol meninggal dihari yang sama saat kecelakaan mu dengan dirinya.” Kata Myungsoo menjelaskan padaku , tapi aku tidak mau mempercayainya.

A-ani…A-ni-yo… kalian semuanya bohong padaku !!! pokoknya aku harus bertemu dengan dirinya !” teriakku frustasi sambil mencabut semua selang yang ada didalam tubuhku. Lalu aku bangkit dari tempat tidur. Walaupun aku harus berjalan sempoyongan. Namun tubuhku langsung ditahan oleh Myungsoo.

 

“Jiyeon-ahh, sadarlah. Chanyeol sudah tidak ada lagi didunia ini. dia sudah menitipkanmu kepadaku.” Ucap Myungsoo sambil mendekap erat tubuhku. Tapi aku langsung mendorongnya untuk menjauh dariku.

 

A-ani… aku merasa kalau Yeol , masih ada disini. Dan dia akan selalu ada didalam jiwaku. Asal kamu tahu saja cintaku tidak akan berubah. Aku akan tetap mencintai Chanyeol hingga jantungku berhenti berdetak !!” Teriak ku.

 

A-ra-yo  kalau Chanyeol selamanya akan tetap berada di hatimu sampai kapanpun aku juga tahu kamu tidak akan bisa melupakan dirinya bahkan matamupun pasti hanya menatap Chanyeol seorang. Tapi kamu tidak bisa hidup seperti ini terus menerus. Jangan buat Chanyeol merasakan sia – sia sudah memberikanmu kehidupan yang kedua kalinya untuk mu !”

“Apa maksud ucapanmu barusan itu ?”

 

Tanyaku ke Myungsoo tapi dia hanya terdiam. Akupun mulai mengampiri Eomma lalu aku bertanya kepadanya, apa yang sudah terjadi saat aku tidak sadarkan diri.

 

Eomma tolong ceritakan kejadian yang sebenarnya kepadaku”

 

Pintaku pada Eomma dan akhirnya di iyakan olehnya.

 

“Sebenarnya saat kamu akan pergi untuk tempat pernikahan bersama dengan Chanyeol. Kamu mengalami kecelakaan mobil. Kondisimu lebih mengkhawatir di bandingkan Chanyeol. Eomma juga kaget saat datang kerumah sakit kamu sudah tidak sadarkan diri. Dan kata dokter kamu mengalami pendarahan yang banyak di kepala sehingga saat kamu siuman dan membuka mata kamu akan buta . Saat Chanyeol membanting strinya kepingir jalan kalianpun menabrak pohon dan jantungmupun tertembus oleh ranting pohon saat itu.”

 

“Saat dokter  sudah pergi , tiba – tiba Chanyeol memanggil Eomma. Eomma juga tidak tahu kalau saat dokter sedang berbicara pada Eomma dia sudah sadar. Lalu Chanyeol meminta Eomma melakukan operasi untukmu secepat mungkin. Katanya dia mempunya teman yang tahu tempat pendonoran organ yang baik untukmu. Eommapun langsung saja pergi menyusul dokter tapi tak lama kemudian saat Eomma mengajak dokter kembali untuk bertemu dengan dia. Chanyeol… yeol… sudah… ”

 

“Yeol , kenapa Eomma ? ”

 

“Yeol, sudah meninggal dan dia meniggal karena dia melepaskan alat pemacu jantung yang di tempelkan ditubuhnya dan dia juga melepaskan selang oksigennya. Kalau Eomma tahu akhirnya seperti itu Eomma tidak akan pergi meninggalkan dirinya sendiri saat itu . Mianhae… Jiyeon-ahh.”

 

Setelah mendengar semua cerita yang di ceritakan oleh Eomma. Akupun langsung terduduk lemas. Air mata yang aku bendungpun akhirnya mengalir begitu saja di pipiku.

“ Yeol-Ahh… Babo-ya… Wae… Wae-yoo… Yeol-ahh.” Teriakku tersendat – sendat sambil menangis terisak – isak

 

***

 

Eomma apakah gaun pernikahanku Eomma simpan ?”

Ne… memangnya kenapa ? ”

“Aku mau mengenakannya sekarang apakah aku bisa mengenakannya ke tempat pemakaman Yeol.”

“Jiyeon-ahh… ”

Jaebal... Eomma-ahh. Aku mau Yeol melihatku mengenakan gaun pernikahan yang sudah dia siapkan sebelumnya untukku. Agap saja ini permintaan pertama dan terakhirku untuk dirinya.”

A-araseo.”

 

Lalu aku dibantu Eomma untuk mengenakan gaun tersebut. Eomma juga mendandaniku secantik mungkin. Setelah selesai akupun lalu diantarkan ke pemakaman Chanyeol bersama Eomma, Appa dan Myungsoo. Setibanya disana aku meminta semua orang yang menemaniku menunggu di mobil karena aku mau sendirian disana. Awalnya Eomma tidak setuju tapi akhirnya dia menyetujuinya karena tidak tega melihat aku

 

Setelah tiba di depan pusaran Chanyeol , air matakupun tidak dapat terbendung lagi. airmataku mengalir begitu saja di kedua pipiku. Lalu aku duduk disamping pusaran Chanyeol sambil memeluk batu nisannya.

 

“Yeol-ahh , mianhae aku telat datang mengunjungimu. Mianhae aku baru tahu kenyataannya saat ini. Mianhae aku membuatmu menyerahkan nyawamu untuk ku. Tapi kenapa kamu melakukan itu semua Yeol-ahh.”

 

Wae… Wae-yo… kamu memberikan kedua kornea matamu kepadaku untuk bisa melihat dunia ini tapi itu semua tidak ada gunanya bila aku tidak bisa melihat dirimu lagi disisiku.”

 

“Lalu kenapa juga kamu memberikan jantungmu agar jantungku bisa berdetak kembali. Harusnya kamu biarkan jantungku berhenti berdetak agar aku bisa menemanimu disana. Untuk apa aku masih bisa bernafas bila belahan jiwaku pergi meniggalkan diriku begitu tragis. Harusnya kamu tidak melakukan semua itu untuku.”

 

Tiba – tiba dada sebelah kiri Jiyeon terasa begitu sakit.

 

“Aa-aw… sepertinya waktuku di sini juga sudah habis, Yeol-ahh…  Apakah nanti aku bisa bersama denganmu disana ? Dapatkan kamu menggenggam tanganku lagi Yeol-ahh saat disana nanti ?”

 

“Meskipun seandainya aku dilahirkan kembali aku akan tetap mencintaimu. Meskipun ingatanku hilang tentang dirimu namun saat aku bertemu dengan dirimu lagi aku akan langsung mengenalimu dan mencintaimu lagi. Karena aku percaya kalau kamu itu adalah takdir yang diciptakan Tuhan hanya untukku. Sebaliknya diriku juga.”

Lalu Jiyeon memeluk pusaran Chanyeol sambil meneteskan air mata . Myungsoo dan kedua orang tua Jiyeon menghampiri Jiyeon ke dalam pemakaman.

Mereka semua melihat Jiyeon sedang duduk sambil memeluk Pusaran Chanyeol. Merekapun kembali kedalam mobil untuk memberikan sedikit waktu untuk Jiyeon sendiri disana. Setelah setengah jam kemudian Myungsoo dan kedua orang tua Jiyeon kembali untuk menjemputnya.

“Jiyeon-ahh… ayo kita pulang.” Panggil ibunya pelan.

 

Tapi tidak di balas oleh anaknya. Akhirnya ibunya Jiyeon mengerakkan tubuh anaknya namun pada saat itu juga tubuh Jiyeon jatuh terkapar begitu saja disamping pusaran Chanyeol. Myungsoo langsung mengangkat tubuh Jiyeon.

 

Wajah Jiyeon terlihat sangat pucat dan kedua tangannya sudah sedingin es. Dengan ragu – ragu Myungsoopun meraba nadi di tangan Jiyeon.

 

Omonim… Mianhae… Jiyeon sudah tidak ada lagi ” ucap Myungsoo dengan kedua mata yang berkaca – kaca

“ A-ni-yo !!!

 

Teriak ibu Jiyeon tidak percaya sambil menangis tersedu – sedu.

 

***

Even if  the world changes

Do you know that, I will only love You ?

My destiny

I call out to you

~~~ooo~~~

 

 

~ The End ~

 

~~~ooo~~~

 

Halloo…  Readers…. Bagaimana menurut kalian ceritanya…?? Mianhae kalau banyak typon yang bertebaran ya. Aku berharap para Readers menyukai ceritanya 🙂

Fanfic ini pernah aku publish di blog pribadiku  di sini

 

Ini adalan Fanfic pertamaku yang  berakhir dengan tragis. Fanfic ini aku publish buat untuk peramai hari Hallowen kemarin, treat or trick …  , mian kalau aku agak telat mempostinginnya.

 

Ayo jangan lupa berikan  komennya ya . Komentar dari para readers adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam menulis cerita selanjutnya … 😀

 

See you , Khamsahamida  ( ^-^)v

Advertisements

9 thoughts on “[Ficlet] Wedding Nightmare

    • Wah… mianhaeyo… jadi buat kamu nangis deh pas bacanya 😦
      sama aku juga sedih waktu buat ff ini, hehehehe
      makasih ya udah mampir kesini n komennya ^^

      Like

    • Iya nih tragis banget ya kisah percintaan mereka berdua (TT_TT)
      Aku juga pas buat ceritanya merinding n takut kalau nsnti ceritanya kurang dapet feel sedihnya. maaf ya jadi bikin kamu nagis deh …
      Makasih ya udah nyempetin mampir kesini buat baca n komennya ^^

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s